Renjana

Renjana
A BEAUTIFUL MEET


__ADS_3

Hari demi hari, bulan demi bulan telah kulewati. Tapi semenjak perpisahan itu, aku sama sekali belum pernah bertemu lagi dengan Thoriq.


Tapi suatu hari...


Ketika aku baru pulang dari les, waktu itu menunjukkan pukul 17.30. Saat aku tiba di rumah, kondisi rumah sangat gelap.


Aneh...!, pikirku


" Lho... Kok masih gelap ya ?! Orang - orang pada kemana ?! " ucapku


Aku berjalan mencari saklar dan betapa kagetnya aku ketika lampu tiba - tiba menyala. Tak hanya itu, aku juga melihat Thoriq di depanku sambil tersenyum. Dia memegang kue ulang tahun..


Ya, kemarin aku memang berulang tahun dan lagi - lagi hal ini yang membuatku sedih karena Thoriq tak datang. Tapi lain lagi dengan hari ini, aku begitu bahagia melihatnya ada disini.


" Hello Aulia... Happy Birthday " ucap Thoriq sambil tersenyum


" Ya ampun.. Makasih, sudah lama kita gak pernah ketemu " balasku dengan nada terharu


" Maaf ya... Aku baru bisa datang dan baru ngucapin ulang tahun buat kamu " ujar Thoriq


" Gapapa..." ucapku tersenyum


Hari itu benar - benar pertemuan yang indah bagi kami setelah berapa lamanya kami tidak petnah bertemu.


                              ••••••••••••••

__ADS_1


Keesokan harinya...


Seperti dimasa kecil kami dulu, kami bermain bermasa lagi dan menghabiskan waktu bersama sepanjang hari. Akan tetapi, semenjak perpisahan itu sikap pendiam dan selalu murung sepertinya telah mendarah daging dalam diriku.


Thoriq yang melihat ada perubahan dalam diriku, langsung mendekatiku.


" Heii.. Kok mendadak pendiem sih ? Mana Aulia yang dulu yang selalu ceria disepanjang waktu " ledek Thoriq


Aku cuma tersenyum tipis


" Hmm... Kok keliatan sedih sih, kenapa ?


Padahal aku sudah ada disini, senyum dong ! " ucap Thoriq sambil menampakkan deretan gigi rapinya


" Hmm.. Aku pikir setelah perpisahan itu, kita gak akan bertemu lagi Riq " ucapku


" Hey... Kamu ngomong apa sih ? buktinya sekarang kita lagi deketan nih ! " canda Thoriq


" Ih... Aku serius lho Riq " ujarku cemberut


" Aku juga serius..., sudahlah, sekarang kan kita sudah bertemu. Jadi ga usah pikir yang macam - macam. Oke ?! " ujar Thoriq sambil menepuk pelan bahuku


Aku cuma tersenyum...


Hari itu kami sangat bahagia, kami merasa kembali ke masa kecil kami. Bermain dan menghabiskan waktu tanpa beban.

__ADS_1


Hari demi hari berlalu, liburan kali ini terasa begitu indah bagi kami. Dan kami melaluinya dengan sangat bahagia.


Suatu hari...


Thoriq menanyaiku tentang kehidupan di sekolahku setelah kepindahannya di sekolah baru.


" Eh... Ngomong - ngomong kan sudah 3 tahun ya aku pindah ke sekolah baru " ujar Thoriq dengan tiba - tiba sambil duduk di dekatku


" Iya... Emangnya kenapa Riq ? " tanyaku


" Gapapa... Tapi kalau boleh tahu, gimana perasaannya semenjak aku sudah pindah ?! " ucap Thoriq sambil nyengir


" Hmm...Entahlah " ucapku


" Ya.. Kok gitu sih ?! Kalau ada apa - apa cerita sama aku " ucap Thoriq dengan nada serius


Aku menarik napas dalam - dalam. Aku kembali mengingat perpisahanku dengan Thoriq waktu itu. Kutatap Thoriq sekilas, lalu memalingkan wajahku ke arah lain. Masih teringat dengan jelas, ketika semuanya berubah disaat Thoriq telah pindah sekolah. Bully - an teman - temanku sangat keterlaluan.


" Hei.. Kenapa ? " Thoriq memecah lamunanku


" Gapapa kok "jawabku dengan singkat sambil tersenyum tipis


" Yasudah, kalau ga bisa cerita sekarang gapapa... Tapi kalau ada apa - apa, jangan sungkan buat cerita sama aku. Kita kan sahabat ! " jelas Thoriq sambil tersenyum


" Iya Riq.. Makasih ya " balasku sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2