
" Jadi kita deketan rumah lagi dong ! Aku di Perum Villa Kembang Asri Blok IA 3 " ucapnya
🌺🌺🌺
Sontak, aku pun menoleh kepada Thoriq dan membulatkan mataku seakan - akan tak percaya dengan perkataannya. Bahkan aku ingin menimpalinya tapi rasanya suaraku tercekat di tenggorokan. Aku terdiam cukup lama saking tak menyangka kalau ternyata ada rencana Tuhan yang sangat indah di balik semua ini.
" Ul... Kamu kenapa ? " ucapan Thoriq membuyarkan lamunanku
" Eh.. Ngga papa ko Riq ! " sontakku disertai cengiran
" Aku serius Ul, kita deketan rumah lagi...!" timpal Thoriq mengulangi perkataannya
" Ya.. Not bad lah " balasku dengan tersenyum
" Oh iya... Kamu ditempatkan dikelas berapa ? " tanya Thoriq
" VII - 1. Kalau kamu kelas berapa Riq..? " jawabku
" Hah.. VII - 1 ? " timpal Thoriq dengan menatap wajahku dengan serius
Aku hanya mengangguk sambil menatapnya
" Eh...! Itu kan kelasku juga " ucapnya dengan raut muka yang sangat serius
" Yang bener ? " balasku dengan mengernyitkan alisku
" Masa sih aku bercanda " jawabnya sambil menatapku sekilas
Aku hanya menatapnya sambil mengangguk pelan lalu kami berjalan menyusuri koridor menuju ke kelas. Mataku memandang lepas seluruh penjuru di sekolah ini.
Hening...!
Tak ada pembicaraan lagi di antara kita. Baik aku ataupun Thoriq sibuk berkutat dengan pikirannya masing - masing. Tapi aku langsung mencairkan suasana dengan mengajak ngobrol Thoriq.
" Kok bisa ya kita seperti ini Riq ? Apa cuma kebetulan aja ya ? " ucapku dengan pelan
Thoriq menatapku sekilas lalu ia tersenyum
" Gak ada yang kebetulan Ul..! " ujarnya
" Iya sih Riq " balasku lalu terdiam kembali
Kami sama - sama terdiam, tapi tiba - tiba Thoriq nyeletukin
__ADS_1
" Oh...! Aku tau jangan - jangan..." jeda Thoriq
Aku hanya menatapnya dengan raut muka penasaran
" Jangan - jangan kita jodoh...! " sambungnya diselingi tawa kecil
Aku pun tertawa dan berkata
" Apasih Riq...? Ada - ada aja..."
" Hahaha... " kami pun tertawa lepas sambil menyusuri koridor
Dan tanpa sadar begitu banyak siswi yang sedang menatap kami dengan raut muka keheranan, bahkan ada di antara mereka yang saling berbisik - bisik.
Puncaknya ketika kami sudah sampai di depan kelas, ada 3 orang siswi yang menatapku dengan tatapan sinis. Sontak, aku pun berhenti tertawa dan mengalihkan pandanganku dari mereka dan masuk ke dalam kelas menyusul Thoriq.
Aku pun menuju ke kursiku. Saking herannya diriku sampai - sampai aku tak menyadari Thoriq juga duduk persis di sebelahku !
Aku belum menyadari itu, pikiranku melayang jauh memikirkan eskpresi yang sangat tak bersahabat dari beberapa siswi tadi.
" Aulia...! Widih, sampe - sampe kita deketan tempat duduk " seruan Thoriq pun tak membuatku tersadar dari pikiranku yang terbilang ga ada gunanya.
" Ul...? Heyy... ! " Thoriq melambai - lambaikan tangannya di depan wajahku yang seketika membuatku tersentak kaget
" Ih... Kamu ya, kalau aku jantungan gimana ? " celotehku dengan raut muka kesal
" Ih... gak asik kamu mah !" balasku dengan cemberut
" Iya iya... Aku minta maaf, emangnya kenapa sih ? " ucap Thoriq
Aku hanya memandanginya sekilas. Lalu pikiranku kembali tertuju kepada siswi - siswi yang di depan kelas tadi.
" Riq... Kok tadi siswi - siswi di depan kelas ini..., ngeliatin aku dengan tatapan gak suka gitu ya ? Mereka itu siapa? " ucapku dengan mengecilkan volume suaraku karena takut terdengar orang lain, apalagi dengan mereka.
" Tenang aja Ul..., mereka emang gitu. Gak ada kerjaan. Mereka itu siswi di kelas ini juga sih " jelas Thoriq sambil memandangiku
Aku hanya terdiam menatapnya
" Tapi tenang aja, kamu gak usah takut.. Kan ada aku ! " hibur Thoriq sambil tersenyum
Aku hanya mengangguk dan kembali bercakap - cakap dengan Thoriq. Seperti tadi, kali ini aku merasakan siswa ( i) di dalam kelas ini menatap kami. Tapi kali ini aku tak menghiraukan mereka.
Tak lama kemudian, masuklah seorang siswa. Thoriq tersenyum menatapnya, rupanya dia adalah sahabat Thoriq yang bersamanya tadi saat aku bertabrakan dengan Thoriq. Kalau tak salah, namanya Fakhri.
__ADS_1
Aku hanya menatap mereka yang berbincang - bincang, rupanya Fakhri adalah teman sebangku Thoriq.
Tak lama kemudian... 2 orang siswa mendekat ke arah kami dan salah satu di antaranya menatap ke arahku. Karena kami beradu pandang, aku dengan cepat mengalihkan pandanganku ke arah lain.
Aku mendengar Thoriq bercakap - cakap dengan temannya. Karena aku merasa bosan dan aku juga tak ingin menganggu Thoriq, aku pun mengeluarkan notebook - ku untuk menulis.
Tapi tak lama kemudian...
" Ul...? " Thoriq memanggilku
Aku pun menoleh...
" Ini teman aku mau kenalan sama kamu. Boleh nggak ? "
Aku mendongakkan kepalaku dan betapa kagetnya ketika aku melihat ternyata bukan cuma Thoriq, Fakhri, dan 2 orang temannya yang lain disini, melainkan ada beberapa siswa!
Aku pun jadi bingung...
' Darimana datangnya mereka ? Padahal sebelumnya mereka gak ada di kelas ini ' pikirku
Tapi aku menyadari satu hal..
' Hufft... Pasti karena saking asyiknya nih aku nulis sampai - sampai gak sadar ada orang yang masuk ke kelas ' batinku
Dan lebih kagetnya, ketika aku mengedarkan pandangan ke semua penjuru di kelas ini.Ternyata cuma ada aku, Thoriq, dan teman - temannya. Siswa ( i) yang lain gak ada !
Aku langsung melihat jam tanganku dan seketika menyadari bahwa ini masih jam istirahat !
OMG...! Masalahnya cuma aku satu - satunya perempuan yang masih di dalam kelas ! Tapi untung ada Thoriq sih... :))
" Gimana Ul...? Boleh nggak ? " pertanyaan Thoriq membuatku tersadar
" Eh.. Iya " balasku dengan tersenyum canggung tapi hanya menatap Thoriq. Tak berani menatap teman - temannya.
" Emm.. Hy Aulia ! Kenalin aku Arga " ucap salah seorang teman Thoriq yang tadi beradu pandang denganku.
Awalnya ia menjulurkan tangannya padaku, tapi dengan cepat ia menurunkan tangannya seakan - akan dia teringat sesuatu.
" Oh sorry...! Aku lupa, tadi Thoriq sempat bilang katanya kamu gak salaman sama cowo " lanjutnya sambil tertawa kecil
Aku hanya tersenyum tipis sambil menatap Thoriq yang tengah tersenyum lebar padaku.
" Sesuatu yang sangat jarang, but honestly it's truly unique " timpal Arga sambil tersenyum ramah
__ADS_1
Setelah itu, aku berkenalan dengan teman - teman Thoriq yang lain. Bahkan, saking banyaknya mereka aku sampai - sampai tak bisa mengingat namanya.
' Hufftt... Ini benar - benar pengalaman yang luar biasa unik bersama Thoriq ' batinku sambil tersenyum sendiri