Renjana

Renjana
Hanya Rasa Sakit


__ADS_3

Tatapan Arsen kini begitu lurus menatap gadis di depannya itu dengan tatapan yang begitu sulit untuk diartikan. Ada tatapan kecewa, amarah, namun juga sebuah kerinduan. Karena bagaimanapun gadis di depannya itu adalah gadis yang selalu ada untuk nya sedari kecil. Mereka dulu adalah tetangga, sebelum akhirnya gadis itu pindah saat lulus SD. Namun mereka kembali satu SMP jadi mereka selalu bersama.


Hingga untuk pertama kalinya Arsen merasakan sebuah cinta. Ya, gadis itu lah yang mengajarkannya tentang cinta juga tentang luka. Setelah ia merasa begitu jatuh pada gadis itu, gadis tersebut malah dengan tega nya meninggalkannya begitu saja dan Arsen malah mendapatkan kabar jika gadis di depannya yang tak lain adalah Meylen ternyata bertunangan.


“Arsen, kamu masih cinta kan sama aku? Kamu masih sayang kan sama aku? Aku sudah berjuang untuk kamu Arsen, apa kamu gak bisa berjuang untuk aku lagi?’ tanya Meylen dengan tatapan sendunya ke arah laki-laki di depannya itu yang kini menatap Meylen dengan begitu teduh.


“Aku rela menentang kedua orang tua aku demi kamu, melakukan banyak hal untuk memperjuangkan hubungan kita. Apa kamu gak bisa melakukan itu untuk aku?” tanya Meylen lagi yang kini sudah meneteskan air matanya mendengar ucapan Meylen yang begitu menusuk untuknya. Melihat Meylen yang menangis seperti ini ia begitu tak tega. Namun ia juga merasa bingung dengan perasaannya sendiri yang kini tak menentu.


“Tapi aku sudah punya tunangan Mey,” ucap Arsen berusaha untuk tetap meyakinkan dirinya sendiri agar tidak melukai Queena, karena bagaimana pun selama tak ada Meylen, Queena lah yang selalu menemaninya dan membawa kebahagiaan untuk nya.


“Apa kamu benar-benar menyukainya? Aku rasa engga. Kamu seperti itu hanya karena kamu ngerasa kalau selama ini yang nemenin kesepian kamu. Dia hanya kamu jadikan pelarian dalam kesedihan kamu Ar. Aku mohon Ar, kita perbaiki lagi semua nya. Balik sama aku lagi Ar, kamu tahu setelah pembatalan perjodohan itu, aku gak lagi punya siapa-siapa. Orang tua ku masih marah sama aku, apa sekarang orang yang menjadi alasan ku berjuang sejauh ini juga harus ninggalin aku?” tanya Meylen dengan tangisnya yang kini mulai pecah. Arsen yang mendengar semua penjelasan Meylen merasa ada yang menusuk dadanya. Terasa begitu sakit. Meylen sudah berjuang begitu jauh dan nekat untuk nya. Namun Queena, selama ini ia yang selalu berjuang untuk Arsen. Berusaha mendapatkan Arsen kembali.


Kini ingatannya kembali pada ucapan Queena saat di mobil. Arsen memejamkan matanya lalu ia segera menarik Meylen ke dalam pelukannya. Sepertinya ucapan Meylen begitu menyentuh dan masuk ke hati Arsen hingga Arsen begitu bingung dengan perasaannya sendiri.

__ADS_1


“Tunggu sebentar lagi sampai aku bisa memutuskan hubungan ku sama Queena,” ucap Arsen pada Meylen sambil mengelus punggung wanita tersebut dengan begitu lembut nya. Meylen yang mendengar ucapan Arsen tentu saja merasa senang. Ia membalas pelukan Arsen sambil memejamkan matanya berusaha untuk mencari kenyamanan dalam pelukan itu.


“Gak perlu nunggu lagi kok kak,” ucap sebuah suara yang kini muncul dari balik tembok. Seorang gadis yang kini menatap ke arah Arsen dan Meylen dengan senyumannya.


Tak ada luka dalam tatapan tersebut, tak ada air mata dalam wajah itu. Yang ada hanyalah sebuah senyuman. Dan hal itu membuat Arsen terkejut melihat nya.


“Queena?” tanya Arsen dengan tatapan tak percaya melihat keberadaan Queena disana. Dan yang lebih membuat nya terkejut saat melihat reaksi Queena yang kini malah menampilkan senyumannya. Arsen cukup kecewa melihat reaksi Queena. Entah mengapa ia merasa kecewa juga sedih melihat ekspresi Queena saat ini, harusnya ia senang karena ia tak melukai Queena dan tidak perlu repot untuk menjelaskannya lagi pada Queena.


“Kalian gak perlu lagi nunggu untuk bisa kembali bersama. Kalau kakak emang lebih pilih dia, ya udah aku gapapa. Mungkin hubungan kita emang hanya sebatas main-main untuk kakak, tapi tidak buat aku kak. Jika keputusan kakak adalah memilih mundur untuk ku dan maju untuk dia, ya udah kita akhiri ini,” ucap Queena dengan senyuman menenangkannya ke arah Arsen yang kini malah ia yang terluka mendengar ucapan Queena.


“Seperti yang pernah Daddy bilang ke kakak. Semua keputusan ada di tangan kakak. Dan sekarang aku kembalikan keputusan itu untuk kakak. Jika akhirnya selesai maka selesaikan. Kakak gak perlu khawatir, aku yang bakalan bilang ke Daddy tentang ini,” lanjut Queena dengan tatapan seriusnya pada Arsen yang kini menatapnya dengan sendu. Sedangkan Meylen kini menatap Queena dengan senyuman kemenangannya.


“Queena, maaf,” ucap Arsen dengan tatapan bersalah nya pada Queena yang kini malah tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Gadis tersebut memang tampak baik-baik saja. Tersenyum dengan begitu cerah nya bahkan mata nya juga ikut tersenyum. Sangat pandai menutupi luka yang kini jelas begitu parah. Serpihan di hatinya jelas sudah hancur berlebur.


“It’s ok kak. Semua udah jalannya seperti ini. Justru aku mau bilang makasih sama kakak karena sempat mau nerima aku. Makasih udah selalu nemenin aku selama ini. Makasih karena sudah mengajar kan Queena apa itu sebuah perjuangan, cinta, juga luka,” tukas Queena sambil memejamkan matanya berusaha untuk mengendalikan tatapannya sambil menampilkan senyumannya dan menganggukkan kepalanya.


“Queena akan mengurus semua ini ke orang tua kita. Tapi Queena mohon kerjasamanya ya kak, setelah ini jangan pernah lagi muncul di hadapan Queena,” ucap Queena yang kini sudah merubah ekspresi wajah nya menjadi begitu datar dan tatapannya yang kini sudah menjadi begitu datar. Quena memang begitu pandai bermain ekspresi.


“Dan buat kak Meylen. Queena cuma mau bilang cinta kakak hanya dipenuhi dengan ego dan obsesi. Setelah ini rumah ya kak cara pandang kakak tentang cinta. Karena gak semua bisa kakak menangkan dengan ego, sesekali merendahkan ego itu juga perlu kak,” ucap Debby pada Meylen yang kini mengeraskan rahang nya saat mendengar ucapan Queena yang terdengar begitu menusuk untuk nya.


“Bahagia dan langgeng ya buat kalian,” ucap Queena yang segera membalikkan tubuhnya. Kini ia sudah tak bisa lagi untuk menahan tangisnya karena baru saja ia membalikkan tubuhnya kini tangisnya sudah pecah. Air matanya mulai membanjiri wajah nya. Hatinya kini begitu sakit, mendapati fakta jika Arsen telah mengkhianatinya dan Arsen bukan lagi miliknya.


Sebelum benar-benar pergi dari sana, Queena melepaskan cincin pertunangan mereka lalu membuang nya begitu saja. Membuat Arsen kini mnatap nanar pada cincin tersebut.


Pada akhirnya ia kehilangan Arsen karena laki-laki tersebut lebih memilih untuk kembali bersama dengan orang dari masa lalunya. Ternyata memang benar, mencintai orang yang belum selesai dengan masa lalunya hanya akan membawa luka. Ibarat kita sedang mengajukan proposal luka saja, saat mencintai orang yang masih berpaku pada masa lalunya. Saat sudah di acc maka saat itu luka langsung diberikan.

__ADS_1


Dewi yang sedari tadi berada di balik dinding memperhatikan semua itu begitu tak tega dengan Queena. Ia segera membawa adiknya itu untuk pergi dari sana saat melihat kedatangan Queena. Dewi memang tidak pergi ke kelas nya saat melihat gerak-gerik Queena yang aneh. Dan saat ia datang ia malah sudah disuguhkan dengan pemandangan yang begitu memuakkan untuk nya.


***


__ADS_2