Renjana

Renjana
Fakta dan Kebohongan


__ADS_3

Queena kini rasanya sudah lelah menangis. Atau air matanya kini sudah tak lagi tersisa. Setelah dari taman belakang kini Dewi membawa Queena menuju mobil nya. Ia membiarkan adiknya itu untuk menumpahkan tangisnya tanpa mengatakan apapun, Dewi hanya mengelus punggung Queena berusaha memberikan ketenangan untuk adiknya itu.


“Kita ke kantor papa ya kak. Setelah itu aku mau pulang aja, capek,” ucap Queena pada Dewi yang kini hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar sambil menganggukkan kepalanya. Ia tahu adiknya itu kini butuh istirahat. Bukan hanya tubuhnya yang lelah namun hati juga pikirannya lini pasti begitu lelah.


Dewi langsung saja melajukan mobilnya untuk keluar dari parkiran sekolah. Saat sampai di gerbang sekolah Dewi membuka kaca mobilnya, saat melihat Queena dan Dewi yang merupakan anak pemilik sekolah satpam gerbang sekolah nya langsung membukakan pintu untuk mereka.


Queena dan Dewi sebelumnya sudah meminta sahabat Queena untuk membawakan tas Queena juga Dewi ke parkiran. Saat melihat Queena yang menangis mereka sebenarnya ingin mengetahui apa yang terjadi pada Queena. Namun mereka tahu jika keadaan Queena sedang tidak baik maka mereka memilih untuk diam.


Di perjalanan, tak ada yang memulai pembicaraan. Queena memilih melihat jalanan di samping nya sambil menoleh ke arah jendela di samping nya. Sedangkan Dewi kini fokus menyetir. Hingga tak lama mereka akhirnya sampai di depan sebuah kantor besar yang merupakan kantor ayah mereka.


“Kakak tunggu di sini aja ya?!” ucap Dewi pada Queena yang sudah bersiap akan turun. Queena yang mendengar nya menaikkan sebelah alisnya namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya. Dewi sebenarnya hanya ingin memberikan Queena waktu untuk berbicara dengan Carol.


Queena segera berjalan menuju ke arah ruangan ayahnya. Saat melihat kedatangan Queena, para karyawan langsung menundukkan kepalanya hormat pada Queena. Mereka jelas sudah mengetahui siapa Queena, karena Carol yang sering mengajak Queena ke kantornya.


“Daddy, ada?” tanya Queena pada sekretaris ayahnya yang berjaga di depan ruangan ayahnya itu.


“Ada, Nona,” ucap seorang laki-laki yang merupakan sekertaris ayah nya.


Queena segera masuk ke dalam ruangan tersebut dan ia mendapati ayahnya yang kini tengah berbincang dengan Adnan. Melihat kedatangan anaknya yang kini masuk tanpa permisi membuat Carol menggelengkan kepalanya.


“Biasakan untuk mengetuk pintu lebih dulu Queen,” ucap Carol pada anaknya itu yang kini malah menyengir mendengar ucapan ayahnya itu.

__ADS_1


“Maaf, Dad,” ucap Queena yang kini berjalan ke arah kursi depan ayahnya dan duduk di samping Adnan.


“Daddy, aku ingin putus dengan Arsen. Aku sudah tak lagi menyukai nya. Aku sudah begitu bosan dengannya,” ucap Queena dengan mengerucutkan bibirnya berusaha untuk terlihat baik-baik saja di depan ayahnya itu yang kini terlihat terkejut mendengar ucapan anaknya. Begitu pun dengan Adnan yang kini tak kalah terkejut mendengar ucapan Queena.


“Kau bercanda Queen?” tanya Carol dengan tatapan tak percaya pada Queena yang kini menggelengkan kepalanya.


“Tidak. Lihat, aku bahkan sudah mengembalikan cincin nya pada Arsen. Aku benar-benar sudah bosan dengannya,” uap Queena dengan tatapan merajuk nya pada ayahnya itu. Carol yang sudah begitu mengenal anaknya itu jelas tahu jika ada yang tak beres dengan Queena. Queena mungkin bisa mengelabui orang dengan kemampuan pengalihan ekspresinya itu. Namun tidak dengan Carol. Ia adalah ayah Queena, jelas ia mengetahui semua tentang anaknya itu.


“Katakan yang sejujurnya pada Daddy,” ucap Carol pada anaknya itu yang kini malah memutar bola matanya mendengar ucapan ayahnya itu. Ia tahu Carol tak bisa untuk Queena bohongi namun, kali ini ia berusaha untuk itu. Queena hanya tak ingin Arsen di salah kan untuk ini. Ia hanya ingin melindungi nama baik Arsen.


“Queena udah bilang alasannya Daddy. Udah ya, Queena mau balik dulu. Kasian kak Dewi nunggu di bawah. Oh iya, Daddy jangan lupa bilang ke keluarganya kak Arsen ya, batalin pertunangannya. Kalau Daddy gak mau nurutin nanti Queena ngambek sama Daddy,” ucap Queena tegas yang setelah nya ia segera pergi dari sana meninggalkan Carol yang tengah menatap anaknya itu dengan tatapan sendunya.


Bahkan ia mengetahui jika anaknya itu sehabis menangis karena ia bisa melihat nya dengan begitu jelas. Carol menatap kepergian anaknya itu dengan tatapan nanar nya.


***


SMA Atlantik kini begitu heboh saat melihat Arsen yang kini malah bersama dengan gadis lain yang kini bergelayut manja pada lengan Arsen. Jelas saja hal itu membuat semua murid begitu heboh sekaligus terkejut melihat nya. Sahabat Queena kini jadi mengerti apa yang membuat Queena tadi menangis.


Melihat hal tersebut Kina yang biasanya selalu diam saja. Kini sudah tak bisa lagi untuk diam. Bahkan kini gadis tersebut membawa timba kelas nya dan mengisinya dengan air.


“Mau ngapain lo bego?” tanya Calya pada Kini dengan menaikkan sebelah alisnya manatap sahabat nya itu dengan tatapan bingung nya.

__ADS_1


“Udah, diem lo. Mending lo bantuin gue nih,” ucap Kina pada Calya yang kini langsung berjalan ke arah Kina yang berada di depan kran air.


“Bantu gue nyiram pelakor dan pengkhianat itu,” ucap Kina sambil menunjuk Arsen yang kini tengah berjalan bersama dengan Meylen. Melihat hal tersebut kini Calya ikut bersemangat lalu ia mereka segera berjalan bersama sambil membawa timba berisi air tersebut menuju ke arah Arsen juga Meylen.


Hingga saat sudah dekat. Kedua gadis itu langsung menyiram sepasang kekasih yang baru kembali bersama itu dengan air yang dibawanya.


“Sialan. Apa yang lo lakuin bangsat,” marah Arsen saat merasakan tubuhnya yang kini sudah basah kuyup. Begitu pun dengan Meylen yang kini juga sudah basah. Bahkan kini tubuhnya sudah terlihat dengan begitu jelas.


Calya yang sudah takut melihat kemarahan Arsen kini hanya berlindung di balik punggung Kina. Kina sama sekali tidak takut bahkan kini ia berkacak pinggang sambil menatap Arsen dengan tatapan tajam nya.


“Gak usah gitu lo natap gue, lo kira gue takut? Kagak. Selagi lo berani nyakitin sahabat gue, gue gak akan takut buat ngelawan apapun demi sahabat gue. Termasuk cowok brengsek kayak lo,” ucap Kina sambil menunjuk ke arah Arsen yang kini membuka seragamnya yang basah. Berusaha untuk melindungi tubuh Meylen yang kini terlihat. Meskipun pakaiannya juga sudah basah namun lumayan untuk menutupinya.


“Ribet banget sih lo, temen lo aja gak marah. Dia malah senyum lebar banget, ketahuan banget kalau dia gak pernah suka sama Arsen dan cuma ngejar Arsen cuma untuk popularitas,” ucap Meylen yang kini menyahuti ucapan Kina.


Kina dan Calya yang mendengar ucapan gadis tersebut malah tertawa dengan begitu kerasnya.


“Lawak nih pelakor,” ucap Calya masih dengan tawanya.


“Lo tau, orang yang bisa tersenyum saat terluka adalah orang hebat yang hati nya udah hancur banget. Saking sakit hatinya dia, dia sampai lupa bagaimana caranya mengekspresikan sakit. Hatinya sudah terlalu terluka hingga dia mengira tersenyum adalah jalan terbaik agar tidak mendramatisir keadaan dan semakin membuat dia hancur. Orang yang tidak menangis saat terluka adalah orang yang tengah menemui titik tertinggi dari sakit,” terang Kina yang kini menunjuk ke arah dada Arsen sambil mendorong-dorong nya yang membuat Arsen kini terdiam mendengar ucapan Kina. Apakah yang Kina katakan adalah sebuah kebenaran? Itu lah yang kini Arsen pikirkan.


“Dan asal lo tau. Queena tuh bukan elo yang haus belaian dan haus popularitas. Bahkan tanpa lo pun dia udah populer. Dia cantik, baik, pintar, dan dia juga anak pemilik sekolah ini. Lo pikir dia masih butuh pacar lo ini buat populer? Gak sama sekali,” tegas Calya yang kini sudah menghilangkan rasa takut nya. Untuk sahabat nya kini ia akan melawan kedua orang gila di depannya itu.

__ADS_1


“Lo liat aja Arsen. Lo bakalan nyesel. Dan saat lo udah nyesel, gue akan melakukan segala cara biar lo gak bisa lagi balik sama Queena, gue yang akan menghancurkan hubungan lo sama Queena. Karena cowok kayak lo gak pantes buat sahabat gue,” ucap Kina dengan begitu tegas nya lalu ia segera pergi dari sana sambil menarik tangan Calya yang kini mengacungkan jari tengahnya untuk Arsen juga Meylen.


***


__ADS_2