Renjana

Renjana
Razia


__ADS_3

Queena kini tengah menikmati waktu istirahat nya bersama dengan kedua sahabat nya di kantin.


“Tumben gak sama Kak Arsen, Queen?” tanya Kina pada Queena yang kini tengah menikmati makanannya dengan begitu lahap.


“Lah, osis kan lagi kumpul,” ucap Queena pada kedua sahabat nya itu yang kini menjawabnya dengan anggukan.


“Oh iya, lupa gue,” ucap Kina dengan cengirannya yang membuat Queena memutar bola matanya malas mendengar ucapan Kina.


“Lo gak ada kelarnya, nontonin cowok cina itu ya?” tanya Queena yang kini melihat ke arah Calya yang sedari tadi hanya fokus pada ponselnya. Bahkan kini ia sampai makan dengan melihat ponselnya itu yang menampilkan idol asal China yang kini mengikuti audisi di Korea.


“Lo kalau liat dia mah gue jamin, lo juga gak bakalan berhenti liatin dia. Ganteng banget woy, mana dance nya keren banget lagi,” ucap Calya pada Queena dengan senyumannya yang mengenbang dengan begitu lebar.


“Gak dulu deh, nanti Arsen ngamuk gue liatin cowok lain. Lo tau dia tuh posesif banget,” ucap Queena sambil menggelengkan kepalanya.


“Serius?” tanya Kina yang kini seolah tertarik dengan pembicaraan mereka. Karena mereka memang belum sempat untuk berhadapan terlalu lama dengan Arsen dan mengetahui bagaimana sikap laki-laki itu.


“Menurut lo? Gue senyum ke cowok lain aja, mulut gue dibekap kalau lo tau,” ucap Queena menceritakan bagaimana Arsen menutup mulut nya hanya karena Queena tersenyum pada laki-laki lain.


Sahabat Queena yang mendengar nya kini begitu tak percaya dengan apa yang di dengar nya. Mereka tak menyangka dengan sikap Arsen yang satu itu.


“Lo liat rambut gue, lo kira gue gak gerah rambut gue di gerai gini? Gerah woy, cuma kalau gue ikat kuda aja rambut gue, Arsen auto nge reog,” ucap Queena lagi melanjutkan ucapannya yang membuat kedua sahabat nya itu kini terkekeh mendengar ucapan Queena.


Queena terus saja menceritakan bagaimana posesif nya Arsen. Dan semua itu membuat nya bahkan menatapnya tak percaya dengan sesekali mereka tertawa. Tanpa mereka ketahui jika kini ada yang terus melihat ke arah mereka dengan tatapan tak suka, mendengar pembicaraan itu dengan seksama untuk ia sampaikan kepada temannya.

__ADS_1


“Merasa nyesel gak lo sekarang?” tanya Calya dengan iseng pada Queena namun tentu saja Queena menjawabnya dengan sebuah gelengan tegas.


“Enggak lah. Meskipun sekarang gue harus dikelilingi dua laki-laki posesif tapi gue bahagia,” uap Queena dengan senyumannya yang mengembang dengan begitu lebar nya.


“Yang terbaik deh buat lo Queen,” ucap Kina dengan senyumannya yang dibalas dengan anggukan setuju oleh Calya.


“Makasih ya,” ucap Queena dengan senyumannya.


“Buruan masuk kelas deh yuk. Bentar lagi udah masuk,” ucap Kina pada teman-temannya itu yang dijawab dengan anggukan oleh Queena da Calya.


Setelah nya mereka memilih untuk segera menuju ke arah kelas mereka. Saat sampai di kelas. Kini kelas tampak heboh membuat ketiga gadis yang sedari tadi berada di kantin dan tidak mengetahui info apapun itu kebingungan melihat teman-temannya.


“Ada apa nih rame bener?” tanya Queena pada teman-teman kelas nya itu.


“Lo gak tahu kalau bentar lagi bakalan ada sidak?” tanya Maya teman satu kelas Queena yang kini kompak membuat Queena memelototkan matanya. Namun baru saja mereka akan menuju ke arah tas mereka untuk mengamankan make up juga barang-barang yang dilarang dibawa ke sekolah. Para petugas Sidak, yang tak lain adalah anggota osis malah sudah masuk ke kelas mereka.


“Lo tunangan doang, ketos. Tapi ada sidak nggak tau,” ucap Kina pada sahabatnya itu yang kini terlihat santai karena selama ada sidak atau razia seperti ini ia selalu aman karena berhasil mengancam anggota osis.


“Ya, mana gue tau. Dia aja kagak ada ngomong apa,” ucap Queena sambil menunjuk ke arah Arsen yang kini juga berada di depan sana karena ia juga merupakan anggota Sidak.


“Buat yang perempuan maju sebelah kiri, yang cowok sebelah kanan,” ucap Arsen dengan begitu tegas dengan wajah datar nya. Queena kini masih sempat-sempat nya mengedipkan matanya menggoda ke arah Arsen, berbeda dengan Arsen yang kini hanya menatapnya datar sambil menggelengkan kepalanya.


Para osis kini mulai melakukan razia. Sebagai memeriksa tas dan sebagai lag memeriksa para siswa dan siswi kelas tersebut. Saat tas milik Queena diperiksa. Queena menoleh ke arah anggota osis tersebut dengan tajam seolah berkata ‘Berani lo ngeluarin punya gue, abis lo gue aduin ke daddy gue,’ seperti itulah kira-kira maksud dari tatapan itu.

__ADS_1


Hingga tak ada yang berani untuk mengeluarkan make up milik Queena. Siapa yang berani untuk menantang gadis tersebut.


“Sudah kak,” ucap semua osis yang kini sudah kembali ke tempat nya. Begitupun dengan para siswa dan siswi kelas tersebut.


“Tas Queena bener gak ada barang yang dilarang dibawa?” tanya Arsen menatap tajam pada osis yang memeriksa tas Queena yang kini langsung menggelengkan kepalanya dengan takut.


Arsen segera berjalan ke arah tas Queena membuat Queena kini memelototkan matanya melihat hal tersebut. Berbeda dengan kedua sahabat nya yang kini mengulum tawanya karena merasa sebentar lagi akan ada perang dunia ketiga.


“Yakin gue, kenak dia,” bisik Kina pada Calya yang kini menganggukkan kepalanya sambil terkekeh melihat hal tersebut.


Arsen mengeluarkan semua buku milik Queena. Setelah selesai ia segera membawa tas tersebut menuju ke arah depan lalu menuangkan semua isi nya. Queena memejamkan matanya saat melihat kaca, bedak, parfum, body lotion, lipstick, cat kuku, juga banyak permen miliknya kini berserakan di atas mereka yang kini bercampur dengan barang razia lainnya.


‘Awas aja lo Arsen,” ucap Queena dengan begitu tajam melihat ke arah barang-barang nya dengan tatapan sendu.


“Kena juga lo,” ucap Calya pada Queena dengan senyuman lebar nya. Sedangkan Queena kini hanya menatap tajam ke arah sahabat nya itu.


“Mau lapor ke Daddy, Queen?” tanya Arsen begitu tajam pada Queena yang kini hanya menatapnya datar.


“Fix gue puasa ngomong sama lo,” uap Queena dengan tajam yang membuat para penghuni kelas mengulum senyum nya melihat tingkah sepasang kekasih itu.


“Lain kali sidak jangan mandang status, jangan memandang dia anak siapa. Kalau emang salah langsung ambil aja.” Arsen berujar tegas pada teman osis nya memperingati mereka juga penghuni kelas tersebut jika sudah ia yang bertindak maka ia tak akan pandang bulu.


Sebelumnya Arsen tak pernah mau untuk melakukan sidak di kelas Queena karena tak ingin di ganggu oleh Queena. Namun karena kini ia sudah mencintai gadis itu maka ia akan tetap melakukan sidak di sana.

__ADS_1


“Sabar Queena,” ucap kedua sahabat nya sambil mengelus pundak Queena dengan senyuman mengejeknya nya yang membuat Queena berdecih mendengar nya.


***


__ADS_2