Renjana

Renjana
Cinta Suci !


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan ke rumah, sahabat - sahabat Thoriq terus tertawa karena kekonyolan Thoriq di kelas tadi.


Sementara, aku dan Thoriq hanya terdiam sesekali menahan tawa melihat tingkah mereka yang seakan - akan meledek kami.


' Hufftt...


Aku tak tahu lagi entah seberapa merahnya mukaku ini karena menahan malu ? ' batinku dengan mengalihkan mukaku ke arah lain dan pastinya aku juga sangat risih dengan tingkah sahabat - sahabat Thoriq itu.


Seandainya aku sudah lama mengenal mereka, pasti akan kutabok satu - persatu mulutnya itu. (😂)


Sudah beberapa menit, tapi teman - teman Thoriq tak kunjung berhenti tertawa. Mungkin saking sebalnya, sampai - sampai Thoriq berkata...


" Kalian ini kenapa sih ? Ketawa mulu " ujar Thoriq dengan nada jutek.


" Oalah... Guys, berhenti ketawa ! Si Pangeran udah marah tuh, abis Tuan Putrinya diledekin, sampai - sampai muka Tuan Putri semerah itu ! " seru Kiki lantas disambut dengan tawa teman - teman yang lain.


Mendengar semua itu, mukaku semakin memerah. Dengan cepat, aku langsung nyeletukin...


" Apaan sih Ki ? " celetukku dengan muka yang sangat malu.


" Udah Ul, ga usah diladenin ! Maklum aja ya, mereka lagi kurang kerjaan " bisik Thoriq di telingaku.


Aku hanya terdiam sambil mengangguk.


Tak lama kemudian...


Sepertinya mereka memang tidak ada kapok - kapoknya, malahan tawa mereka semakin meledak. Ngeselin kan ? Rasanya pengen buka sepatuku di detik itu juga dan langsung tabok mereka (😂) Bahkan Denny juga ngeledekin...


" So sweet...! Bisik - bisikin apaan tuh ? " ledek Denny dengan terkekeh.


" Ih... Bukan urusan lo juga ! " timpal Thoriq dengan raut muka sebal.


" Oalah... Aku kan cuma bercanda Riq ! " ujar Denny lantas merangkul sahabatnya itu.


Karena sebal dengan tingkah dan percakapan mereka yang terbilang ga ada gunanya itu, aku pun mempercepat langkahku menjauh dari mereka.

__ADS_1


Kudengar Thoriq yang memanggilku, awalnya tak aku hiraukan. Tapi lama kelamaan, aku tak mendengar mereka bersahut - sahutan lagi ; seketika suasananya menjadi hening. Lantas aku pun menoleh dan melihat mereka yang sedang berbincang - bincang sambil berbisik - bisik. Entahlah, apa yang mereka bicarakan ?


Melihat mereka yang berjalan dengan begitu lamban seketika membuat kekesalanku semakin memuncak. Tapi mau gimana lagi, dengan penuh kepasrahan aku terduduk di trotoar jalanan dengan terus menatap mereka yang asyik dengan kesibukannya sendiri.


~ AUTHOR'S POV ~


Melihat Aulia yang sudah berjalan menjauh dari mereka, dengan cepat Aldi langsung berkata kepada Thoriq...


" Riq... Sebenarnya kita tuh seneng banget, soalnya sekarang lo udah cinta banget sama cewe ! Apalagi cewe macam Aulia, cocok banget dah ! " ujar Aldi dengan merangkul Thoriq.


" Bener banget tuh ! Tapi kalau boleh gue tau Riq, kenapa lo ngga nyatain aja perasaanmu ? " timpal Denny sambil menatap Thoriq dengan serius.


Thoriq hanya menoleh sekilas ke arah sahabatnya itu. Hanya dengan satu tarikan nafas disertai dengan senyuman simpulnya, Thoriq langsung berkata...


" Nah... Itu karena gue mencintai Aulia ! Gue gak akan pernah tega wanita pujaanku terlibat dalam dosa ! Kamu tau sendiri kan Den, akibat jika kita menjalin hubungan seperti itu ? " jelas Thoriq panjang lebar.


" Iya sih Riq " balas Denny sembari mengangguk - nganggukkan kepalanya.


Sahabat - sahabat Thoriq seketika tertegun dan rasanya mereka seakan - akan tertampar oleh kata - kata yang dilontarkan oleh sahabatnya itu.


" Wow...! Jadi karena itu Riq, lo harus selalu jaga Aulia, karena gue lihat sebenarnya ia juga mencintaimu. Tapi ya selalu ditutup - tutupi gitu, lo tau sendiri kan sama tuh cewe ? Pokoknya lo gak boleh buat dia kecewa Riq ! " tutur Surya sambil menepuk bahu sahabatnya itu.


Thoriq hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


Lalu dengan langkah yang cepat, Thoriq berjalan menghampiri Aulia yang baru saja dia lihat ternyata tengah terduduk di trotoar.


' Ya ampun...Kasihan banget Aulia, sampai - sampai ia rela menunggu kami ' batin Thoriq sambil menghampiri sahabatnya itu.


~ AULIA POV ~


Aku langsung beranjak dari tempat dudukku ketika melihat Thoriq yang menghampiriku.


" Aulia...! Ya ampun, kok duduk disitu sih ? Maaf banget ya Ul, sampai - sampai buat kamu menunggu kayak begini " ucap Thoriq dengan nada tak tega.


" Gapapa Riq ! Kalian bahas apa sih, asyik banget kelihatannya ? " tanyaku.

__ADS_1


" Hehe... Gak kok Ul ! Ayo kita pulang ! " ajaknya.


❤❤❤


Aku mendengar derap langkah kaki teman - teman Thoriq yang mendekati kami.


Tiba - tiba...


" Maaf ya Aulia atas semua ledekan kami tadi ! Hehe..." ujar Denny dengan tertawa kecil.


Aku hanya tersenyum tipis, lantas berkata...


" Gapapa kok Den "


Setelah itu suasana menjadi normal kembali, semua rasa kesalku pun sudah sirna. Kami terus melangkahkan kaki dengan berbincang - bincang bahagia.


Sampai akhirnya kami tiba di Perum Villa Kembang Asri, tanda aku dan Thoriq sudah sampai di rumah dan harus berpisah dengan teman - teman.


" Oh iya... Gue baru sadar ternyata Arga gak ada ya ? Tumben ! " ucap Thoriq dengan keheranan.


" Ah iya, gue juga baru inget nih ! Tadi sih katanya belum mau pulang " timpal Denny.


" Eh kok gitu sih ? " ujar Surya sama bingungnya.


" Entah ! " balas Denny dengan mengangkat bahunya.


Aku hanya menyimak pembicaraan mereka, tak tahu ada masalah apa sebenarnya ?


Setelah mereka pergi, Thoriq menyadarkan lamunanku...


" Ul, kok bengong sih ? " ujarnya sambil menepuk pelan bahuku.


" Gapapa Riq ! Ada masalah apa ? " tanyaku sambil menatapnya dengan serius.


" Gapapa Ul ! Gak usah dipikirin ya, masuk sana ! " ujarnya dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


Aku hanya mengangguk pelan dengan senyum simpul lantas masuk ke dalam rumah, melupakan segala hal yang menganggu pikiran ; dan melupakan semua masalah duniawi yang menyibukkan.


__ADS_2