
~ AULIA POV ~
Saat asyik - asyiknya kami tertawa, tiba - tiba Denny dan Arga masuk ke dalam kelas.
" Oalah... Rupanya Si Couple sudah datang ! " seru Denny lantas duduk di bangkunya
' Hmm... rupanya Denny sudah punya panggilan khusus untuk aku dan Thoriq ' batinku acuh tak acuh
" Eh... BTW ada tugas kan ? Ada yang gak gue ngerti tuh ! " ujar Arga
" Oh iya ya...! Kalian berdua bisa jelasin gak ? " timpal Denny dengan menatap kami
" Bisa " jawab Thoriq singkat
~ Author's POV ~
Denny dan Arga pun mendekat ke arah sepasang sahabat itu.Dengan pelan, Aulia dan Thoriq secara bergantian menjelaskan apa yang tak mereka mengerti. Dan tanpa Aulia sadari karena keberadaannya di tempat dia sekarang, yang pada akhirnya menjadi awal mula persahabatan antara Thoriq dan Arga berada di ujung tanduk.
Iya... itu semua bukan salah Aulia !
Sama sekali bukan salah dia !
Ini hanyalah tentang rasa yang tiba - tiba membuncah dalam dada dua pemuda itu.
Tapi Aulia tak menyadari itu, saat dirinya tengah menjelaskan materi yang tak dipahami kedua temannya, dengan diam - diam Thoriq dan Arga memandanginya dengan rasa kagum yang begitu sangat bergemuruh dalam hati mereka.
Tak ada yang menyadari itu semua, bahkan Thoriq ataupun Arga tak menyadarinya. Mereka tak tahu bahwa diri mereka telah mencintai orang yang sama.
" Selesai...! Ngerti kan ? " seru Aulia
Sontak Thoriq dan Arga pun mengalihkan pandangan mereka.
" Gitu ya ! Gue ngerti.., eh ngomong - ngomong gue cepet banget ngertinya kalo lo yang jelasin Ul ! Beda sama guru - guru... Hehe..." timpal Denny
Aku hanya tertawa kecil mendengar ucapan Denny.
Tak lama kemudian...
__ADS_1
Clarissa, Vivi, dan Chelsea masuk ke dalam kelas. Mereka menatapku dengan tatapan yang sangat sinis, tapi tak kuhiraukan.
Beberapa detik kemudian...
Aku mendengar derap langkah kaki mereka yang menghampiri kami. Entah apa maksudnya, tapi aku juga tak peduli sih ! Ya... Clarissa dengan senyumannya itu langsung menyapa Thoriq...
" Hy Thoriq...! " Clarissa ingin memegang bahu sahabatku itu.
Tapi dengan cepat Thoriq langsung menghindar dan tegas ia berkata...
" Apa - apaan sih Clar ? "
" Ya ampun Riq, jutek banget sih lo ! " ucap Vivi
" Hey... Kenapa sih Riq ? Aku kan cuma mau minta tolong... Liat tugasnya dong ! " rayu Clarissa
Thoriq memutar bolanya dengan malas.
" Eh Clar, liat - liat... Mikir sendiri dong ! " sindir Arga
" Hmm... Kamu mau gak ya Riq ? Yaudah aku minta aja sama sahabatmu " ucap Clarissa lantas menengok ke arahku
Sontak, aku pun menatap Clarissa yang kini menghampiriku.
Dengan senyumannya yang ramah, ia menyapaku. Tapi aku tahu dibalik semua itu hanyalah senyum yang penuh dengan kepalsuan.
" Hy Aulia...! Liat tugasnya dong ! "
Aku tersenyum tipis dan terdiam selama beberapa detik.
" Gimana boleh gak ? " lanjutnya dengan masih tersenyum
Hmm... Gimana ya ? Aku sebenarnya tau kalau dia cuma manfaatin diriku doang ! Tapi ya...aku punya sikap tak enakan yang begitu besar terhadap orang lain. Dan entah kekuatan dari mana aku langsung nyodorin tugasku ke Clarissa.
Tapi tiba - tiba...
Thoriq langsung merebut bukuku itu.
__ADS_1
" Eh... apa - apaan sih lo Riq ? " desis Chelsea
" Kalian gak boleh lihat tugas orang lain seenak hati kalian ! " tegas Thoriq dengan muka yang terlihat tak suka dengan kelakuan mereka
" Kenapa Riq ? Kan Aulia juga sudah izinin " timpal Clarissa dengan nada yang mendayu
" Eh... denger ya Aulia itu SAHABAT GUE ! Dan gue gak suka lo minta tugas seenaknya sama dia ! " lanjut Thoriq
Suasana kelas pun memanas ! Beberapa mata menatap Thoriq tanpa berkedip. Dan betapa terkejutnya ketika Thoriq menarik tanganku, membawaku menjauh dari kerumunan orang - orang yang membuat suasana ini menjadi kacau.
" Riq...! " aku berusaha melepaskan tanganku dari pegangannya yang membuat darahku serasa ingin berhenti mengalir
Setelah berada di koridor kelas yang jauh dari orang - orang, Thoriq langsung melepaskan pegangannya.
" Thoriq..., sakit tahu ! Tiba - tiba aja narik ! " keluhku sambil mengusap - usap pergelangan tanganku
" Maaf banget Ul, aku spontan " ujarnya dengan tatapan tak tega
Aku hanya mengangguk.
" Ul..., kamu baik banget sih ! Seharusnya kamu gak usah kasih tugasmu ke geng gak jelas itu " ucap Thoriq sambil menatapku dengan serius
" Hmm... Iya Riq. Maafin aku, aku tahu aku salah dan membuat keadaan menjadi begini " sesalku
" Gak Ul, sebenarnya kamu gak salah ! Tapi harusnya kamu tahu mereka itu cuma mau manfaatin kamu doang ! Kamu harus tahu mereka itu bermuka dua Ul! Makanya aku marah tadi... " lanjut Thoriq sambil menepuk pelan bahuku
Aku hanya mengangguk pelan.
" Yasudah, kembali ke kelas yuk ! Sudah mau masuk jam pelajaran nih " sambungnya dengan tersenyum lebar
" Iya Riq " jawabku singkat sambil berjalan di dekat sahabatku itu dan menuju ke kelas.
💙💙💙
Kringgg Kringgg Kringgg...
Tak terasa jam pelajaran pertama telah usai. Aku bersyukur lega karena kejadian tadi tak menjadi hambatan dalam pelajaran yang kuikuti.
__ADS_1