Renjana

Renjana
Ada Apa dengan Arga ?


__ADS_3

Beberapa menit kemudian...


Saat asyik - asyiknya diriku menatap kumpulan foto polaroid milikku, tiba - tiba aku menyadari sesuatu.


Ternyata sudah dari tadi, pintu kamarku terbuka lebar dan di sana sudah ada Bundaku.


" Eh...Bunda ! " ujarku sambil cengesan tak jelas, malu karena ketahuan senyum - senyum sendiri apalagi sambil melihat fotoku dengan Aulia. (Astaghfirullah...malu deh kalau sampai Bunda menyadari itu ! )


" Hai...Kok senyum - senyum sendiri sih Riq, sambil liatin foto bareng Aulia lagi. Ada apa Riq ? " tanya Bunda sambil menggodaku.


" Hehe... Gak kok Bun ? " balasku dengan tersenyum lebar.


" Masa ! " lanjut Bunda dengan tertawa kecil.


" Ih... Bunda ! " ucapku sambil menahan malu.


" Haha... Ada apa sih, sampai merah gitu pipinya ? " timpal Bunda dengan terus meledekku.


" Tidak ! " balasku lantas tertawa malu.


" Haha...Ok ok ! Sudah makan belum Riq ? " tanya Bunda.


" Belum Bun " jawabku singkat.


" Kok belum ? Di meja makan Bunda telah siapin makanan kesukaanmu, dari tadi pagi malahan ! " tutur Bunda.


" Oalah... Maaf Bun. Hehe " balasku lalu keluar dari kamar sambil mengikuti Bunda yang menuju ke ruang makan.


Di ruang makan sudah ada Ayah dan Kakakku. Dengan ramah aku langsung menyapa mereka.


" Halo Ayah, Kakak...! " sapaku sambil tersenyum lantas duduk di dekat Ayah.


" Hy Riq, pulang sama siapa tadi ? " tanya Ayah seraya menatapku.


" Bareng anak - anak Funtofell Yah dan pastinya juga sama Aulia. Hehe..." balasku dengan terkekeh pelan.


Sembari menyiapkan makanan di piringnya, Ayah juga bertanya kepadaku.


" Aulia baru masuk kemarin kan ? Dia ditempatkan di kelas berapa ? "


Setelah mendengar pernyataan Ayahku, rasanya aku ingin cepat - cepat membagi kebahagiaanku ini dengannya. Ya... tentang semua keunikan dalam persahabatan aku dan Aulia ; tentang pertemuan kemarin yang membuat kami bersama lagi dan tak sekedar satu sekolah, tapi juga satu kelas !


Dengan mata berbinar - binar, aku langsung menjawab pertanyaan Ayah.


" Aulia satu kelas lagi denganku Yah ! " jawabku sambil menatapnya dengan penuh antusias.

__ADS_1


" Oh ya ? Bagus dong " balasnya lantas menoleh ke arahku dengan tersenyum.


Aku hanya tersenyum simpul menanggapi perkataan Ayahku. Lalu dengan cepat aku mengambil makanan kesukaanku yang telah disiapkan oleh Bunda lantas menikmatinya dengan lahap.Ya...sepiring nasi mamong, makanan khas Bondowoso yang disajikan dengan lauk pauk seperti sayur daun singkong, ayam dan sambal yang sangat pedas. Biasanya nasi mamong ini juga disediakan dengan ikan teri, tapi aku tidak memilih lauk itu karena aku mempunyai alergi pada makanan tersebut.


Setelah melahap habis makananku aku langsung ke dapur untuk membersihkan alat makanku. Tak usah heran atau pun takjub ya, hehehe... !


Memang ini sudah menjadi peraturan di rumahku bagi setiap anggota di keluarga ini untuk membersihkan alat makannya masing-masing sesudah makan.


Tak hanya itu, meskipun aku cowo tapi kedua orang tuaku selalu mendidikku untuk menjadi anak yang mandiri. Ya... aku harus membersihkan alat makanku, membersihkan pakaian-pakaianku, bahkan harus pandai membuat makanan sendiri ! Itulah salah satu kesyukuranku, bisa mempunyai orang tua seperti mereka. Karena berkat didikan Ayah Bunda, aku merasa menjadi laki-laki yang sangat spesial dan membuatku merasa berbeda dengan remaja laki-laki sebayaku. Hehehe :)


Setelah semuanya selesai, biasanya di jam-jam seperti ini aku hanya tinggal di rumah sambil menjalankan hobiku seperti membaca komik dan ngegame. Ya... sudah dari dulu aku memang jarang keluar dari rumah, kecuali ada hal-hal yang penting dan ada ajakan petualangan dari teman-teman atau sekedar bermain bersama sahabat-sahabatku, termasuk Aulia.


🍃🍃🍃


Setelah tiba di kamar, aku langsung merebahkan badanku lantas membuka handphone. Awalnya aku berniat untuk bermain game tapi aku tiba-tiba teringat sesuatu tentang kejadian di sekolah tadi yang menurutku sangat ganjal. Ya... Semua tentang Arga yang tiba-tiba menjauh !


' Arga kenapa ya ? Tumben banget dia berubah kayak tadi ' pikirku sambil membuka grup WA kami, Funtofell Club.


Oh iya...Jadi Funtofell Club itu adalah nama geng persahabatan kami yang belum lama ini baru terbentuk dan beranggotakan 14 orang laki-laki. Dan aky termasuk ketua mereka. Hebat kan ! :D


Singkat cerita...


~ **Via Grup Whatsapp ~


FUNTOFELL CLUB 👬**


Aku langsung tersenyum simpul ketika nama Denny terpampang di info grup bahwa dia sedang mengetik.


Belum sampai beberapa detik, aku langsung dibuat terkekeh karena balasan Denny yang selalu dibumbui dengan nada humor nan receh.


Denny FC : Hallo Pak Ketua...! Gimana nih..., lagi ngedate ya ?


Belum sempat aku membalas guyonan Denny, eh yang lain juga pada ikut menimpali ! Ya ampun..., sumpah deh jadi heboh begini cuma gara - gara kekonyolanku tadi di kelas :(


Kiki FC : *Bener banget tuh, Pak Ketua lagi ngedate ! Wkwk 😂


Wawan FC* : Asiikk nih ! Akhirnya gue bisa lihat Pak Ketua gak sendiri. Haha... 😆


Melihat semua itu, dengan cepat aku langsung membalas kerecehan mereka.


Thoriq Rizky ( Me ) : Kalian apa - apaan sih ? Siapa yang ngedate ? Orang lagi sendiri juga !


Tak lama kemudian, aku melihat lagi mereka mengetik.


' Hufftt...

__ADS_1


Benar - benar ya, aku dihujani ledekan lagi ! ' batinku sambil menggeleng - gelengkan kepala.


Rino FC : Oalah... Masa sih ! 😅


Thoriq Rizky ( Me ) : Serah lo deh 🙄


Denny FC : Udah-udah, mending kita VC yokk !


Tak lama kemudian...


Drrtt Drrtt... ( Handphoneku bergetar )


Ternyata benar, seperti biasa Denny menghubungkan kami melalui VC. Ya... meskipun ga semua anak FC ; kali ini cuma aku, Denny, Wawan, Kiki, Rino, dan Arga. Dengan cepat aku langsung mengangkat VC mereka.


" Halo Riq...!" sapa Denny dengan ramah.


" Hy Den... " balasku dengan tersenyum lebar.


" Di rumah aja Riq ? " tanya Rino yang kelihatan tengah memperbaiki posisi kameranya.


" Iya nih, gak ngedate seperti guyonan kalian itu ! " sindirku.


" Oalah... Bercanda gue Riq ! " sambung Denny.


" Menurut gue sih gapapa juga kali, ya...lagian lo emang suka sama Aulia ! Haha " ujar Wawan dengan terkekeh.


" Idih... suka ya suka. Tapi ga ngedate juga kali ! " kilahku dengan muka sebal.


" Haha... Iya iya "


" Oh ya guys..., perasaan tadi si Denny juga ngundang Arga. Tapi kok Arganya gak ada ? " timpalku ketika kembali menyadari keanehan ini.


" Itu dia...Arga - nya gak terima Riq ! " seru Denny.


" Kok gue ngerasa ya ada aneh dengan anak itu. Dari tadi aja di sekolah dia sempat menjauh dari kita " jelas Kiki dengan muka kebingungan.


" Ya... Gue juga negerasa kek gitu sih ! " balas Denny.


" Hmm... Apa jangan - jangan Arga punya masalah ya ? " ucapku dengan pelan.


" Entahlah Riq, tapi setahu gue itu anak ga pernah kayak gitu sih sekalipun dia punya masalah ! Gue tahu betul karena kan gue udah kenal lama sama si Arga " jelas Denny dengan tatapan yang sangat serius.


Kami hanya terdiam mendengar penuturan Denny.


Setelah itu VC pun berakhir dengan kebingungan dalam benak kami, terlebih - lebih aku. Entah kenapa aku merasa sangat bersalah dengan semua perubahan Arga yang terbilang tak wajar tersebut.

__ADS_1


Hmm... Mungkin karena aku sang ketua FC dan aku merasa sangat bertanggung jawab dengan semua hal yang terjadi di dalam geng ini, apalagi sampai membawa perubahan yang tak biasa terhadap salah seorang sahabatku.


🍃🍃🍃


__ADS_2