Renjana

Renjana
I Love You Queena


__ADS_3

Queena kini sudah kembali ke sekolah setelah beberapa hari ia tidak masuk karena sakit, kini ia kembali bersekolah namun dengan Queena yang berbeda. Tak ada lagi senyuman pada wajah gadis itu. Kini yang terlihat hanya wajah Queena yang terlihat murung dan tidak bersemangat.


Tentu saja hal itu menjadi tanda tanya bagi pada murid sekolah mereka. Bahkan kini saat Queena melihat Arsen tak ada lagi Queena yang akan menghampiri laki-laki itu untuk menggodanya.


Pada penghuni sekolah jadi berspekulasi jika keadaan Queena saat ini ada hubungannya dengan Arsen. Bahkan Arsen yang biasanya tak pernah memperhatikan Queena kini selalu memperhatikan gadis itu dari kejauhan.


“Lo ada masalah ya sama Queena?” tanya Panca yang sudah tak tahan lagi dengan sikap sahabatnya itu. Ia tahu sebenarnya tak pantas untuk nya menanyakan hal ini karena ini adalah privasi Arsen. Hanya saja sebagai seorang sahabat mereka jadi tak tega melihat keadaan sahabatnya yang akhir-akhir ini selalu menghabiskan waktu di club malam dan balapan.


Mereka tahu jika Arsen sudah seperti itu maka ada sesuatu yang terjadi pada Arsen. Arsen yang biasanya hanya akan datang ke club saat sedang stres atau dia memenangkan balapan.


Arsen melihat ke arah sahabatnya lalu menghembuskan nafasnya kasar. Sepertinya memang kali ini ia harus bercerita pada sahabatnya itu tentang apa yang terjadi padanya dan apa yang ia alami bersama dengan Queena juga keluarganya.


“Gue dijodohin,” ucap Arsen yang kini berhasil membuat kedua sahabatnya itu terkejut mendengar ucapan Arsen yang begitu singkat namun begitu jelas hingga membuat mereka bahkan tak bisa berkata-kata mendengarnya.


“Sama siapa?” tanya Edsel pada Arsen dengan tatapan penasarannya.


“Awal nya sama Dewi,” jawab Arsen yang kini malah membuat Panca memelototkan matanya begitu pula dengan Edsel namun setelahnya kedua sahabat Arsen itu meledakkan tawanya.


“Anjir, yang ngincer adik nya yang dapet kakaknya,” tawa Panca sambil menepuk pundak Edsel yang kini kompak membuat Edsel dan Arsen menata tahap pada Panca yang akhirnya menghentikan tawanya dan malah menyengir lebar.


“Sorry terlalu semangat gue,” ucap Panca dengan cengiran nya yang membuat Edsel berdecak kesal karena punggung nya yang malah menjadi sasaran.


“Terus gimana?” tanya Edsel penasaran dengan apa yang selanjutnya terjadi.

__ADS_1


“Ya kita sama-sama kaget lah, bego. Tapi lo tau sendiri kan kalau bokap nya lebih sayang sama Queena. Niat awal dia milih Dewi yang di jodohin sama gue karena dia mau Queena nemuin pasangan yang dia cintai, eh tau nya pasangannya malah dijodohin sama kakak nya. Ya jadi acara itu dibatalkan dulu,” ucap Arsen menjelaskan dengan panjang lebar yang membuat Edsel juga Panca kini terlihat kagum melihat Arsen yang bisa berbicara panjang lebar seperti itu karena sangat langkah melihat Arsen berbicara panjang lebar.


“Lo nerima perjodohan itu?” tanya Edsel yang Arsen balas dengan anggukan.


“Gue terima karena gue kira itu Queena. Karena Queena yang meminta biar papa nya jodohin gue sama dia, tapi ternyata memang sekedar bisnis yang udah direncanain sama bokep kita,” jelas Arsen yang kini membuat kedua sahabatnya itu mengangguk hingga setelah nya kini mereka memelototkan matanya.


“Lo suka sama Queena?” tanya Panca dengan begitu heboh nya pada Arsen. Arsen menghembuskan nafasnya dan menoleh ke arah sahabatnya itu dengan wajah datar nya.


“Ya menurut lo?” tanya Arsen sinis yang kii malah membuat kedua sahabatnya itu bertos ria.


“Bentar, jadi lo kemarin ke kelas Queena buat cari Queena?” tanya Edsel pada Arsen. Kini ia ingin menegaskan tentang taruhan mereka kemarin karena ia merasa ada yang janggal.


“Iya,” jawab Arsen singkat. Kedua sahabat laki-laki itu kini malah bersorak dengan begitu heboh nya yang membuat Arsen bahkan terkejut mendengarnya.


“Kalau kata gue sih mending lo samperin aja dia sekarang. Lo ajak dia bicara dan ungkapin perasaan lo. Lo liat deh, kalian tuh sama-sama udah kek mayat hidup jadi lebih baik lo selesaikan ini. Karena kita juga ada yang harus diselesaikan,” ucap Panca sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


Arsen kini menghembuskan nafasnya. Seperti nya memang saran kedua sahabatnya itu lah yang terbaik. Kini lebih baik ia segera menghampiri Queena. Dengan langkah  besar nya kini ia melangkah menuju kelas Queena.


***


Queena kini hanya tengah menonton acara audisi pemilihan boyband Korea selatan bersama dengan kedua sahabatnya. Awalnya Queena hanya diam saja memperhatikan laki-laki yang tengah melakukan dance tersebut, mengabaikan sahabatnya yang tengah membanggakan laki-laki tersebut.


Pikirannya kini hanya tertuju pada Arsen juga Dewi. Hingga ia yang biasanya begitu bersemangat melihat hal seperti itu kini hanya diam saja.

__ADS_1


“Sumpah ya Wang Zihao nih ganteng banget, udah gitu berbakat banget lagi,” puji Calya dengan begitu heboh nya sambil memperhatikan ponselnya.


“Gak heran sih anak didik nya Lay woy, dia aja ketat gitu waktu jadi guru dance di acara audisi negara nya." Kina yang kini juga ikut membanggakan idola nya.


Queena hanya diam saja memperhatikan kedua sahabatnya yang terlihat begitu bersemangat. kedua sahabatnya jelas tahu apa yang terjadi pada Queen hingga akhirnya mereka berusaha mengembalikan mood gadis itu. Namun sepertinya usaha Calya kali ini tidak berjalan dengan baik. Lihat saja, Queena kini tetap diam dan mengikuti apa saja perintah sahabat nya.


“Bantu Vote buruan,” ucap Calya mendesak kedua sahabat nya itu. Lagi-lagi Queena hanya menurutinya. Namun baru saja Queena akan mengeluarkan ponselnya, tangannya sudah lebih dulu di tarik oleh seorang laki-laki.


“Queena, ikut aku bentar,” ucap Arsen sambil menarik tangan Queena tanpa mau mendengar jawaban dari gadis itu. Queena akhirnya hanya bisa mengikuti saja.


Hingga Arsen membawa nya ke arah taman belakang untuk berbicara berdua dengan gadis itu.


“Kenapa kamu jauhin aku?” tanya Arsen saat mereka udah sampai di taman belakang. Awalnya Queena cukup terkejut mendengar ucapan Arsen padanya menggunakan aku-kamu.


“Karena Queena harus bisa hapus perasaan Queena untuk kakak. Kakak sebentar lagi akan jadi kakak ipar Queena. Kan gak lucu kalau Queena suka sama kakak ipar Queena sendiri,” uap Queena dengan senyuman yang ia buat semanis mungkin walau yang bisa Arsen lihat dengan jelas dalam senyuman itu nyatanya hanya lah sebuah penutup luka.


“Gak. Gue gak mau jadi kakak ipar lo. Lo tau gue nerima perjodohan itu karena lo Queena. Terus lo mau gue nerima Dewi? Gak akan Queen,” ucap Arsen dengan begitu tegas nya pada Queena yang kini cukup terkejut mendengar ucapan Arsen. Namun sebisa mungkin ia mengendalikan dirinya.


“Aku memilih nyerah kak. Aku lebih memilih kak Dewi dan lebih milih mengikhlaskan kakak. Kakak tau itu keputusan sulit buat aku. Tapi apa lagi yang bisa aku lakukan kak?” tanya Queena dengan tanpa sadar kini air matanya sudah mengalir membasahi pipi mulus wanita itu.


Arsen yang melihat nya seperti itu begitu tak tega hingga ia membawa gadis itu dalam pelukannya memeluk Queena dengan begitu erat namun Queena sama sekali tidak membalas pelukan dan itu dan tetap menangis dalam pelukan Arsen.


“Jangan ikhlasin gue Queen. Jangan nyerah. Ayo berjuang bareng. Lo gak sendiri lagi Queena. Sekarang ada gue, gue yang akan nemenin lo. Ayo berjuang bareng gue Queena. Perjuangan lo selama ini gak sia-sia. Karena gue suka sama lo, gue cinta sama lo Queena,” ucap Arsen yang kini berhasil membuat Queena terkejut mendengarnya. Bahkan ia sampai membeku mendengar ucapan laki-laki itu.

__ADS_1


Benarkan Arsen menyukainya? Apa ia tidak salah dengar?


***


__ADS_2