Renjana

Renjana
Kehebohan sekolah


__ADS_3

 SMA Atlantik kini di hebohkan dengan info pertunangan Queena juga Arsen. Masih banyak yang tak percaya jika Arsen akan bertunangan dengan Queena. Mengingat selama ini Arsen selalu saja menghindari Queena saat gadis itu menggodanya. Namun siapa yang sangka jika kini mereka telah bertunangan.


“Lama-lama tipis tuh cincin lo liatin mulu,” ucap Calya pada sahabat nya yang kini terus saja melihat cincin yang melingkar di jari manisnya itu sambil tersenyum dengan menampilkan senyuman lebar nya.


“Gak bisa banget lo liat gue bahagia,” sungut Queena pada Calya yang kini membuat sahabat nya itu berdecak mendengar nya. Kina yang sedari tadi hanya terdiam saja kini menggelengkan kepalanya melihat hal tersebut.


“Iye deh, sebahagia lo aja,” ucap Calya akhirnya sambil mengibaskan tangannya.


“Jadi lo galau berhari-hari kemarin nge galauin masalah ini? Karena orang yang mau di jodohin sama Dewi tuh Arsen?” tanya Kini memelankan suara nya karena kini kelas masih begitu ramai karena kini masih jam pembelajaran. Hanya saja karena tidak ada guru yang mengejar jadi kini kelas mereka begitu ramai.


“Gue udah mau ngelepasin kok kemarin. Tapi kata Daddy kalau Arsen milih gue, tapi gue gak mau nerima karena Dewi. Maka perjodohan itu dibatalkan,” jelas Queena pada kedua sahabatnya itu yang kini menganggukkan kepalanya mendengar hal tersebut. Mereka sebenarnya tak menyangka jika Queena bisa bersikap dewasa dengan mau merelakan laki-laki yang begitu dicintainya yang sudah ia kejar-kejar selama bertahun-tahun untuk kakaknya.


“Queena kita udah gede,” ucap Calya dengan kekehannya sambil mengelus puncak kepala Queena yang membuat Queena berdecih mendengar ucapan sahabatnya itu.


“Queena, di cari laki lo,” suara teriakan Leo, salah satu teman sekolah Queena menghentikan pembicaraan ketiga gadis tersebut yang kini sontak menoleh ke arah Leo dengan mengerutkan kening nya. Namun pada akhirnya Queena segera keluar dan saat berada  di depan kelas nya ternyata disana sudah ada Arsen yang menunggunya.


“Nanti pulang sekolah kamu sama Daddy ya. Belajar nya nanti malam aja aku ke rumah kamu,” ucap Arsen pada Queena yang kini menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan tunangannya itu.


“Emang Kak Arsen mau kemana?” tanya Queena pada Arsen sambil menaikkan sebelah alisnya.


“Aku ada janji main futsal sama temen aku yang lain. Gak enak kalau aku nganter kamu dulu, mereka jadi lama nunggu nya,” ucap Arsen pada Queena dengan tatapan bersalah nya. Sebenarnya ia ingin mengantar Queena hanya saja jarak rumah Queena dari tempat nya bermain futsal begitu jauh, bahkan jarak rumah Queena dari sekolah juga tak dekat.


“Queena ikut aja boleh gak kak?” tanya Queena pada Arsen dengan tatapan memohonnya berharap Arsen mau mengajaknya untuk pergi.

__ADS_1


“Pulang sore emang gak papa?” tanya Arsen pada Queena. Ia hanya takut Queena akan bosan berada di sana. Apa lagi Carol yang posesif pada Queena.


“Gak papa. Boleh ya?” tanya Queena dengan begitu memohonnya pada Arsen. Arsen menghembuskan nafasnya kasar, berpikir lebih dulu sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.


“Izin dulu sama Daddy,” ucap Arsen berpesan pada Queena sambil tersenyum ke arah tunangannya itu dan menganggukkan kepalanya.


“Masuk lagi sana, bentar lagi guru udah selesai rapat,” ucap Arsen sambil mengelus puncak kepala Queena dengan senyumannya yang juga membuat Queena tersenyum senang mendengar nya. Setelah nya ia segera kembali memasuki kelas nya sambil melambaikan tangannya pada Arsen.


***


Sesuai dengan yang sudah direncanakan kini Arsen mengajak Queena untuk bermain futsal bersama dengan teman-teman geng motor nya. Walau tidak semua bisa datang namun keadaan tempat futsal yang mereka sewa kini sudah begitu ramai.


Arsen kini terus saja menggenggam tangan Queena sambil berjalan ke arah teman-temannya yang tampak terkejut melihat kedatangan Arsen yang kini datang bersama seorang gadis. Sebuah hal yang langkah melihat Arsen yang anti pada gadis kini malah datang bersama dengan seorang gadis, ditambah Arsen yang kini menggenggam tangannya.


“Kayak gak asing tuh cewek,” ucap salah satu temen Arsen sambil melihat ke arah Queena dengan kerutan di kening nya.


Edsel dan Panca memang sudah datang lebih dulu, mengingat Arsen yang tadi membawa mobilnya dengan pelan di tambah dengan keadaan yang macet.


“Gila, langsung cinlok gitu ya konsep nya?” tanya Barra dengan kekehannya.


“Kagak, tuh cewek dari awal muncul di sekolah emang suka ngejar Arsen. Akhirnya Arsen kecantol juga dan mereka tunangan,” ucap Panca yang kini semakin membuat mereka terkejut mendengar nya. Tak menyangka jika Arsen sudah bertunangan.


“Woy lo tunangan kagak ada ribut-ribut nya,” ucap Toni salah satu temen Arsen yang berbeda sekolah dengannya.

__ADS_1


Arse yang mendengar nya hanya tersenyum tipis pada temannya itu. Mereka hanya tak tahu kekacauan sebelum pertunangannya.


“Nanti lo embat tunangan gue,” ucap Arsen dengan senyuman tipisnya pada temannya itu yang membuat Toni berdecih mendengar nya.


“Terserah lo lah, mending langsung main aja yuk,” ajak Toni pada sahabat nya yang lain yang segera dijawab dengan anggukan dan berdiri untuk menuju ke arah lapangan.


“Tunggu sini dulu, kalau ada yang ganggu kamu bilang ke aku,” ucap Arsen berpesan pada Queena dan menatap teman-temannya dengan begitu tajam.


“Tenang aja kali bos, mana beani kita ganggu tunangan lo,” ucap Barra yang kini tak ikut bermain karena kaki nya mengalami cedera.


“Siapa yang tahu,” ucap Arsen yang setelah nya langsung mengelus puncak kepala Queena dengan begitu lembut nya lalu ia segera pergi dari sana menuju ke arah lapangan untuk bermain bersama dengan teman-temannya.


Selama Arsen bermain Queena hanya diam sambil memakan makanan ringan yang sudah di beli nya. Tema-teman Arsen sama sekali tidak ada yang mau mengajaknya berbicara karena takut pada Arsen dan itu membuat Queena menjadi canggung.


“Kalian beneran gak ada yang mau ngajak gue ngobrol?” tanya Queena dengan tatapan polosnya pada teman-teman Arsen tersebut yang kini menatap Queena dengan tatapan bingung nya.


“Gue kira lo orang nya pemalu mangkanya kita gak ada yang berani ngajak ngobrol takut lo gak nyaman,” ucap Barra yang kali ini menjawab pertanyaan Queena.


“Santai aja sama gue,” ucap Queena dengan senyumannya yang begitu lebar. Namun setelah nya mulut nya langsung di tutup membuat Queena mendongak untuk melihat siapa yang melakukannya. Hingga ia melihat Arsen yang kini berdiri di belakang nya dengan tatapan datar nya.


“Gak usah senyum sama cowok lain. Aku gak suka,” ucap Arsen dengan begitu tegas nya pada tunangannya itu. Setelah nya Arsen melepaskan tangannya dari mulut Queena.


“Dasar posesif,” ucap Queena dengan senyuman mengejeknya pada Arsen yang kini hanya diam sambil duduk di samping Queena. Kini Queena bisa merasakan apa yang pernah Sarah katakan padanya.

__ADS_1


Teman-tema Arsen bahkan juga ikut menggelengkan kepalanya melihat sikap Arsen yang ternyata begitu posesif terhadap gadisnya.


***


__ADS_2