Renjana

Renjana
Cinta Boleh, Konyol Jangan !


__ADS_3

Aku dan Thoriq berjalan dengan santai sambil menyusuri koridor kelas, sesekali kami tertawa bahagia karena candaan yang dilontarkan oleh sahabatku itu.


Tapi beberapa detik kemudian...


Langkah kami terhenti di depan ruang guru karena mendengar ada yang memanggil kami.


" Thoriq, Aulia... ! " panggilnya.


Sontak kami pun menoleh dan melihat Ibu Dina, guru IPA kami yang tengah berdiri di pintu ruang guru.


Dengan cepat aku dan Thoriq langsung menghampiri beliau dengan disertai senyuman ramah kami.


" Mohon maaf, ada apa ya Bu ? " tanya Thoriq dengan sopan.


" Ini Nak, sebentar di kelas kalian jam pelajaran saya, kan ? Ibu mau minta tolong nih... ! " jeda Ibu Dina sambil melihat beberapa berkas yang ada di tangannya.


" Iya Bu " jawab kami serentak.


" Jadi sebelum Ibu masuk ke kelas, tolong atur kelompoknya dulu ya ! Ini daftar nama - namanya " jelas Ibu Dina sambil menyodorkan selembar kertas HVS kepada kami.


" Oh iya Bu. Siap ! " balas Thoriq dengan mengambil kertas tersebut.


" Terima kasih ya Bu. Kami ke kelas dulu " tuturku lantas menyalami Bu Dina kemudian disusul juga oleh Thariq.


" Kami duluan ya Bu " ujar Thoriq dengan tersenyum.


" Oke " balasnya.


~ AUTHOR'S POV ~


Di sepanjang perjalanan menuju kelas sepasang sahabat ini dengan hebohnya ingin mengetahui siapa saja teman kelompok mereka. Tapi sebenarnya Aulia dan Thoriq hanya ingin memastikan kalau mereka berada dalam satu kelompok yang sama !


" Coba aku liat daftar nama - namanya Riq ! " ujar Aulia.


" Nih Ul " Thoriq langsung menyodorkan kertas HVS itu kepada sahabatnya dan mereka langsung mencari namanya masing - masing.


Beberapa detik kemudian...


Wajah mereka terlihat cemberut.


" Ya... Gak satu kelompok kita Riq ! " ucap Aulia


" Ya... " balas Thoriq dengan singkat sambil menatap wajah sahabatnya itu


Ia tahu Aulia cemberut seperti itu karena dia tak rela berpisah dengan Thoriq, sebagai sahabatnya. Hanya karena alasan itu !


Sedangkan Thoriq ? Tidak seperti itu sama sekali ! Ya... bagi Thoriq ada rasa sesak dan pilu yang teramat sangat dalam hatinya, ketika mengetahui dirinya tidak satu kelompok dengan sang wanita pujaannya itu.


' Seandainya Aulia tahu kalau aku sangat mencintainya. Akankah dia juga punya rasa yang sama untukku ? ' batin Thoriq sambil menatap wajah elok sahabatnya itu secara diam - diam.


Mereka hanya terdiam sambil menyusuri koridor kelas untuk menuju ke kelas mereka.


Setelah sampai di kelas...


Sepasang sahabat ini membagi tugas.

__ADS_1


Ya... Setelah Aulia memberitahukan nama - nama kelompok, dengan tegas Thoriq menghimbau teman - temannya untuk segera berkumpul dengan teman kelompoknya masing - masing.


Setelah semuanya beres, mereka pun duduk sesuai dengan kelompok yang telah diberikan oleh Ibu Dina.


Tak lama kemudian...


PBM IPA pun dimulai, tapi sebelumnya mereka diabsen dulu. Tapi entah kenapa, Thoriq terus menatap Aulia yang berada tak jauh dari depan kelompoknya, seakan - akan ia tak menyadari Bu Dina sudah ada di dalam kelas itu.


Hmm... Sebenarnya Thoriq sadar, tapi entah kenapa hari itu Aulia jauh lebih menarik perhatiannya dibandingkan pelajaran IPA yang sangat disukainya itu ?


" Baik anak - anak sebelum masuk ke pembelajaran, saya absen dulu ya ! Jika ada yang tak menjawab, saya akan alfa ! " tegas Ibu Dina panjang lebar.


Suasana kelas yang tadinya sangat riuh lantas menjadi hening. Dengan wajah antusias, anak - anak di kelas itu langsung memasang telinga mereka baik - baik ; takut kena alfa oleh guru mereka yang terkenal dengan sifat garangnya itu.


Tapi tidak dengan Thoriq, telinganya mendadak tak mendengar perintah gurunya. Bukannya ia tuli, tapi dia seketika tersihir dengan rasa cinta yang membuncah dalam hatinya. Thoriq sesekali tersenyum simpul melihat gerak - gerik sahabat sekaligus wanita pujaannya itu yang seketika menambah rasa cinta dalam hatinya.


Dengan suara keras Ibu Dina yang mengabsen temannya satu persatu, tapi Thoriq tetap asyik dengan kesibukannya sendiri. Cinta itu benar - benar telah membuatnya lupa dengan suasana di sekitarnya.


" Rino Febriansyah...? " ucap Ibu Dina yang terus mengabsen


" Hadir Bu "


" Sinta Rahayu...? "


" Hadir Bu "


" Thoriq Rizky Ahmad Maulidan... ? "


Tibalah nama Thoriq yang disebut, tapi ia sama sekali tak kunjung menyadari Ibu Dina tengah memanggil - manggil namanya.


" Thoriq Rizky...? " ulang Ibu Dina sambil menatap Thoriq yang keasyikan melamun.


" Eh gila... kenapa tuh anak ? Natap gue mulu ! " bisik Aulia kepada Kiki yang kebetulan satu kelompok dengannya.


" Gimana nggak kayak gitu ? Dia kan suka sama kamu ! " timpal Kiki lantas tertawa kecil.


" Hah ? Ngaco lu ! " balas Aulia.


" Ih seriusan ! " jawab Kiki dengan pelan, takut terdengar Ibu Dina.


Aulia hanya terdiam sambil menatap Thoriq yang masih tersenyum ke arahnya.


Di sisi lain...


Arga terus menatap Thoriq dan Aulia. Ia melihat tingkah Aulia yang berusaha menyadarkan Thoriq, tapi yang ada senyum Thoriq semakin menjadi - jadi. Dengan rasa sesak dalam hati, Arga terus menatap wanita pujaannya itu yang kini tengah memandangi Thoriq dengan raut muka kebingungan, mungkin Aulia takut kalau Thoriq kena marah Ibu Dina, pikir Arga.


' Sepertinya memang benar, aku harus ikhlas dengan semua ini. Aulia terlihat seperti mempunyai perasaan cinta yang sama untuk Thoriq ' batin Arga


Karena tak tega sahabatnya menjadi pusat perhatian, Denny langsung menyadarkan Thoriq.


" Woyy Riq, diabsen tuh ! " seru Denny sambil menepuk bahu Thoriq.


Thoriq sedikit kaget dan dengan spontan ia langsung mengacungkan tangannya sambil berteriak...


" HADIR BU ! "

__ADS_1


" Bhuahahaha..." seketika satu kelas pun tertawa terbahak - bahak, kecuali Aulia, Arga, dan Clarissa beserta gengnya.


Aulia hanya mengusap wajahnya sambil menahan tawa, ia teramat malu dengan kekonyolan sahabatnya itu apalagi karena Thoriq menatapnya sambil senyum - senyum.


" Oalah... Baru kali ini ada sosok wanita yang berhasil meluluhkan hati Thoriq sampai - sampai ia sekonyol itu ! " seru Kiki dengan terkekeh pelan.


Aulia hanya mengeleng - gelengkan kepalanya menanggapi seruan Kiki yang duduk di dekatnya itu.


Sementara itu...


" Idih... Kok Thoriq natap Aulia gitu banget sih ? Sampai - sampai ga denger Ibu Dina ngabsen ! " desis Clarissa dengan raut muka yang sangat sebal.


" Ya... Gue kan bilang apa, pasti Si Thoriq suka tuh sama Aulia ! " balas Vivi dengan santai.


" Ih lo ya, gak mendukung banget ! " timpal Clarissa semakin sebal.


" Oalah...Gue kan ngomong sesuai fakta Clar ! " ucap Vivi dengan pelan.


Clarissa hanya memutarkan bola matanya melihat tingkah laku sahabatnya itu.


❤❤❤


Sepulang sekolah...


Seperti biasa, Aulia dan Thoriq pulang bersama. Tapi mereka sama sekali tak mengungkit kekonyolan di dalam kelas tadi.


Mereka terus berbincang - bincang dan sesekali tawa lepas mengiringi langkah kaki mereka.


Tak lama kemudian...


" Halo Riq...! Seperti ada yang bahagia nih ! " seru Aldi yang tiba - tiba muncul dengan teman - teman Thoriq yang lain.


" Eh kalian ? Pulang bareng yuk ! " ucap Thoriq lantas menoleh ke arah sahabat - sahabatnya.


" Yoi bro "


~ AULIA POV ~


Di tengah perjalanan...


Aldi tiba - tiba ngomong soal kekonyolan Thoriq di kelas...


" Eh Riq... Ngomong - ngomong tadi lo di absen tuh, tapi kata Denny tuh lo malah asyik natap Aulia ! Bener tuh ? " ujar Aldi.


Sontak aku dan Thoriq menatap Aldi, tiba - tiba Denny nyeletukin...


" Ya iyalah Di, ga percaya banget lo sama gue "


" Oalah... bukan ga percaya Den, kan ga biasanya Thoriq seperti itu lho ! " balas Aldi dengan terkekeh.


" Haha.. Iya sih ! Sumpah salut gua sama lo Ul, bisa ngeluluhin hati Thoriq yang sangat beku " timpal Denny lantas disertai tawa teman - teman yang lain.


" Apa sih Den ? " ucap aku dan Thoriq dengan serentak.


Tapi tawa mereka semakin keras, seakan - akan meledek kami.

__ADS_1


" Haha... Ngomong aja bisa barengan gitu ! " ujar Surya lantas tertawa kecil.


" Ih... Kalian mah ! " balasku dengan senyum tipis sambil tersipu malu.


__ADS_2