
“Queena… Queena nerima kak Arsen,” ucap Queena dengan tatapan seriusnya. Menatap satu persatu orang di dalam ruangan itu yang kini tengah tersenyum ke arahnya dengan begitu lembut. Namun berbeda dengan Dewi yang kini malah terus menatapnya dengan tatapan datar nya dan begitu tajamnya.
Tangannya sudah mengepal dengan begitu erat. Kini ingin sekali ia segera pergi dari sana, namun Dhisi memegang tangan Dewi dengan begitu erat. Menandakan untuk melaran anaknya itu untuk pergi dan membuat ayahnya marah, jadi kini Dewi hanya bisa diam saja menahan kemarahannya.
“Tenang lah, ini memang sudah yang terbaik,” uap Dhisi memperingati anaknya itu yang kini menatap ke arah ibunya dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa ibunya meminta nya untuk tenang di saat seperti ini.
“Arsen kau harus menjaga Queena dengan baik. Jangan sakiti dia, atau kau akan mendapatkan akibat nya jika menyakiti putri ku,” ucap Carol memperingati Arsen yang kini tersenyum menenangkan mendengar ucapan Carol.
“Anda tenang saja Om. Saya akan menjaga Queena dengan baik,” ucap Arsen yang kini melihat ke arah Queena dengan senyumannya dan semua itu tak lepas dari pandangan seluruh mata yang berada di sana.
Setelah nya mereka mulai bertukar cincin. Mengatakan pertunangan yang hanya diketahui oleh keluarga mereka. Hingga malam semakin larut dan tawa mereka sedari tadi terus menghiasi ruangan tersebut mengabaikan hati lain yang kini begitu terluka melihat apa yang terjadi di depan nya saat ini.
“Queena, aku yang anter ya?” bujuk Arsen pada Queena yang membuat Queena mengerjapkan matanya beberapa kali. Sangat aneh rasanya melihat tingkah Arsen sekaran. Jika biasanya Queena yang akan memaksa untuk ikut bersama dengan Arsen. Namun kali ini malah Arsen sendiri yang menawarkan untuk nya.
“Dad,” panggil Queena pada ayahnya itu meminta persetujuan pada Carol. Carol tampak berpikir, sebenarnya ia ingin sekali untuk melarang nya karena ia tak ingin untuk satu mobil dalam keadaan yang tidak baik seperti ini hanya dengan Dewi juga Dhisi. Namun ia juga tak ingin untuk membuat Queena sedih atas penolakannya.
“Baiklah, tapi kalian harus berhati-hati. Awas saja jika sampai ada sedikit lecet saja pada Queena,” ancam Carol yang kini lagi-lagi ia gunakan untuk Arsen.
__ADS_1
Abraham yang melihat nya saja bisa tahu bagaimana sikap ayah dua anak itu pada anaknya. Begitu posesif dan menyayangi anaknya. Kini Sarah malah menatap penuh iba pada Queena. Sama dengan Abraham ia bisa melihat bagaimana posesif nya sayah Queena itu. Dan ia juga tahu bagaimana posesif nya Arsen.
Setelahnya mereka mulai bersalaman. Dan berpamitan. Carol tak tahu setelah ini bagaimana canggung nya keadaan di dalam mobil nya tanpa Queena karena ia belum pernah merasakan ini sebelumnya.
“Kau harus berhati-hati mulai sekarang nak. Kau memiliki ayah dan tunangan yang begitu posesif,” bisik Sarah saat Sarah memeluk Queena. Queena yang mendengar nya kini malah menelan saliva nya susah payah mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Sarah. sedangkan wanita itu kini hanya terkekeh melihat reaksi Queena.
“Berhati-hati lah. Arsen. Jangan mantu Mami baik-baik,” peringat Sarah pada anakya itu yang kini membuat Arsen menganggukkan kepalanya.
Setelahnya ia mulai menggiring Queena menuju mobil nya. Membukakan pintu untuk gadis yang kini resmi menjadi gadisnya itu. Tunangannya lebih tepat nya. Semua ini benar-benar tak pernah ada dalam list hidup Arsen. Menjadikan Queena sebagai gadisnya dan mencintai gadis itu. Dunia kadang memang sebercanda itu, takdir begitu suka mempermainkan manusia.
“Makasih ya, udah milih aku,” ucap Arsen yang kini menatap lurus ke arah Queena yang kii mengalihkan perhatiannya pada Arsen. Kini mereka duduk saling berhadapan dengan Queena di dalam mobilnya.
“Emang piter Daddy kamu,” ucap Arsen yang kii mengalihkan tatapannya ke arah depan untuk mulai menyetir mobilnya. Queena yang mendengar hal itu kini berhasil dibuat menganga karena nya.
“Bukan aku yang pinter?” tanya Queena pada Arsen dengan tatapan polosnya yang di jawab dengan gelengan tak kalah polos oleh Arsen.
“Kamu belajar dulu, baru nanti bisa pinter,” ucap Arsen pada Queena yang kini hanya membuat gadis itu berdecih mendengar nya.
__ADS_1
Setelahnya Arsen mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan menuju ke arah rumah Queena.
“Kira-kira di mobil Daddy sekarang secanfggung apa ya?” tanya Queena dengan helaan nafasnya. Arsen yang mendengar hal tersebut menaikkan sebelah alisnya sebelum akhirnya ia mengerti apa yang Queena maksud. Mengingat hubungan Carol bersama istri dan anaknya yang satu itu memang begitu buruk.
Di mobil Carol kini benar-benar canggung. Udara dingin dengan suasana canggung kini melingkupi mereka.
“Aku gak nyangka Queena bakalan tetep menerima perjodohan ini,” ucap Dewi dengan senyuman sinisnya yang berhasil membuat Dhisi yang duduk di samping nya kini menoleh ke arah anaknya itu dengan tatapan tajamnya. Memperingati anaknya itu agar tidak berbicara sembarangan.
“Jika yang berada di posisi kamu adalah Queena. Papa yakin kamu juga akan menerima nya,” sanggah Carol tak kalah sinis nya pada anaknya itu yang kini menatap ayah nya dengan tajam.
“Kamu tahu Queena mencintai dia. Kamu tahu bagaimana orang tuamu dulu, tapi kamu dengan sikap egoismu itu kini masih saja menyalahkan Queena. Kamu tahu, Queena sudah akan menolak nya. Namun karena Papa akan mengatakan akan membatalkan perjodohan ini jika Queena tak memilih Arsen, namun Arsen memilah Queena. Papa tidak ingin kejadian di masa lalu terulang lagi. Jadi lebih baik untuk mengantisipasi nya mulai saat ini,” ucap Carol menjelaskan pada anaknya itu yang kini malah menunjukkan senyuman sinisnya.
“Meskipun Arsen memilih ku mungkin Papa akan tetap membatalkan perjodohan ini, karena yang papa pikirkan hanya lah Queena. Persetan dengan masa lalu kalian, semua memang papa lakukan untuk Queena. Bukan hanya Queena yang membutuhkan kasih sayang, Pa. Tapi aku juga,” ucap Dewi dengan tatapan seriusnya pada ayahnya itu. Tatapan Dewi pada ayahnya yang kini dibatasi oleh kursi begitu dalam. Dhisi yang berada di samping Dewi bahkan bisa merasakannya dengan jelas.
“Jika Arsen memang memilih kamu, Papa pastikan kalian bersama. Namun sekarang Arsen sudah memilih Queena, jadi Papa mohon jangan ganggu hubungan mereka. Atau kamu akan tahu akibatnya,” tegas Carol tidak main-main dengan ucapannya.
Carol pernah berada di fase hubungannya diganggu orang ketiga. Dan itu begitu menyakitkan jadi ia tak ingin Queena juga mengalaminya. Setidaknya tidak dengan orang yang bisa Carol cegah. Jika memang tidak dapat dicegah maka sudah menjadi tugas Arsen sebagai laki-laki untuk melindungi hubungan mereka. Namun tentu dengan kerja sama dengan Queena.
__ADS_1
***