
Aulia terus menatap mobil yang membawa sahabatnya itu sampai tak terlihat lagi dari pandangannya.
Sementara itu...
Dalam perjalanan menuju Bondowoso, Thoriq terlihat tengah sibuk membaca novel yag diberikan oleh sahabatnya itu. Sontak, ia pun terkesiap ketika dia melihat foto dirinya dan Aulia yang rupanya sengaja ditempel sahabatnya itu di belakang sampul novel tersebut.
Ya...
Tiga buah foto polaroid dengan ukuran yang berbeda - beda.
Foto berukuran 3R adalah foto Aulia yang sedang duduk di rumah pohon sambil menulis, dari foto tersebut ia terlihat tidak sadar bahwa ada kamera yang menjepretnya.
Di sisi kiri bawah ada foto berukuran 4R yang memperlihakan Thoriq dan Aulia yang sedang berada dalam perpustakaan rumah Thoriq.
Dan yang satu lagi foto berukuran 5R saat mereka berdua sedang bersepeda bersama.
Thoriq menyunggingkan senyuman manisnya melihat foto - foto itu. Kejadian 1 bulan yang lalu saat pertama kali ia datang ke Sidoarjo dan waktu itu dia memberikan surprise ulang tahun kepada sahabat perempuannya itu sampai kenangan indah bersama Aulia selama kurang lebih 1 bulan lamanya hingga momen berpamitan tadi kembali berputar dalam memorinya.
Mobil yang ditumpanginya terus menyusuri jalanan beraspal yang berliku - liku. Mata Thoriq memandang lepas pemandangan indah di luar sana. Pohon - pohon menjulang tinggi di sisi kanan dan kiri jalanan. Persawahan hijau dengan latar belakang pegunungan yang begitu indah.
Seketika jiwa petualang Thoriq bergetar melihat semua panorama yang begitu memanjakan mata tersebut. Ingin sekali rasanya ia berjalan - jalan menikmati semua itu.
__ADS_1
Tiba - tiba...
Pikiran itu pun terbesit dari kepalanya dan ia bertekad suatu saat nanti dia harus membawa sahabatnya itu berjalan - jalan dan berpetualang bersamanya.
' Oh... Seandainya Aulia melihat ini semua...Akan kuajak dia berpetualang bersamaku...! '
πππ
Beberapa hari kemudian...
Tak terasa mereka sudah masuk bersekolah...
Setelah melihat beberapa plang yang tertempel di sudut atas pintu kelas, akhirnya ia menemukan kelas yang ingin ia tuju. Sebuah ruangan yang sangat indah dan tertata rapi.
Ya...
SMPN 4 SIDOARJO memang merupakan sekolah paling indah di Sidoarjo dan tentunya bukan sembarang sekolah, tak hanya indah tapi juga berprestasi.
πΊπΊπΊ
Aulia pun berjalan dengan santai memasuki kelasnya lalu ia duduk di bangku depan. Ya... Alasannya simple aja, pertama dia tak ingin terganggu dengan teman - temannya yang suka ngobrol pada saat jam pelajaran.Dan yang kedua ia ingin lebih berkonsentrasi saat guru sedang menerangkan.
__ADS_1
Di sana sudah ada beberapa siswa ( i) yang masih canggung satu sama lain. Sehingga mereka asyik dengan dunianya sendiri.
Kriiinnggg Kriinnggg Kriiinnggg...
Bel berbunyi 3 kali, pertanda MOS akan segera dimulai. Siswa - siswi pun semuanya berhamburan menuju ke lapangan karena mendengar instruksi Kepala Sekolah dari pengeras suara.
Aulia melihat sekelilingnya yang dipenuhi hiruk pikuk siswa (i) baru lalu matanya memandang lepas ke seluruh penjuru sekolah. Terlihat taman - taman hijau dan air mancur yang seketika memanjakan mata.
' Hufftt... Hari yang lumayan membahagiakan. Tapi akan lebih bahagia seandainya Thoriq ada disini ' batinnya
Di sisi lain...
Di SMP NEGERI 4 BONDOWOSO...
Terlihat Thoriq yang tengah berbincang - bincang hangat dengan salah seorang teman laki - lakinya. Sesekali mereka tertawa ria dan menuju ke lapangan untuk melakukan MOS.
Di tengah - tengah aktivitas MOS...
Thoriq tiba - tiba teringat dengan sahabatnya, Aulia.
' Apa kabar dengan Aulia ya..? Pasti dia tuh udah seru - seruan di sekolah imdah itu. Seandainya aja aku bisa bersekolah disana...Hufftt..' pikirnya
__ADS_1