
“Apa yang terjadi?” tanya Sarah yang kini terlihat kebingungan melihat Queena yang malah pergi dengan wajah sedihnya. Carol yang melihat hal itu kini sudah bangun dari tempat duduknya dan hendak menghampiri anaknya itu namun ucapan Arsen selanjutnya malah membuat nya terhenti.
“Maaf tapi aku menolak perjodohan ini,” tegas Arsen yang kini tentu saja membuat kedua orang nya semakin terkejut dengan perkataan Arsen.
Sebelumnya laki-laki itu sudah menyetujui perjodohan ini tanpa penolakan setelah mengetahui keluarga yang akan melakukan perjodohan dengannya. Namun kini tiba-tiba saja Arsen malah menolaknya. Abraham terlihat begitu murka mendengar ucapan anaknya itu.
Apa ini sebuah dendam atas perjodohan ini, hingga ia tak menolak perjodohan saat bersama dengan keluarganya namun malah menolak nya langsung di depan Carol dan keluarganya untuk membuat ayah nya itu malu.
“Apa yang kau katakan?” marah Abraham pada anaknya itu yang kini menatap Ayah nya dengan tatapan datarnya.
“Karena aku pikir yang akan bertunangan dengan ku adalah Queena,” ucap Arsen menjelaskan.
Carol menghembuskan nafasnya, kini ia mengerti mengapa anaknya itu pergi begitu saja saat melihat keberadaan Arsen.
“Maaf tapi saya harus mengejar putri saya. Mungkin tentang perjodohan ini bisa kita bicarakan kembali nanti,” ucap Carol yang setelahnya seera pergi dari sana untuk mengejar anaknya itu.
Dewi yang yang mendengar hal itu mengepalkan tangannya marah. Lagi-lagi Queena yang berada di depan. Lagi-lagi Queena yang selalu menjadi pilihan. Entah mengapa dua pria yang dicintainya malah lebih mencintai Queena.
Carol kini segera pergi menyusul anaknya sedangkan Arsen kini berusaha untuk menenangkan dirinya.
“Mi, Pi. Maaf Arsen ngejar Queena dulu,” ucap Arsen yang kini membuat kedua orang tuanya menghembuskan nafasnya kasar. Sedangkan ibu Arsen kini kebingungan.
Tatapannya kini beralih pada Dewi yang sedari tadi terus tersenyum kini sudah menatap sendu ke arah depan.
“Maafin Arsen ya Dewi. Namanya juga cinta, bukankah sulit untuk di paksa? Entah di paksa untuk memulai atau di paksa untuk mengakhiri, semua sama-sama sulit,” ucap Sarah dengan tatapan bersalah nya pada Dewi.
“Nyonya Dhisi, maaf. Kami pergi dulu,” pamit Abraham yang Dhisi balas dengan senyuman juga anggukan.
Dhisi menoleh ke arah anaknya yang kini memejamkan matanya berusaha untuk menahan amarahnya juga tangisnya yang seolah siap untuk turun kapan saja.
__ADS_1
“Kita pulang ya,” ajak Dhisi pada Dewi sambil mengelus pundak anaknya itu.
Dengan wajah sendunya Dewi segera berdiri dan berjalan lebih dulu dari ibunya itu. Dewi memejamkan matanya berusaha untuk mengontrol dirinya sendiri. Pada akhirnya ia tahu Anaknya itu akan kembali dikecewakan.
Dari tatapan Dewi pada Arsen, Dhisi tahu anaknya itu menyukai Arsen. Namun saat kedatangan Queena, semua nya berubah. Queena juga menyukai Arsen dan Arsen yang menyukai Queena. Apa kini kisahnya akan terulang kembali?
Tidak, ia tak bisa membiarkan hal itu terjadi. Ia tak bisa membiarkan anaknya hidup tanpa cinta sama seperti dirinya. Dan ia tak ingin ada Erlinda lain. Ia ingin semua berjalan baik-baik saja tanpa sebuah penyesalan di kemudian hari.
***
Queena kini melangkah dengan langkah lelah nya keluar dari restoran tersebut. Bahkan kini ia harus berpegangan pada dinding untuk melangkah. Ia benar-benar lemas saat mengetahui laki-laki yang akan di jodohkan dengan Dewi adalah laki-laki yang begitu ia cintai. Dan laki-laki tersebut ternyata sudah menerima perjodohan itu.
“Apa selama ini perlakuan kak Arsen yang begitu baik sama aku hanya sebuah bentuk kasih sayang seorang kakak pada adiknya karena kak Arsen akan menjadi kakak aku?” tanya Queena dengan air matanya yang kini sudah mengalir dengan begitu deras nya.
Di depan restoran tersebut Queena terduduk lemas, kini ia memeluk dirinya sendiri. Tangisnya semakin menjadi. Hatinya kini begitu sakit mengetahui laki-laki yang dicintainya akan menjadi kakak ipar nya. Terdengar begitu konyol.
“Jangan menangis Queen, Mommy mu bisa marah pada Daddy karena membuat anak yang dicintainya menangis,” pinta Carol yang malah semakin membuat Queena mengeraskan tangisannya hingga Carol bingung juga harus melakukan apa.
“Daddy jahat, Daddy jahat udah jodohin kak Arsen sama Kak Dewi. Apa Daddy gak sadar, laki-laki yang selama ini aku ceritain ke Daddy itu kak Arsen, orang yang begitu Queena inginkan itu kak Arsen, Daddy,” tangis Queena yang terdengar begitu pilu bagi Carol. Ini memang salahnya tak mencari tahu tentang laki-laki yang disukai anaknya ity. Andai saja ia bisa untuk lebih teliti lagi mungkin kejadian ini tak akan terjadi.
“Maaf kan Daddy nak. Kita bisa bicarakan ini di rumah, sekarang tenangkan dirimu. Setelah kau tenang kita pulang,” ucap Carol berusaha untuk menenangkan anaknya itu.
Setelah di rasa Queena mulai tenang Carol membantu anaknya itu untuk segera berdiri dan berjalan ke arah mobil mereka. Saat sampai di mobil ternyata disana sudah ada Dewi dan Dhisi yang menunggu mereka. Namun mereka saling terdiam seolah tahu tempat untuk tidak saling berdebat.
***
Arsen kini berlari mengejar Queena. Ia melihat sekeliling. Berusaha untuk mencari keberadaan gadis itu. Namun ia tak juga menemukannya. Arsen berjalan keluar restoran dan ia dapat melihat Queena yang tengah menangis dalam pelukan ayahnya.
Arsen selalu saja merasa tak tahan saat melihat gadis itu menangis seperti ini. Namun untuk kali ini ia tak bisa menghampirinya karena disana sudah ada Carol. Ia tak ingin menjadi pengganggu antara anak dan ayah itu.
__ADS_1
Setelah Queena tenang bisa Arsen lihat, Carol segera membawanya pergi. Arsen menghembuskan nafasnya kasar lalu segera berjalan kaki pergi dari sana, mengingat tadi ia pergi bersama dengan kedua orang tuanya.
Arsen mengambil bungkus rokok yang dibawanya lalu mulai menyalakan satu batang rokok nya. Ingatannya kini kembali pada saat ia dan keluarganya tengah membicarakan tentang perjodohan ini.
Saat itu Arsen baru saja selesai balapan. Saat ayah nya sudah menunggu nya di ruang keluarga untuk berbicara dengan anaknya itu.
“Duduklah, Papi mau ngomong sama kamu,” ucap Abraham dengan tegas yang kini membuat Arsemn berjalan dengan malas dan wajah datar nya ke arah ibu dan ayah nya yang kini sudah menunggunya.
“Papi gak pernah ngelarang kamu untuk melakukan apapun kan? Asalkan itu bukan hal yang kelewat batas?” tanya Abraham tiba-tiba yang membuat Arsen kini menganggukkan kepalanya sambil menatap bingung ke arah ayahnya.
Ya. Memang ayahnya itu tak pernah melarang Arsen untuk melakukan apapun. Selagi bukan membunuh, terlibat dengan narkoba, ataupun bermain perempuan. Namun kini Arsen di buat bingung dengan arah pembicaraan ayahnya ini.
“Lalu bisakah Papi meminta satu hal pada kamu Arsen?” tanya Abraham dengan tatapan penuh harapnya yang membuat Arsen kini semakin kebingungan.
“Papi sudah mengatur perjodohan kamu sama anak dari rekan bisnis Papi. Papi mau kamu menerima perjodohan ini,” ucap Abraham yang langsung membuat Arsen kini membelalakkan matanya mendengar ucapan ayahnya itu.
“Gak. Arsen gak mau. Arsen memiliki pilihan Arsen sendiri. Apa Arsen gak bisa untuk bersama dengan pilihan Arsen seperti Mami dan Papi yang hidup dengan pilihan kalian?” marah Arsen pada kedua orang tuanya itu yang kini menundukkan kepalanya berusaha untuk berbicara baik-baik pada anaknya itu.
“Arsen, ikatan kerja ini akan semakin kuat. Kamu bayangkan saya perusahaan Bumantara dan perusahaan Wirasena menyatu. Dua perusahaan raksasa menjadi satu, apa itu bukan sesuatu yang menguntungkan? Dan kamu tahu sendiri Perusahaan Bumantara juga didukung penuh oleh perusahaan Hasyim dan memiliki sebagian hak atas perusahaan Triona? Memang perusahaan milik kita bisa berada di atas mereka. Namun jika perusahaan besar ini tergabung menjadi satu, bukankah itu hal yang baik?” tanya Abraham berusaha untuk meyakinkan anaknya itu yang kini tampak terkejut.
“Baiklah aku menerima nya,” ucap Arsen yang membuat kedua orang tuanya terkejut sekaligus senang mendengar jawaban Arsen.
Kedua orang tuanya saat itu tak tahu saja jika yang Arsen pikirkan adalah Queena. Ia pikir yang akan di jodohkan dengan nya adalah Queena. Arsen berpikir Queena lah yang meminta ayahnya itu untuk menjodohkan mereka.
Namun siapa yang sangka jika semua berjalan tanpa diketahui oleh anak-anak mereka. Hingga Arsen yang berpikir jika wanita itu adalah Queena langsung menerima nya begitu saja. Tanpa menanyakan siapa yang akan dijodohkan dengannya.
Ia memang bodoh tak menanyakan hal itu. Dan kini karena itu ia harus melihat gadis yang ia cintai terluka. Ya. Ia mulai mencintai Queena. Entah sejak kapan namun Arsen merasakan hal tersebut. Ia mulai nyaman dan takut kehilangan gadis itu.
***
__ADS_1