
~ Author's POV ~
Hari itu...
Di kediaman Aulia...
Meskipun ia sudah libur, tapi Aulia tetap bangun lebih awal. Ya... Karena ia harus melakukan rutinitas seperti biasa, yaitu ' bersih - bersih rumah '. Memang, di rumahnya yang sangat megah itu tak ada seorang pembantu. Itu sudah menjadi kemauan kedua orang tuanya. Mereka tak ingin dengan adanya pembantu di rumah itu akan membuat Aulia dan Kakaknya menjadi anak - anak yang ' pemalas '.
Ya... Kedua orang tuanya memang terbilang
' mandiri ' dan itulah yang mereka ajarkan kepada anak - anaknya. Meskipun sibuk, tapi mereka tak pernah melupakan kodratnya sebagai orang tua yang memegang peranan penting dalam keluarga.
••••••••
Di halaman rumahnya yang sangat luas itu, Aulia kelihatan tengah membersihkan halaman rumahnya bersama dengan kakak laki - lakinya, Munggaran.
Di cerita sebelumnya...
Tak pernah menceritakan tentang saudara Aulia. Tapi sebenarnya dia punya kakak laki - laki yang hanya selisih dua tahun dengannya.
••••••••
Tak lama kemudian...
Mereka telah membersihkan halaman rumahnya. Kakak Aulia sudah masuk ke dalam rumah, sementara Aulia duduk di teras rumahnya.
Beberapa menit kemudian...
__ADS_1
" Eh... Hy Riq...! Sini... " panggil Aulia dengan ramah sambil melambaikan tangannya dikala ia melihat Thoriq memasuki halaman rumahnya.
" Iya Ul... " balas Thoriq disertai dengan senyuman khasnya
" Ayo...! Masuk Riq..." ajak Aulia
" Eh... Gak Ul. Aku disini aja " tolak Thoriq sambil duduk di kursi teras
" Yakin ? Disini masih dingin lho Riq " bantah Aulia
Ya...
Seperti biasa di daerah mereka yang terletak di Kota Sidoarjo, jika masih pagi hari cuaca terasa sangat dingin.
Karena tak tega melihat sahabatnya berada di luar rumah, Aulia pun menarik lengan Thoriq dengan lembut dan membawanya masuk ke dalam rumah.
" Iya Tuan Putri... Aku masuk, tapi ga usah narik - narik aku dong " ledek Thoriq
" Ih.. Kamu sih. Ayo masuk ! " balas Aulia dengan sontak melepas lengan Thoriq
" Nah... Anggap aja rumah sendiri Riq " lanjut Aulia
Ya...
Mereka memang seperti itu dari dulu. Seperti saudara yang saling mengasihi. Bahkan, kedua orang tua mereka juga sudah menganggap mereka sebagai anak - anaknya.
" Sudah sarapan Riq... ? " tanya Aulia sambil duduk di dekat Thoriq
" Sudah kok "
__ADS_1
" Oh... Aku pikir belum. Kalau belum sarapan, kamu bisa sarapan disini kok Riq " jelas Aulia
" Eh... Gak usah repot - repot Ul " balas Thoriq
" Gapapa Riq... Tunggu disini dulu ya " ujar Aulia sambil berjalan masuk ke dapur
~ Aulia POV ~
Tak lama kemudian...
" Hai Riq... Liat aku bawa apa " seruku sambil meletakkan dua gelas minuman dingin di meja
" Hey... Ya ampun Ul... "
" Inilah Dark Chocolate kesukaan Thoriq Rizky Maulidan buatan saya sendiri. Nah... Silahkan diminum Pangeran..." candaku sambil menyodorkan segelas dark chocolate kepada Thoriq
" Kamu bisa saja Ul. Tapi btw... Makasih banyak lho. Tau aja apa yang aku suka " balas Thoriq sambil mengambil gelas itu dari tanganku
" Oh.. Tentu saja pangeran... " jawabku sambil tertawa
" Wah... Ini enak banget ! " ujar Thoriq sambil mencicipi Dark Chocolate itu
" Pasti dong... " balasku
Hari itu kami lalui bersama dengan sangat bahagia dan penuh canda tawa. Jujur, aku sangat bahagia mempunyai seorang sahabat seperti Thoriq. Menurutku, ia laki - laki sejati. Karena dia selalu menjagaku saat kedua orang tuaku tak ada di rumah, menjagaku dari orang - orang yang akan menyakitiku.
Tak hanya itu, Thoriq juga punya hobi yang sama denganku. Sehingga kami selalu menghabiskan waktu bersama - sama. Entah itu belajar, menulis, membaca komik, menonton film, bersepeda dan beberapa hobi kami yang lainnya.
Dan satu hal yang sangat aku suka darinya. Thoriq bisa bertingkah seprti Ibu, Ayah, dan Kakakku.
Ia bisa sangat mengasihi dan memberikan perhatian layaknya seorang Ibu kepada anaknya.
Ia juga bisa bersikap tegas, selalu memberikan nasihat, dan selalu menjagaku layaknya seorang ayah kepada anaknya.
Dan dia juga bisa berbagi segala hal, selalu menghibur dan menemaniku layaknya seorang kakak kepada adiknya.
__ADS_1
Thank you Thoriq... 💙
You will forever be my best friend 😍💙