Renjana

Renjana
Ingin Memulai Kembali


__ADS_3

Dua orang remaja yang akan memasuki masa transisi menuju dewasa itu kini duduk saling berhdapan di sebuah cafe. Hanya keheningan yang tercipta di antara kedua nya. Tak ada yang memulai pembicaraan lebih dulu.


“Kenapa Ar?” tanya Meylen pada Arsen yang kini duduk di hadapannya. Arsen yang mendengar pertanyaan Meylen menghembuskan nafas nya kasar. Kini ia sudah membulatkan tekat nya untuk memutuskan hubungannya dengan Meylen dan kembali pada Queena.


“Sebelumnya aku mau minta maaf Mey kalau belakangan ini kamu kurang nyaman sama aku. Karena jujur aja, aku juga gak bisa ngerasain kenyamanan yang dulu pernah aku rasain buat kamu. Sampai akhirnya aku sadar nyaman ku sekarang bersama Queena,” ucap Arsen dengan tatapan serius nya pada Meylen yang kini tampak hanya terdiam mendengar pernyataan yang kini di lontar kan oleh Arsen.


Kini Meylen tahu kemana pembicaraan mereka selanjutnya akan berlanjut. Meylen benar-benar tak ingin mendengar semua ini. Namun ia juga tak bisa untuk menghentikan Arsen.


“Kamu gak perlu minta maaf Arsen. Aku gak masalah kok. Kita bisa mulai semua nya perlahan,” ucap Meylen yang masih berusaha untuk menampilkan senyumannya. Arsen yang mendengar uapan Meylen memejamkan matanya sambil menundukkan kepalanya.


“Bukan ini yang aku maksud, kita udah gak bisa lagi untuk memulai semua nya Mey. Kita udah ada di jalan kita masing-masing, semua yang aku rasain sama kamu selama belakangan ini kita bareng tuh rasa nya hambar. Malah aku ngerasa aku lebih merindukan Queena, aku lebih memperdulikan Queena, dan aku merasa takut kehilangan Queena,” ucap Arsen dengan ucapannya yang melemah di akhir kalimat nya saat Arsen mengatakan jika ia ia takut kehilangan Queena.


“Tapi kamu udah kehilangan Queena Ar, dia udah gak mau lagi ketemu sama kamu,” ucap Meylen berusaha untuk meyakinkan Arsen, jika yang kini berada di pihak nya dan mau untuk mendukung nya hanya lah Meylen.


Meylen lah yang kini ada untuk nya. Menemani Arsen. Dan bukannya Queena.  Meylen berharap agar Arsen mengerti akan hal itu.


“Aku akan usaha lagi buat dapetin dia. Karena aku sadar yang aku rindukan dari kita bukanlah kamu tapi hanya kenangan kita. Namun nyatanya hati ku udah untuk Queena,” ucap Arsen dengan kesungguhan dalam setiap ucapannya. Meylen memejamkan matanya berusaha menahan air mata nya yang akan jatuh.

__ADS_1


“Tapi aku sayang sama kamu Ar,” ucap Meylen yang kini sudah meneteskan air matanya. Ia sudah tak bisa lagi untuk menahan air matanya.


“Tapi aku engga Mey, dengan semua ini yang ada aku hanya nyakitin kamu dan Queena, juga nyakitin diri aku sendiri dengan memaksakannya. Aku hancur Mey, aku gak bisa terus memaksakan kamu untuk aku. Aku harap kamu bisa ngertiin ini Mey. Jika kita putus ya, jangan ganggu aku sama Queena lagi,” ucap Arsen yang kini segera berdiri dari duduk nya. Melihat Meylen yang kini menangis ia sedikit tak tega, kareba bagaimanapun ia masih memilik hati nurani.


“Kamu jahat Arsen, aku udah berjuang bua kamu tapi kamu berjuang buat orang lain,” marah Meylen yang sama ekali tidak di pedulikan oleh Arsen yang kini lebih memilih untuk segera pergi dari sana meninggalkan Meylen dengan amarahnya.


Kini tujuan Arsen selanjutnya adalah rumah Queena. Ia ingin menemui gadis tersebut meskipun ia harus bersiap dengan resiko yang harus terjadi kedepannya.


Motor laki-laki itu melaju dengan keceoatan tinggu menuju ke arah rumah besar milik Queena. Hingga tak membutuhkan waktu lama untuk nya agar sampai di rumah yersebut. Arsen segera turun dari motornya, membuka helm nya lalu segera berjalan menuju ke arah pintu.


“Ngapain lo ke sini?” tanya Dewi dengan nada ucapannya yang tak bersahabat. Sebelumnya ia memang mendukung Arsen. Namun setelah kejadian tadi ia sudah tak lagi mau mendukung laki-laki yang sudah menyakiti adik nya itu.


“Gue mau ketemu sama Queena, lo bisa bantu gue ketemu sama dia?” tanya Arsen dengan tatapan penuh harap nya yang kini malah membuat Dewi menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum dengan sinisnya mendengar pertanyaan Arsen.


“Jelas gak boleh lah, setelah apa yang lo lakuin ke adik gue? No. Mending sekarang lo pergi,” usir Dewi dan hendak menutup pintu rumah nya. Namun Arsen dengan segera menahannya. Dewi menghjembuskan nafasnya kasar sambil memutar bola matanya malas dengan tingkah Arsen.


“Mau apa lagi sih lo?” marah Dewi pada laki-laki di depannya itu dengan seenak nya datang ke rumah nya dan mengatakan akan bertemu dengan Queena, setelah apa yang Arsen lakukan padanya.

__ADS_1


“Gue cuma mau ketemu Queena, plese. Sebentar aja, gue mohon. Lo tau gue sayang banet sama dia De,” ucap Arsen berusaha membuat Dewi mengerti dan mau mempertemukannya dengan Queena, namun kini Dewi malah menatapanya dengan begitu datar.


“Sebelum nya mungkin gue percaya sama ucapan lo itu. Dan mau buat bantu lo. Tapi setelah apa yang gue liat tadi di sekolah gue gak bisa lagi buat percaya sama lo. Gue gak bisa lagi buat bantu lo. Lo tau saat lo jemput Meylen? Di sana ada Queena yang natap lo dengan tatapan trluka nya, lo pikir setelah itu gue mau buat bantu lo lagi? Engga,” tegas Dewi dengan tatapan tajamnya. Sedangkan Arsen kini begitu terkejit mengetahui jika ternyata Queena ada di sana saat ia menjemput Meylen. Ia terlalu fokus dengan tujuannya hingga ia tak melihat sekitar nya.


“Lo bego Ar, seenggak nya kalau emang lo mau jemput Meylen liat-liat dulu janga jelas gitu dong selingkuh nya. Kan ilang respect gue ke lo,” sungut Dewi dengan begitu sinisna. Jika mengingat semua itu ia benar-benar merasa menyesal telah membantu Arsen.


“Kalian salah paham. Gue jemput Meylen bukan untuk yang kalin pikirkan,” jels Arse yang kini malah membuat Dewi terkekeh mendengar nya. Hingga tak lama senyuma sinis dan tatapan sinis Dewi berganti menjadi terkejut saat mendebngar ucapan Arsen selanjut nya.


“Gue jemput dia buat ngasih ketegasan sama hubungan kita dan mengakhiri semua nya. Gue mau ngasih tau ke dia kalau oran yang gue cintai itu Queena dan gue mau dia berhenti buat ganggu gue  juga Queena. Itu yang gue lakui,” ucap Arsen menjelaskan pada Dewi yang kini sontak terdiam mendengar penjelasan Arsen.


“Jadi bantu gue buat ketemu Queena,” ucap Arsen dengan tatapan memohonnya pada Dewi. Dewi menghembuskan nafasnya kasar.


“Queena lagi tidur, mending lo balik lagi nanti,” ucap Dewi yang setelah nya langsung menutup pintu nya. Arsen menghembuskan nafasnya kasar dan pada akhirnya kini ia hanya bisa untuk mengikuti ucapan Dewi.


***


__ADS_1


__ADS_2