
Saat aku sedang asyik-asyiknya membereskan bukuku. Tiba - tiba Clarissa dan gengnya kembali menghampiri Thoriq.
Aku hanya melihat mereka sekilas lalu kembali sibuk dengan aktivitasku.
" Halo Riq... Ke kantin bareng yuk ! " kudengar Clarissa yang mengajak Thoriq
" Gak ! " aku melihat Thoriq menolak ajakan Clarissa secara mentah-mentah
Setelah itu dengan cepat Thoriq langsung menarikku dengan lembut sambil berkata...
" Ke kantin yuk Ul ! " ajaknya
Aku hanya terdiam menatap Thoriq yang memegang lenganku dan aku terus mengikuti langkahnya. Tapi aku risih juga karena ia tak kunjung melepaskan pegangannya. Sementara di koridor kelas banyak orang, dan aku yakin mereka pasti menatap kami. Duh malu banget !
Dengan setengah berbisik aku berkata kepada Thoriq...
" Riq... Ga usah gitu amat pegangannya ! Malu tau diliatin banyak orang " ujarku
" Eh sorry Ul. Hehe... " Thoriq langsung melepaskan tanganku sambil tertawa kecil
~ Author's POV ~
Sementara itu di kelas mereka...
" Waduh... Jangan-jangan Si Thoriq suka tuh sama Aulia ! " celetuk Vivi
" Enak aja lo kalo ngomong ! " timpal Clarissa yang hampir menabok mulut sahabatnya yang ceplas-ceplos itu
Denny yang melihat hal itu langsung nyeletukin...
" Eh Clar... Bener kata Vivi ! Thoriq tuh udah punya wanita pujaan, lo buta ya ? Seharusnya lo tau mereka itu bukan sekedar sahabat, tapi mereka saling menyayangi lebih dari itu ! " celetuk Denny dan langsung tertawa mengejek Clarissa
" Alah... Sotoy lu ! " cibir Clarissa
" Yaudah kalau gak percaya, tapi kesimpulannya lo gak usah gangguin mereka lagi deh ! Lo gak lihat apa muka Thoriq yang nggak suka banget kalo lu deketin dia ? Sadar diri dong ! " balas Denny dengan sengit
" Ih... Itu mulut ember banget ya! Bukan urusan lo juga " desis Clarissa dengan muka marah
" Whatever ! " seru Denny lantas beranjak dari tempat duduknya dan langsung nyelonong ke luar kelas
Clarissa dan gengnya hanya memasang muka sebal lalu mereka kembali duduk di bangku masing - masing dengan wajah badmood.
Sementara itu...
Sahabat - sahabat Thoriq saling beradu pandang. Lalu mereka saling bertanya-tanya...
" Eh bener tuh yang diomongin Denny ? " tanya Surya
" Gak tau tuh gua... Tapi kalau dilihat - lihat sih kayaknya Thoriq emang suka sama Aulia ! " jawab Kiki
" Hmm... Iya bener tuh ! Lagian nggak papa juga kan ? Mereka emang kelihatan cocok " timpal Rino
" Iya sih. Kalau gitu kita ke kantin yuk, kumpul bareng mereka ! " ujar Surya sambil beranjak dari tempat duduknya
Sementara itu...
Arga termenung setelah mendengar percakapan teman - temannya itu. Hatinya bagaikan ditusuk jutaan pisau ketika mengetahui ternyata sahabatnya juga memendam perasaan kepada orang yang juga dicintainya.
" Ga... Tumben melamun, ke kantin yuk ! " ajakan Kiki seketika membuyarkan lamunan Arga
" Eh...Iya " balasnya singkat lalu mengekor dibelakang teman-temannya
~ AULIA POV ~
Aku dan Thoriq sudah sampai di kantin. Rupanya sudah banyak siswa ( i) disini. Dengan cepat kami berjalan menghampiri salah satu meja yang kosong.
" Duduk Ul ! " ucap Thoriq
" Iya Riq " aku langsung duduk di depan sahabatku itu
" Kamu mau pesan apa Ul ? Biar aku yang bayar ! " ucapan Thoriq seketika membuatku tersentak kaget
" Eh... Gak usah Riq ! " tolakku sambil menatap wajahnya dengan serius
" Nggak papa Ul ! Anggap aja rezeki, gak boleh ditolak lho ! " timpal Thoriq dengan tersenyum lebar
" Ya ampun Riq ! Yasudah deh kalau itu mau kamu " balasku dengan pasrah
" Bagus ! Ini daftar menunya " seru Thoriq sambil menyodorkan daftar menu ke arahku
Aku langsung mengambilnya dari tangan Thoriq lantas melihatnya selama beberapa detik.
" Aku pesen batagor Riq. Minumnya air putih aja, tapi jangan yang dingin ya ! " ucapku dengan pelan
" Oke...! Tunggu disini ya Ul ! Aku ke sana dulu " lanjutnya lalu beranjak menuju tempat pemesanan makanan
__ADS_1
Aku hanya duduk sendiri di bangku ini, sesekali melihat Thoriq di sana dengan kerumunan orang - orang di dekatnya. Kulihat Thoriq yang tersenyum lebar ke arahku. Aku hanya tertawa kecil melihat tingkahnya itu yang sangat menghibur hati.
Tak lama kemudian...
Aku melihat Thoriq tengah berbincang - bincang hangat dengan Ibu Wati, penjaga kantin ini. Tapi aku tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
~ Author's POV ~
" Permisi Ibu...!" sapa Thoriq dengan ramah
" Eh... Hai Thoriq, pesan apa Nak ? " tanya Bu Wati
" Batagor 1, nasi uduk 1, dan air minum 2 Bu " jelas Thoriq dengan pelan
" Baik.Ditunggu ya ! "
Sementara Ibu Wati menyiapkan pesanan dia juga bertanya pada Thoriq tentang Aulia.
" Itu perempuan pacarnya Nak Thoriq ya ? " tanyanya sambil menunjuk Aulia
" Eh... Dia itu sahabat kecil saya Bu " jawab Thoriq dengan tersenyum simpul
" Masa cuma sahabat ! Deket banget kelihatannya " goda Ibu Wati dengan tersenyum lebar
Thoriq hanya tertawa kecil
" Dia anak baru ya ? Soalnya saya baru lihat ! " tanya Ibu Wati
" Iya Bu, baru pindah kemarin " jawab Thoriq
🌺🌺🌺
~ AULIA POV ~
" Halo Aulia... ! Makanannya sudah datang nih ! " seru Thoriq sambil meletakkan makanan itu di depanku
" Wah...! Makasih ya Riq " ucapku dengan nada tak enak
" Tenang aja, gak masalah Ul ! " balas Thoriq dengan tersenyum lebar
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum simpul.
" Sekarang dimakan ya ! " lanjut Thoriq
" Oke... Sekali lagi makasih ya Riq. Kamu ter - the best deh ! Hehe..." pujiku sambil tertawa kecil
Tak lama kemudian...
" Hy Riq, Ul...! Boleh gabung gak ? " aku mendongakkan kepalaku dan melihat Denny dan beberapa teman - teman Thoriq yang lain
" Eh...Kalian silahkan duduk ! " ucapku
" Siip... Makasih ya Ul " jawab Denny lantas duduk di samping Thoriq
" Emm... Aku di meja lain aja ya guys ! " Arga langsung berlalu
" Eh Ga... ? Mau kemana ? " tanya Denny dengan setengah berteriak. Tapi Arga tak menggubrisnya.
" Eh... Kenapa dia ? " lanjut Denny dengan kebingungan karena melihat sikap Arga yang tak biasa
" Entah...! Arga Aneh banget hari ini, tadi aja dia sempat melamun " jelas Kiki
" Oh ya ? "
Aku melihat wajah kebingungan dari raut muka Thoriq dan teman - temannya. Entah ada masalah apa ?
Tapi beberapa menit kemudian, suasananya sudah normal kembali. Kami menikmati makanan masing - masing, sesekali kami tertawa lepas karena ada - ada saja bahan bercandaan dari Thoriq dan teman - temannya.
Tak lama kemudian...
Setelah selesai makan, aku izin ke toilet untuk membersihkan tangan.
" Riq... Aku ke toilet dulu ya " ucapku dengan pelan yang langsung ditanggapi anggukan oleh Thoriq.
❤❤❤
~ AUTHOR' S POV ~
" Lho... Aulia mau kemana Riq ? " tanya Denny yang menyadari aku tak ada di tempat dudukku
" Ke toilet " jawab Thoriq singkat
" Oh... "
Suasana hening kembali. Tanpa Thoriq sadari, sahabat - sahabatnya saling mengode untuk menanyakan hal yang membuat mereka saling bertanya - tanya. Ya... Apa lagi kalau bukan tentang perasaan Thoriq kepada Aulia !
__ADS_1
Dengan pelan, Surya mengalihkan perhatian Thoriq yang hanya diam saja.
Ya...
Thoriq memang terkenal sebagai anak yang pendiam / introvert. Meskipun begitu, kepribadiannya bisa dibilang sangat unik karena dengan semua itu ia tetap mempunyai sahabat dan teman - teman yang banyak. Selain itu, Thoriq juga terkenal sebagai anak yang sangat cerdas, aktif berorganisasi, dan uniknya dia tak pernah dekat dengan perempuan mana pun !
Tapi sejak kedatangan Aulia di sekolah ini, orang - orang (terutama sahabat - sahabat Thoriq) melihat perbedaan yang begitu mencolok !
Thoriq erlihat lebih sering bercerita, tertawa, dan selalu menghabiskan waktunya bersama sahabatnya itu. Awalnya sahabat - sahabat Thoriq tak heran dengan semua itu, karena mereka berpikir Aulia adalah sahabat kecil Thoriq !
Tapi setelah melihat perhatian demi perhatian yang Thoriq tujukan untuk Aulia, mereka yakin semua itu bukan semata - mata karena persahabatan mereka.
Mungkin saja Thoriq suka dengan Aulia !
Ya... Itulah persepsi dari sahabat - sahabat Thoriq.
" Eh Riq, boleh nanya sesuatu gak ? " tanya Surya
" Sesuatu ? Apa itu ? " sontak Thoriq langsung menoleh ke arah Surya
" Hmm... Sebelumnya aku minta maaf dulu Riq, takutnya kamu marah.Hehe..." ujar Surya dengan disertai cengiran
" Santai aja ! Ada apa sih ? " tanya Thoriq sambil menatap wajah Surya dengan raut muka penasaran
" Sebuah pertanyaan sederhana, cukup jawab ya atau tidak ! Tapi jawab yang jujur ya Riq ! Hehe " lanjut Surya
Thoriq hanya menganggukkan kepalanya.
" Emm... Riq, kamu suka ya sama Aulia ? " tanya Surya dengan pelan
Thoriq tersentak kaget mendengar pertanyaan itu. Sontak, ia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Terjadi pergolakan yang sangat kuat dalam hatinya, entah apakah ia harus jujur dengan perasaannya itu atau harus mengelak dengan semua itu.
Akhirnya beberapa detik kemudian...
Thoriq memilih untuk menceritakan semua itu, tentang perasaannya kepada sang sahabat sekaligus wanita pujaannya.
" Hmm... Sebenarnya lebih dari itu " jawab Thoriq sambil memandangi sahabat - sahabatnya
" Maksud kamu ? " celetuk Denny
" Ya...Bukan lagi suka, tapi aku cinta sama Aulia ! " lanjut Thoriq yang seketika mendapat sambutan cie dari teman - temannya
" Aduh aduh...! Siapa yang sih pasang drakor di sini " ledek Kiki yang langsung ditanggapi dengan tawa lepas teman - temannya
Sementara itu...
Arga mendengar semua percakapan mereka. Dengan hati yang terasa begitu sesak Arga terus menatap sahabat - sahabatnya yang tertawa begitu bahagia.
' Ternyata Thoriq sangat mencintai Aulia. Ya sudahlah, sepertinya mereka memang cocok. Mereka kan sama - sama cerdas, baik, sholeh / sholehah, tak hanya itu kepribadian dan segala hal yang mereka miliki hampir sama persis. Sedangkan aku ? Tak ada yang bisa dibanggakan ! ' batin Arga lantas berlalu meninggalkan tempat itu yang membuat hatinya terasa semakin sesak saja.
~ AULIA POV ~
Setelah membersihkan tangan, aku langsung keluar dari toilet. Dari kejauhan kulihat Thoriq dan teman - temannya yang kelihatan tengah tertawa lepas. Entah apa yang membuat mereka sebahagia itu !
Dengan berlari - lari kecil, aku menghampiri meja temoat mereka berada. Dan dengan senyuman khasku aku langsung menyapa Thoriq...
" Hy Riq...! " sapaku
" Eh Aulia...! " sambut Thoriq dengan tersenyum lebar
" Uhukk uhukk. Aduh...! Gua keselek nih " ujar Denny
Aku hanya menatap Denny sekilas,bingung dengan tingkahnya.
" Aduh...! Kok banyak nyamuk ya ? " sambung Rino sambil menepuk - nepuk tangannya ke udara
" Kalian ini kenapa sih ? " tanya Thoriq
" Eh... Kita kembali ke kelas ya Riq, Ul ! Banyak nyamuk disini " ujar Surya dengan beranjak dari tempat duduknya lantas diikuti oleh teman - teman yang lain
Aku lantas menatap mereka dengan kebingungan.
" Mereka kenapa Riq ? " tanyaku
" Sudah Ul, maklum aja mereka kurang kerjaan. Hehe " jawab Thoriq disertai tawa khasnya
Aku hanya mengangguk sambil tersenyum simpul.
Tak lama kemudian...
Karena sudah sangat jenuh di tempat ini, aku langsung mengajak Thoriq untuk kembali ke kelas.
" Riq... Kita ke kelas juga yuk ! " ajakku
" Oke siip. Ayo Tuan Putri...! " seru Thoriq dengan tersenyum lebar
__ADS_1
Aku hanya tertawa kecil melihat tingkah Thoriq yang selalu sukses membuatku tertawa.