Renjana

Renjana
Sebuah Usaha


__ADS_3

Setelah kejadian di club malam itu. Kini Arsen terus saja mengajar Queena. Berbagai cara ia lakukan agar bisa berbincang dengan Queena. Namun kini Queena selalu saja mengabaikannya. Namun berbeda dengan hari ini. Tak seperti biasanya. Kini Queena malah menanggapi Arsen yang tengah mengejar nya.


“Lo gak capek?” tanya Queena dengan tatapan penuh tanya pada Arsen.


Jika dulu pemandangan seperti ini dilihat dengan Queena yang mengajar Arsen malah kini kebalikannya. Arsen lah yang kini terus mengejar Queena. Bahkan banyak yang mengatakan jika ini adalah Karma yang tengah Arsen terima. Dan sebuah benefit untuk Queena.


“Aku gak akan capek Queena. Bukannya kamu dulu juga begini? Dan aku luluh kan? Siapa yang tahu setelah ini kamu juga bakalan luluh,” ucap Arsen dengan senyumannya pada Queena yang kini membuat Queena yang mendengar hanya memutar bola matanya malas.


“Udah ya kak. Gue gak bisa buat sama lo lagi. Jadi lupain gue,” tegas Queena pada Arsen. Jelas ia tak bersungguh-sungguh mengatakan semua itu karena hati nya kini jelas masih menjadi milik Arsen.Arsen seolah memiliki posisinya tersendiri di hati Queena.


“Gue gak bisa Queen, dan gue gak akan ngelakuin itu,” tegas Arsen seolah tak ada sama sekali keraguan dalam setiap ucapan laki-laki itu dan Queena dapat melihat nya dengan begitu jelas.


“Terserah lo kak. Tapi tingkah lo kemarin bener-bener bikin gue muak. Lo orang pertama yang mengajarkan gue tentang cinta tapi setelah nya lo juga yang mengajarkan gue tentang luka. Tentang bagaimana seharusnya mencintai, mencintai tanpa harus jatuh terlalu dalam itu perlu kan kak?” tanya Queena dengan begitu tajam dan sinisnya pada Arsen yang kini sudah mengepalkan tangannya. Ia begitu merutuki kebodohannya sendiri. Karena kebodohannya lah kini ia kehilangan gadis yang begitu ia cintai juga gadis yang begitu mencintainya.


“Gak Queen, gue salah. Gue minta maaf, gue mohon Queen balik jadi milik gue lagi,” mohon Arsen pada Queena. Queena memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya.


Tanpa mengatakan apapun lagi kini Queena segera pergi dari sana. Arsen yang melihat itu memejamkan matanya sambil mengusap wajah nya dengan gusar. Kebodohannya memang begitu fatal hingga kini ia harus menyakiti tiga hati sekaligus. Hatinya, Queena, juga Meylen. Harusnya dari awal ia sudah bisa mempertegas perasaannya sendiri pada Meylen ataupun Queena agar kini ia tak berada dalam posisi seperti ini.


“Namun jelas ia tak akan menyerah begitu saja. Arsen akan mengambil kembali apa yang harusnya tetap menjadi miliknya. Ia ingin Queena kembali padanya. Bahkan jika harus memohon pada Queena juga Carol pun ia akan melakukannya agar mendapatkan Queena kembali.


***

__ADS_1


“Gue sebenernya ogah ya bantuin lo. Cuma gue gak tega liat sahabat gue murung terus,” ucap Kina pada Arsen yang kini tengah memanjat pohon untuk memasang sebuah tirai.


“Kerja aja sih ribut banget,” sungut Edsel pada Kina yang sontak membuat gadis itu kini menoleh ke arah Edsel dengan tatapan tajamnya.


“Lo tuh yang ribut. Gue gak ngomong sama lo ya,” kesal Kina pada laki-laki yang kini tengah memperbaiki tirai.


Kini mereka tengah berada di taman. Dan semua ini adalah rencana Arsen yang sampai menyewa taman untuk rencananya kali ini. Ia berharap apa yang akan dilakukannya sekarang bisa untuk membuat Queena yang akhirnya akan luluh padanya.


“Untung ya adek gue belum bener-bener dibawa pergi,” ucap Dewi yang kini juga berada di sana. Kini ia lah yang mendukung Arsen. Bahkan membantu laki-laki itu untuk berbicara dengan ayahnya dan meyakinkan teman-teman mereka untuk membantu Arsen.


“Gue bakalan kejar kemanapun dia pergi,” ucap Arsen dengan begitu tegas nya. Tak ada keraguan sama sekali dalam ucapan laki-laki itu.


“Queena tahan gitu ya punya temen modelan kelain berdua? Ribet banget,” ucap Panca yang kali ini ikut menanggapi.


“Lo diem aja sih. Mulut gue ini,” ucap Calya. Kedua sahabat Queena dan sahabat Arsen memang sepertinya tak ada yang bisa akur. Sedari tadi mereka terus saja bertengkar bahkan itu membuat yang lainnya hanya bisa menggeleng tak habis pikir dengan keempat orang itu.


Kedua sahabat Queena yang jelas saja membela Queena. Dan sahabat Arsen yang tak terima sahabat nya selalu disalahkan akhirnya ikut membela. Padahal memang jelas jika Arsen lah yang salah.


“Kalian ribut mulu dah, diem napa,” ucap Bagas yang akhirnya kali ini ikut menimpali. Hubungan laki-laki itu dengan Arsen kini mulai membaik. Pertikaian yang hanya diakibatkan karena seorang perempuan dan rasa iri itu kini akhirnya terselesaikan juga.


Tak hanya ketua, dua geng motor itu saja yang berbaikan bahkan anggota mereka kini juga sudah berbaikan.

__ADS_1


“Cepet dikeluarin deh. Queena bentar lagi kelas les piano,” ucap Dewi saat melihat jam tangannya. Mendengar itu mereka hanya bersungut saja namun tetap saja pada akhirnya mereka segera menyelesaikan tugas mereka ini.


Setelah ini Queena mungkin akan melihat sebuah kejutan yang tak pernah ia bayangkan jika ia akan mendapatkannya. Arsen benar-benar tulus ingin meminta maaf pada Queena. Menjadikan gadis itu sebagai tunangannya lagi. Dengan susah payah ia meyakinkan ayah Queena jadi ia berharap jika Queena mau untuk memaafkannya.


***


Queena kini masih les piano. Namun karena ia baru datang sore. Jadi ia pulang saat mentari sudah mulai tergelincir, Queena memutuskan untuk menunaikan ibadah lebih dulu di masjid yang berada di dekat sana. Karena kakaknya yang berkata akan menjemput nya malah belum juga menjemput nya.


Setelah selesai dengan ibadah nya. Queena segera keluar dari masjid melihat ke sekeliling namun ia tak juga menemukan keberadan kakaknya. Queena berdecak kesal karena ia kini sudah begitu lelah dan juga lapar. Ia ingin segera pulang dan makan sepuasnya.


Hingga tak lama suara dering dari ponsel Queena mengalihkan perhatian gadis itu. Sebuah pesan masuk dari kakaknya.


Kak Dewi


Tunggu di pertigaan aja. Kakak ada di depan nih.


Sebuah pesan singkat yang membuat Queena menghembuskan nafasnya kasar. Namun tetap saja akhirnya ia kini menuju ke arah pertigaan depan gang yang tak jauh dari tempat latihan piano nya. Sepanjang perjalanan gadis itu terus saja merutuk karena lelah berjalan.


Namun saat sampai di depan gang kini Queena membelalakkan matanya melihat apa yang terjadi di depannya saat ini.


**

__ADS_1


__ADS_2