
" Oh iya Riq, aku bawa air mineral nih buat kamu ! " ujarku sambil menyodorkan satu botol air mineral yang telah aku siapkan dari rumah
" Wah...! Makasih ya Ul " balas Thoriq dengan tersenyum lebar
" Siap " ucapku dengan tersenyum simpul
Tak lama kemudian, akhirnya kami tiba di alun - alun Bondowoso.
" Nah, selamat datang di alun - alun Bondowoso Tuan Putri " seru Thoriq dengan disertai cengiran
Aku hanya tertawa kecil melihat tingkah Thoriq yang sangat konyol.
Sebelum kami masuk di alun - alun, kami mengambil tiket terlebih dahulu dan betapa bahagianya karena ternyata tiketnya tak perlu dibayar :)
" Wow...! Jarang - jarang nih ada yang kayak begini " celetukku saat kami telah meninggalkan tempat pengambilan tiket
" Oh iya dong, beda kan dari yang lain " timpal Thoriq
Aku hanya mengangguk dan mengikuti setiap jejak langkah kaki Thoriq yang membawaku melihat - lihat segala keindahan di sepanjang alun - alun ini.
Diย alun-alun Bondowoso ini juga memiliki banyak sekali spot foto yang sangat bagus untuk kita para pecinta foto kekinian. Di sekitar kawasan Alun-alun Bondowoso ini terdapat banyak fasilitas yang bisa dibilang cukup lengkap dan memiliki area parkir yang sangat luas. Selain itu di sepanjang kawasan alun - alun ini juga terdapat sebuah WC umum jika kita ingin membuang air kecil maupun besar, dan terdapat juga rumah makan jika kita merasa lapar.
Setelah melihat - lihat keindahan di sepanjang alun - alun ini dan kami juga mengabadikan beberapa momen terbaik dengan latar belakang keindahannya, selanjutnya aku dan Thoriq duduk bersantai sambil menikmati sore.
" Gimana, bagus kan ? " ujar Thoriq sambil duduk di sebelahku
" Iya indah banget ya ! " ucapku dengan masih berdecak kagum
Thoriq hanya tersenyum simpul menanggapi jawabanku.
" Oh iya Riq, aku bawa keripik talas khas Sidoarjo lho ! Mau gak ? " tawarku sambil mengambil cemilan khas kota kami itu dari dalam tasku
" Wah...! Mau dong Ul ! " ucapnya dengan antusias
Kami menikmati keindahan alun - alun Bondowoso dengan makanan khas kota kami itu. Sesekali Thoriq bercerita lagi tentang kota ini dan kejadian - kejadian selama ia pindah ke sini. Kami terus bercerita, bercanda, dan tertawa bersama sampai akhirnya aku menyadari satu hal...
" Waduh...! Gak kerasa ya udah jam 5 sore ! " seruku dengan menatap jam tangan yang bertengger manis di pergelangan tanganku
" Oh iya ya " timpal Thoriq lantas menatap juga jam tangan miliknya
" Pulang yuk Riq, kapan - kapan kita ke sini lagi " ajakku sambil beranjak dari tempat dudukku
" Oke siap Tuan Putri. Ayo pulang...! " balas Thoriq dengan santai
Aku hanya menyunggingkan senyumanku mendengar setiap pepatah kata yang dilontarkan Thoriq demi membuat suasana tetap hangat.
Seperti saat kami berangkat ke alun - alun, saat kami pulang ke rumah, aku dan Thoriq tetap berjalan dengan santai. Mencoba menikmati setiap langkah kaki kami dan apa yang kami lalui di jalan.
__ADS_1
" Beneran nih Ul, gak capek kamu ? " tanya Thoriq sambil menatapku sekilas
" Ngga Riq, kalau kamu capek istirahat dulu ! Aku nungguin " jawabku sambil menatapnya dengan serius
" Eh, gak kok Ul. Hehe " timpal Thoriq disertai cengiran khasnya
" Serius lho Riq, nanti kamu kecapean " bantahku
" Santai aja Ul, seharusnya aku yang bilang kayak gitu. Aku kan cowok dan harus kuat, sementara kamu cewe ! Hehe " lanjutnya lantas tertawa
" Ah... kamu bisa aja Riq " ucapku
Setelah itu kami pun tertawa bersama.
Kurang lebih 39 menit menempuh perjalanan, akhirnya kami sampai di Perum Villa Kembang Asri. Di teras rumah, terlihat Ayah yang tersenyum lebar sambil melihat kami lalu beliau berkata
" Gimana jalan - jalannya ? " tanya beliau pada kami
" Keren banget Yah pemandangan kota Bondowoso . Thoriq juga sempat cerita tentang fakta - fakta menarik kota ini " jawabku dengan antusias
Thoriq hanya tersenyum simpul menanggapi perkataanku.
" Wah...! Terima kasih banyak ya Thoriq, sudah jagain dan kembali bawa pulang Aulia dengan selamat. Hehe " ujar Ayah sambil tertawa kecil
" Hehe... Gak masalah Om! " jawab Thoriq dengan tersenyum ramah
" Oke "
" Bye Aulia " ujar Thoriq dengan melambaikan tangannya ke arahku
" Iya Riq, bye ! " balasku dengan membalas lambaian tangannya sambil tersenyum lebar
๐๐๐
Malam itu...
Bunda, Ayah, dan Kak Munggaran akan kembali ke Sidoarjo. Dan besok pagi, dari Sidoarjo Kak Munggaran akan pindah ke Bandung.Mereka sudah bersiap - siap dan berpamitan kepada kami.
" Aulia, baik - baik disini ya dek ! " ucap Kak Munggaran dengan memelukku
" Iya Kak, baik - baik juga di Bandung ! " balasku
" Siap... ! " ujarnya dengan tersenyum
" Bunda sama Ayah berangkat dulu ya nak. Kapan - kapan kesini lagi ! " ucap Bunda dengan membelai kepalaku
" Gak usah khawatir ya, kan juga ada Thoriq yang jagain " lanjut Bunda dengan tersenyum pada Thoriq yang kebetulan juga menyaksikan keberangkatan kedua orang tua kami
__ADS_1
Thoriq hanya tersenyum simpul.
Setelah Bunda, Ayah, dan Kak Munggaran masuk ke dalam mobil. Mereka menatapku kembali dan melambaikan tangan.
" Bye Aulia " ucap Kak Munggaran dengan tersenyum
Aku hanya tersenyum tipis melihatnya. Setelah itu di tengah dinginnya malam, aku terus menatap mobil Ayahku yang perlahan menjauh dari kami. Dan tanpa sadar, tinggal aku dan Thoriq di pinggir jalan.
" Ul, masuk ya ! Lekas istirahat, besok kan masih sekolah " ucapan Thoriq seketika membuyarkan lamunanku
" Eh, Iya Riq " balasku dengan tersenyum tipis
Di depan gerbang rumahku...
" Jangan sedih ya Ul ! Kan ada aku " hibur Thoriq sambil menepuk pelan bahuku
Sontak aku pun menoleh ke arah Thoriq dan menyunggingkan senyumanku sambil mengangguk pelan.
" Makasih Riq. Kamu juga lekas istirahat ! " ucapku dengan pelan
" Oke siap Tuan Putri " jawabnya dengan disertai senyuman khasnya
Aku hanya tersenyum tipis lalu masuk ke dalam halaman rumah. Aku menoleh sekilas, dan kudapati Thoriq yang masih menatapku dengan tersenyum. Beberapa detik kemudian, ia berjalan memasuki halaman rumahnya. Setelah itu, barulah aku masuk ke dalam rumah dan menuju kamarku yang terletak di lantai 2.
Sesampainya di kamar...
Aku langsung merebahkan badanku, berulang kali aku mencoba tertidur tapi entah kenapa mataku sangat susah untuk masuk ke dalam dunia mimpi. Karena bosan, dengan iseng akhirnya aku membuka jendela untuk melihat keindahan Bondowoso di malam hari.
Tapi aku melihat sosok yang sangat familiar di mataku di sebuah ruangan rumah Thoriq.
' Ya Tuhan... Ini semua benar - benar unik, bahkan kamar kami saling deketan ' batinku
Ya... Sosok yang kumaksud itu adalah sahabatku,Thoriq ! Ia menatapku dengan melongo, seakan - akan tak percaya dengan semua keajaiban ini. Tapi beberapa detik kemudian, Thoriq berkata...
" Aulia, ngapain buka jendela malam - malam? Angin malam itu gak baik buat kesehatan Ul " ucapnya sambil menatapku dengan raut muka yang serius
" Aku gak bisa tidur Riq ! Jadi iseng aja pengen lihat indahnya malam di kota Bondowoso " jawabku dengan disertai cengiran
Thoriq hanya menggeleng - gelengkan kepalanya. Setelah itu dia berkata lagi...
" Aulia, jangan lama - lama seperti itu ! Nanti masuk angin lho " ujarnya
" Iya - iya.Kamu juga Riq, lekas tidur ! " balasku dan lantas menutup jendela dengan gorden
' Hufft...
Kisah persahabatanku benar - benar unik ya ' pikirku sambil tersenyum dan mencoba untuk tertidur kembali
__ADS_1