Renjana

Renjana
Gak Panas Tuh!


__ADS_3

Eric dan anggota osis yang lain kini tengah berada di sebuah cafe untuk melakukan pesta setelah seharian ini mereka bekerja keras untuk mensukseskan acara pemilihan ketua osis baru dan satu minggu yang lalu mereka melakukan seleksi osis.


Acara makan-makan kali ini dilakukan sebagai bentuk dari rasa syukur karena mereka sudah selesai melakukan tugas mereka. Juga sebagai bentuk perpisahan karena setelah ini bagia osis kelas dua belas mereka sudah tak lagi melakukan tugas nya sebagai osis.


Dan untuk osis kelas sebelas yang masih ingin lanjut untuk menjadi osis mereka akan tetap menjadi anggota osis namun untuk yang memilih tidak melanjutkannya ini juga merupakan pesta untuk mereka. Tak terasa memang mereka sudah melakukan tegas mereka selama satu tahun ini.


“Cheers dulu dong buat usaha kita selama satu tahun ini,” ucap Leo yang kini sudah terpilih menjadi osis yang baru. Semua bersorak mendengar ucapan Leo kecuali Arsen yang kini hanya tersenyum tipis mendengar laki-laki yang akan menjadi penerus nya itu.


“Asek, new pak ketu nih,” ucap Edsel menggoda adik kelas nya itu yang kini hanya tertawa mendengar ucapan kakak kelasnya itu.


“Harusnya pak ketu sih yang bayar,” ucap Milan, salah satu anggota osis kelas sebelas yang kini membuat semua nya bersorak setuju dan bertepuk tangan mendengar ucapan gadis itu.


“Masih belum resmi, yang resmi dong yang bayar,” ucap Leo sambil mengedipkan matanya ke arah Eric yang kini hanya berdecak mendengar ucapan laki-laki itu.


“Duit kas banyak sih kayak nya,” ucap Arsen dengan candaannya yang membuat Leo kini memelototkan matanya mendengar ucapan kakak kelas nya itu.


“Anjir, jangan lah bang nanti gue yang salah. Ya kali baru menjawab udah di kira korup,” ucap Leo yang membuat tawa dari para teman-temannya terdengar begitu keras sedangkan Arsen kini hanya menggeleng sambil tersenyum ke arah laki-laki tersebut.


“Makan aja, gue yang bayar,” ucap Arsen akhirnya yang membuat mereka bertepuk tangan mendengar ucapan Arsen. Sorakan terdengar begitu heboh membuat Arsen hanya menggeleng merasa malu sendiri dengan tingkah teman-temannya itu.


“Noh liat Yo, mulai harus jadi tajir lo kalau jadi pak Ketu. Harus bayar makan kita-kita nanti lo mah,” ucap Bara pada temannya itu yang kini hanya berkhem mendengar nya.


“Nah tanda-tanda ketua kalian yang baru bakalan pelit nih, siap-siap dah lo pada,” ucap Panca yang kali ii ikut menimpali.

__ADS_1


“Kita lengser kan kalau pelit mah bang,” ucap Tiara yang merupakan salah satu temen Dewi sekaligus anggota osis yang kini ikut angkat suara membuat mereka tertawa mendengar nya.


Malam itu cafe terdengar begitu ramai. Hingga jam menunjukkan pukul 20.21 mereka memutuskan untuk segera pulang karena hari sudah semakin larut.


“Kak Arsen,” panggil Dewi yang kini berada di depan Arsen saat laki-laki itu baru saja akan masuk ke dalam mobilnya. Mendengar hal itu Arsen menaikkan sebelah alisnya menatap Dewi dengan penuh tanda tanya.


“Aku boleh nebeng gak? Mobil aku tadi lagi di bengkel dan temen aku cewek semua yang rumah nya beda arah juga sama rumah aku,” ucap Dewi dengan tatapan memohnnya pada Arsen. Arse terdiam sejenak berusaha untuk memikirkan jawabannya.


Ia hanya tak ingin jika nanti gadisnya akan salah paham melihat nya mengantar Dewi. Namun Dewi juga merupakan kakak kekasih nya tak enak jika harus menolak nya apa lagi hari memang sudah malam.


“Ya udah masuk,” ucap Arsen akhirnya yang membuat senyuman Dewi mngembang mendengar jawaban Arsen.


Setelahnya ia segera masuk ke mobil laki-laki itu. Hingga tak lama Arsen langsung melajukan mobil nya meninggalkan cafe tersebut menuju rumah Dewi.


Queena kini tengah menonton acara survival audisi boyband dari negara asal gingseng. Tatapannya kini tertuju pada satu laki-laki yang begitu menarik perhatiannya.


“Emang Wang Zihao nih berbakat banget sih, gak salah si Calya demen banget sama dia,” ucap Queena dengan senyumannya. Ia dibuat begitu terpanah dengan laki-laki tersebut.


Hingga tak lama telinga nya merasa tidak asing mendengar suara mobil yang memasuki rumah. Queena segera turun dari ranjang nya dan berjalan ke arah jendela kamar untuk memastikan apa yang tengah ia pikirkan. Saat melihat mobil yang begitu ia kenali kini memasuki ruamh nya senyuman Queena mengemnbang dengan begitu sempurna.


Queena segera berlari keluar dari kamar nya dan berjalan dengan cepat menuruni tangga. Saat sampai di anak tangga terakhir ia melihat Dewi yang baru memasuki rumah. Melihat itu Queena mengerutkan kening nya bingung berbeda dengan Dewi yang kini malah tersenyum dengan begitu mengejek ke arah Queena.


Queena menuruti tangan nya dan ia melihat Arsen yang kini ikut memasuki rumah nya sambil tersenyum dengan begitu cerah pada Queen.

__ADS_1


"Belum tidur Yang?" Tanya Arsen yang Queena balas dengan gelengan. Kini ia berjalan  menuju ke arah Arsen, namun saat Queena berpapasan dengan Dewi gadis itu membisikkan sesuatu pada Queena. Berharap Queena akan marah.


"Lo tau, Arsen ke sini karena dia nganterin gue pulang," ucap Dewi dengan seringainya yang membuat Queena kini malah menaikkan sebelah alisnya mendengar hal itu.


"Kamu yang nganterin kak Dewi Yang?" Tanya Queena pada Arsen yang kini menganggukkan kepalanya.


"Dia yang minta, katanya mobilnya ada di bengkel dan hari juga udah malem. Sekalian aja aku anterin, aku juga emang mau ke sini dulu tadi mau nyamperin kamu. Aku pesen red velvet kesukaan kamu," ucap Arsen menjelaskan yang membuat mata Queena kini berminat melihat cake kesukaan nya itu.


Dewi yang tak menyadari jika tadi Arsen memesan makanan untuk Queena kini jadi merasa malu sendiri karena ia terlalu percaya diri. Tak tahan lagi melihat adegan di depannya itu Dewi segera masuk ke dalam kamar nya meninggalkan Queena dan Arsen di lantai bawah.


"Makasih ya udah nganter kak Dewi. Makasih juga cake nya," ucap Queena dengan senyumannya pada Arsen yang kini menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.


"Besok kamu ada kelas piano kan sepulang sekolah?" Tanya Arsen pada Queena saat mereka kini sudah berjalan ke arah sofa untuk duduk.


"Iya, anterin ya?" Mohon Queena pada laki-laki tersebut yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Makasih Kak," ucap Queena dengan senyuman  nya lalu segera memeluk laki-laki tersebut yang juga dibalas dengan pelukan Arsen.


"Bi, buatin minum ya," ucap Queena pada asisten rumah tangganya yang tak sengaja lewat.


"Baik Non," ucap Art nya itu uang setelahnya segera pergi dari sana untuk membuatkan minuman untuk tunangan Nona muda nya itu.


Setelahnya mereka memilih untuk saling berbincang dan bercanda bersama. Tak jarang Arsen juga menceritakan kegiatannya seharian ini yang begitu padat.

__ADS_1


__ADS_2