Renjana

Renjana
Dua Petualang Sejati !


__ADS_3

" Assalamu'alaikum " ucapku dengan pelan saat masuk ke dalam rumah


" Wa'alaikumussalam " balas Ayah dan Kak Munggaran yang tengah duduk di ruang tamu sambil membaca koran


" Pulang sama siapa Ul ? " tanya Ayah kepadaku


" Bareng Thoriq Yah " jawabku


" Thoriq sahabatmu ? " tanya Kak Munggaran sambil menatapku dengan sekilas


" Iya Kak "


Mendengar kami bercakap - cakap, Nenek dari pihak Ayahku langsung keluar menghampiri kami.


" Kenapa ? " tanyanya


" Gak... ini kata Aulia dia pulang bareng sahabat kecilnya " jelas Ayah


" Oh ! Dia tinggal dimana ? " tanya Nenek kepadaku


" Di dekat rumah ini Nek !" jawabku


" Wow...! Beruntung banget ya kamu Ul " celetuk Kak Munggaran


" Bagus dong, jadi sudah ada yang nemenin kamu " timpal Ayah


" Hehe... Iya Yah ! " balasku sambil tersenyum


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Setelah makan siang dan beristirahat selama beberapa menit, aku keluar di teras rumah sambil melihat - lihat keadaan di sekitar.


Angin bertiup sepoi - sepoi menerpa wajahku. Damai... ! Benar - benar damai... !


Bondowoso, kota yang memang terbilang begitu sangat damai dibandingkan dengan Sidoarjo. Ya... , karena di tempat ini kebisingan sangat jarang ditemukan, sangat jauh berbeda dengan di kota - kota lain.


Saat aku sedang asyik - asyiknya melihat - lihat keadaan sekitar, tiba - tiba aku dikejutkan dengan suara Thoriq yang memanggilku.


" Aulia... ? "


Sontak aku pun menoleh dan mendapati Thoriq sedang tersenyum simpul. Dia keluar dari dari halaman rumahnya dan menghampiriku.


Aku pun membalas senyumannya sambil berkata


" Eh, Hy Riq ! Masuk disini " panggilku dengan ramah


" Asyik banget ya Ul, lihat suasana Bondowoso. Hehe ! " ucap Thoriq dengang tertawa kecil lantas duduk di sampingku


" Iya Riq, damai banget ya " timpalku sambil tersenyum


" Iya..., Bondowoso emang beda dari kota - kota lain Ul ! Oh iya, sebentar kamu mau gak jalan - jalan bareng aku sambil lihat suasana kota Bondowoso lebih dekat ? " ujar Thoriq


Aku langsung tergiur dengan tawaran Thoriq, tapi ada satu hal yang membuatku khawatir. Ya..., aku takut tidak diberikan izin oleh kedua orang tuaku, apalagi ini baru pertama kalinya aku ke Bondowoso.

__ADS_1


Aku hanya menoleh sambil menatap Thoriq dengan sekilas, lalu mengalihkan pandanganku ke arah lain dan terdiam cukup lama.


" Aulia...? " panggilan Thoriq memecah lamunanku


" Eh, Iya Riq " sontakku dan langsung menatapnya


" Kenapa...? Mau gak ? " tanyanya sambil menatapku dengan raut muka yang serius


Aku menarik nafas - nafasku dalam dan mencoba menenangkan suasana hatiku. Lalu aku berkata


" Hmm... Gimana ya Riq ? Aku takut gak diizinin sama orang tuaku " ucapku dengan pelan


" Aulia, tenang saja ! Kan ada aku, pasti diizinin tuh " balas Thoriq dengan santai


Aku hanya terdiam.


' Ya... Benar juga sih apa kata Thoriq, sudah lama Thoriq dipercaya oleh kedua orang tuaku dan Kak Munggaran untuk selalu menjaga dan menemaniku saat aku sendiri ' pikirku


" Benar kata Thoriq Aulia, pergi saja bareng dia. Ayah izinin kamu kok " ucap Ayah yang tiba - tiba muncul dari pintu


" Assalamu'alaikum Om " ucap Thoriq dengan sopan sambil mencium tangan Ayahku


" Eh, Hy Riq, udah gede kamu " balas Ayah sambil menepuk pelan bahu Thoriq


Thoriq hanya tersenyum simpul.


" Oh iya Riq, tunggu sebentar ya " ucapku dan hanya dibalas anggukan oleh Thoriq


🌺🌺🌺


Tiba - tiba...


" Laki - laki yang tadi sahabat kamu Ul ? " tanya Tanteku


" Iya Tan " balasku sambil tersenyum dan dengan lincah membuat hidangan untuk kedua laki - laki jagoanku :)


" Deket banget, kalian pacaran ya ? " ujarnya


" Eh... Tidak kok Tante. Sejak kecil emang kami udah deket " bantahku


" Alah, hati - hati kamu ! " ucap Tante dengan sinis sambil berlalu


Aku hanya mengeleng - gelengkan kepalaku dan berusaha untuk sabar. Entah kenapa, aku mulai merasakan atmosfer yang tak mengenakkan di rumah ini. Sikap Tanteku terasa tak hangat sama sekali ketika melihat kedekatan aku dan Thoriq.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


" Halo Yah, Riq ! Hidangannya dicicipi dulu ya... " ucapku sambil meletakkan dua gelas teh hangat dan setoples keripik talas khas Kota Sidoarjo.


" Eh Ul..., gak usah repot - repot " ucap Thoriq


" Gapapa Riq, nih lihat aku kemarin beli keripik talas khas kota Sidoarjo. Udah lama kan gak pernah cicipi lagi ? " jelasku sambil tersenyum


" Nah, ayo dicicipi Riq, udah jauh - jauh lho Aulia bawa makanan kesukaan kamu kesini " timpal Ayah sambil tersenyum lebar

__ADS_1


" Ya ampun... Kalau gitu terima kasih ya Ul " balas Thoriq sambil tersenyum simpul


Setelah kami berbincang - bincang cukup lama, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00. Setelah melakukan shalat Ashar, aku dan Thoriq berjalan - jalan melihat kota Bondowoso.


Di sepanjang perjalanan, aku dengan seksama mendengarkan cerita Thoriq tentang kota Bondowoso. Thoriq bercerita banyak tentang kota yang dijuluki ' Tapal Kuda ' ini. Ia juga menguak beberapa alasan kenapa kota ini cukup sejuk, katanya itu semua karena Kota Bondowoso berada di antara pegunungan Kendeng Utara dengan puncaknya Gunung Raung, Gunung Ijen dan sebagainya di sebelah timur serta kaki pengunungan Hyang dengan puncak Gunung Argopuro, Gunung Krincing dan Gunung Kilap di sebelah barat. Sedangkan di sebelah utara terdapat Gunung Alas Sereh, Gunung Biser dan Gunung Bendusa.


Aku pun sangat takjub mendengar semua penuturan Thoriq.


" Wah...! Luar biasa ya! " ucapku dengan sangat antusias


" Jelas! Jadi kapan - kapan ikutlah berpetualang denganku " ujar Thoriq


" Pasti seru tuh ! " balasku


Kami terus berjalan - jalan sambil menikmati indahnya sore di kota Bondowoso. Dengan angin yang bertiup sepoi - sepoi yang seketika membuatku tersihir dengan keindahan kota ini.


" Oh iya... Kalau kita dari sini, kira - kira berapa lama baru nyampe di alun - alun Bondowoso " tanyaku kepada Thoriq


" Kurang lebih 39 menit sih Ul ? " jawabnya


Aku hanya mengangguk.


Karena kami sama - sama gila petualang, akhirnya kami hanya berjalan kaki ke alun - alun Bondowoso.


Pasti banyak dari para pembaca yang berpikir


' Gak capek tuh ? ' . Jawabannya tidak ! Ya... , karena aku dan Thoriq sangat menikmati setiap langkah kaki kami serta apa yang kami lalui di jalan.


Terkadang seringkali aku temui orang - orang yang berpetualang, tapi mereka ingin cepat - cepat sampai di tujuan. Dan karena itulah yang membuat mereka tak menikmati setiap momen berharga yang mereka temui. Tentunya juga, percaya gak percaya karena itu juga yang membuat mereka cepat kelelahan.


🌈🌈🌈


" Gak capek Ul ? " tanya Thoriq kepadaku


" Ngga Riq, kamu capek ya ? Mau istirahat dulu ? " balasku


" Gak kok Ul, cuma ga tega aja sama kamu. Jalan jauh - jauh ke alun - alun Bondowoso " ucap Thoriq sambil menatapku dengan serius


" Ya ampun Riq, gapapa kok. Aku udah biasa ! " timpalku


" Serius ? "


" Ih, iya serius ! Gini ya Riq, aku punya satu kunci biar kita gak cepat kelelahan saat berpetualang " tegasku sambil menatap wajah Thoriq


" Apa itu ? " tanya Thoriq dengan raut muka penasaran


" Nah... Kalau kita gak mau kecapean, intinya kita nikmati setiap langkah kaki kita. Nikmatilah segala hal yang kita temui di jalan. Jangan pernah mau cepat - cepat sampai tujuan ! Karena percayalah dengan semua itu, yang akan membuat kita cepat lelah " jelasku sambil menatap lekat - lekat wajah Thoriq


" Wow...! Kayak petualang handal ya kamu, keren banget penuturannya ! " ucap Thoriq dengan berdecak kagum


" Hehe...Gitu sih Riq, tapi aku sama sekali belum pernah berpetulang.Baru kali ini " timpalku dengan disertai cengiran


" Tenang saja Ul, takkan kubiarkan ilmu petulangmu itu sekedar ilmu. Pokoknya nanti kamu harus ikut aku berpetualang " seru Thoriq

__ADS_1


Aku hanya tertawa menanggapi Thoriq. Hari itu, untuk pertama kalinya aku berpetualang bersama dengan sahabatku. Menikmati setiap langkah kaki kami dan apa yang kami temui di jalan.


__ADS_2