
Carol mengetuk pintu kamar anaknya dengan pelan. Hingga terdengar suara dari dalam sana yang memperbolehkannya untuk masuk dengan segera Carol masuk ke kamar anaknya itu. Hingga ia melihat anaknya yang kini tengah duduk di bawah ranjang nya sambil menonton drama di televisi di depannya.
“Queen,” panggil Carol pada anaknya itu. Membuat Queena segera menoleh ke arah ayah nya sambil tersenyum. Namun air matanya kini malah mengalir. Carol yang melihat hal tersebut menjadi ikut terluka. Dengan segera ia menghampiri anaknya itu lalu memeluknya dengan erat.
“Daddy apa sih? Lepasin dad,” ucap Queena dengan menggerutu pada ayahnya sambil menyembunyikan suara nya yang kini tengah bergetar. Namun bukannya melepaskan pelukannya. Carol kini malah semakin mengeratkan pelukannya.
“Daddy sudah mengetahui semuanya Queen. Tak perlu lagi ada yang disembunyikan. Menangislah,” ucap Carol pada anaknya itu sambil mengelus punggung Queena dengan lembut nya. Queena yang mendengar ucapan ayahnya itu kini langsung menumpahkan tangisnya.
Carol yang mendengar tangis anaknya yang sudah pecah terus berusaha untuk menenangkan putrinya itu. Ia tahu, pasti ini begitu berat untuk anaknya itu mengingat bagaimana dulu Queena yang selalu bersemangat untuk menceritakan tentang Arsen. Dan bahkan setelah laki-laki itu menyakitinya dan mengkhianatinya. Queena masih mau untuk melindungi Arsen.
Tak ada yang Queena katakan dalam tangisnya. Ia hanya menumpahkan tangisnya tanpa bisa lagi berkata-kata. Hatinya terlalu sakit bahkan untuk mengungkapkan rasa sakit nya pun ia tak bisa mengatakannya. Yang bisa ia lakukan saat ini hanya lah menangis.
Bahkan gadis itu menangis sampai ia tertidur dalam pelukan ayahnya. Setelah itu Queena menangis hingga ia tertidur dalam tangisnya.
“Tak akan Daddy biarkan siapapun menyakiti mu nak. Jika dia sudah melakukannya, maka dia juga harus menanggung rasa sakit itu,” ucap Carol dengan kesungguhan dalam ucapannya. Bahkan ia tak pernah menyakiti anaknya itu namun Arsen kii malah membuat anaknya itu menangis.
***
Pagi ini berita heboh tentang putusnya hubungan Queena juga Arsen, dan Arsen yang selingkuh dengan mantan kekasihnya masih saja menjadi topik hangat padahal sudah tiga hari berlalu namun masih saja banyak yang membicarakannya. Apa lagi selama tiga hari ini Queena dan Dewi tidak masuk sekolah.
“Kata gue Queena tuh udah pilihan Arsen paling jelek karena sikap Queena yang demen godain Arsen, ternyata ada yang lebih di bawah Queena”
__ADS_1
“Gue kira Queena tuh udah murahan ternyata ada yang lebih murahan”
“Queena mah godain Arsen pas Arsen jomblo, ini mah udah punya tunangan masih aja di embat”
“Ilang respect gue sama Arsen. Gue kira greenflight ternyata red flight. Gue kira beneran orang baik-baik ternyata brengsek juga kelakuannya”
Begitu banyak ucapan yang terus saja menghina pada Meylen juga Arsen. Bahkan kini rasanya Fans Arsen sudah berkurang karena kelakuan laki-laki tersebut. Tatapan memuja yang biasa selalu didapatkan kini berubah menjadi tatapan menghina. Berbagai ucapannya yang selalu memuja pada Eric kini berubah menjadi ucapan yang begitu menghina.
Kedua sahabat nya kini bahkan mulai menjaga jarak dengan Arsen. Bahkan saat Arsen mengajak Meylen untuk berkumpul di basecamp nya. Orang yang sudah mengetahui Queena banyak yang terlihat tak peduli lagi dengan Arsen.
Dan selama tiga hari ini saat Arsen tak melihat keberadaan Queena, ia merasa ada sesuatu yang menghilang. Ada kerinduan yang ia rasakan. Namun ia tak bisa untuk datang mencari gadis tersebut karena Queena bahkan melarang nya untuk muncul di hadapan gadis itu. Arsen tahu ia memang salah, namun ia tak menyangka jika pada akhirnya keadaan akan seburuk ini.
“Sel. Bentar jadi kan?” tanya Panca yang kini tengah bermain game di samping Edsel yang juga tengah bermain game. Di depannya kini Arsen juga ikut bermain game bersama kedua sahabat nya itu.
“Maju Ar, serang terus jangan kasih kendor,” ucap Panca sambil memberikan instruksi pada Arsen yang kini fokus dengan permainannya.
“Kalian mau ke mana?” tanya Arsen pada kedua sahabat nya itu. Meskipun mereka masih terlihat baik-baik saja seperti ini namun sering kali kedua sahabat nya itu pergi tanpa dirinya.
“Gak kemana-mana sih,” ucap Panca singkat yang membuat Arsen mengetat kan rahang nya. Terkadang ia merasa kesal dengan sikap kedua sahabat nya itu yang kini mulai berubah.
Jika sahabat yang lain akan selalu mendukung apa yang dilakukan sahabat nya, termasuk pura-pura tak tahu jika sahabat nya berselingkuh namun berbeda dengan kedua sahabat Arsen yang malah begitu mentang saat sahabat nya itu melakukan kesalah.
__ADS_1
“Katanya kalau kita mencintai untuk kedua kali dengan orang yang sama tuh, sebenarnya kita bukan mencintai orang nya lagi tapi merindukan kenangannya. Emang bener ya Pan?” tanya Edsel yang kini mulai memancing pembicaraan tentang hubungan sahabat nya itu.
Sedari kejadian putusnya Arsen dengan Queena, kedua sahabat nya itu tak pernah membahasnya dengan Arsen. Mereka hanya diam dan perlahan menjauh dari Arsen. Hingga merasa sadar jika apa yang mereka lakukan itu salah. Tak seharusnya mereka menjauh tanpa memberikan sebuah nasehat pada sahabat nya itu.
Karena yang paling benar adalah, memberikan nasihat jika sahabat kita berbuat salah. Bukan malah menjauhinya begitu saja.
“Nah tau deh gue tuh. Belum pernah soalnya, gak ada di kamus gue yang namanya balikan sama mantan apalagi mantan yang udah ninggalin gue lama. Dan posisi gue pun udah punya tunangan yang spek bidadari dan gue cintai,” ucap Panca yang kini semakin memanasi sahabat nya itu. Arsen yang sedari tadi hanya diam mendengar ucapan sahabat nya itu kini merasa tak lagi tahan dengan apa yang dilakukan oleh sahabat nya itu.
“Mau kalian apa sih? Kalau mau ngomong langsung ke gue, jangan nyindir gitu. Gue di depan kalian,” ucap Arsen dengan amarahnya yang tak lagi tahan dengan sahabat nya itu yang menjauhinya dan kini malah menyindir nya.
“Lo cowok, jangan lemes kayak cewek gitu tuh mulut,” lanjut Arsen dengan kekesalannya pada kedua sahabatnya itu.
Tatapan seisi kelas kini langsung mengarah pada Arsen juga kedua sahabat nya itu. Meylen yang sedari tadi berada di samping Arsen kini ikut menoleh ke arah kedua sahabat Arsen.
“Kalian tuh sahabat Arsen atau sahabat tuh cewek sih? Harusnya kalian dukung Arsen,” ucap Meylen yang kini menatap tajam ke arah kedua sahabat Arsen yang malah terkekeh mendengar ucapan Meylen.
“Lo belum pernah di selingkuhin ya? Jadi lo gak bakalan tahu, beda sama gue, gue udah pernah di selingkuhin,” tugas Edsel dengan tatapan tak kalah tajamnya pada Meylen yang kini langsung mengunci mulut nya mendengar ucapan Edsel.
“Gue gak tau apa yang terjadi sama lo, sampe lo bisa mengambil keputusan ini. Tapi gue gak mendukung ini Ar. Lo bukan hanya nyakitin Queen, tapi juga nyakitin Meylen juga diri lo sendiri. Percaya sama gue, akhirnya lo bakalan nyesel ninggalin Queena demi dia. Harusnya lo inget gimana perjuangan lo sampe lo bisa tunangan sama Queena. Semua keputusan memang ada di tangan lo, kita sebagai sahabat cuma bisa ngasih saran,” ucap Panca pada Arsen yang kini terdiam meratapi ucapan Panca. Ia begitu ingat, saat itu ia lah yang meminta Queena berjuang bersama nya. Namun kini malah ia yang meninggalkan Queena.
“Lo harusnya cerita ini ke gue dari awal Ar, biar lo gak nyesel di akhir. Kita kasih tau sekarang pun sebenarnya percuma karena semuanya sudah terjadi. Ya cuma kalau kita kasih tau sekarang lo bisa bersiap saat lo udah bener-bener nyesel,” ucap Edsel yang kali ini ikut menambahi ucapan Panca.
__ADS_1
Arsen yang mendengar hal tersebut memejamkan matanya. Setelah nya ia segera pergi dari sana. Melihat hal tersebut Meylen segera mengejar Arsen. Ia jelas tak ingin jika sampai Arsen meninggalkannya karena ucapan kedua sahabat nya itu.
***