
~ THORIQ POV ~
Setelah masuk ke dalam rumah, kudapati suasana rumah megah ini yang sangat hening.
' Hmm... Sepertinya Bunda, Ayah, dan Kakakku belum pulang dari sekolah ' pikirku sambil berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamarku.
Ya... Kedua orang tuaku memang berprofesi sebagai guru, sedangkan kakak perempuanku sudah duduk di bangku kelas 1 SMA.
Setelah tiba di kamar...
Aku langsung mengganti pakaianku lantas merebahkan tubuh jangkungku di atas bed cover bermotif Paris favoritku. Mataku memandang langit - langit kamar dan seketika pikiranku melayang jauh memikirkan kekonyolanku di kelas tadi, sampai - sampai semua teman - teman menertawakanku. Duh malunya !
Ternyata benar, kini aku sangat mencintai Aulia, sahabat kecilku itu. Aku tersenyum simpul mengingat perkataan Surya tadi, kalau Aulia sebenarnya juga mencintaiku. Ya... Meskipun memang ia tak pernah menunjukkannya. Karena sudah pasti ia juga mempertahankan kesucian cintanya terhadapku.
Rasanya diriku sangat bahagia dan tentunya juga sangat bersyukur dengan semua ini, bisa mencintai orang yang tepat dan dengan cara yang tepat pula. Ya... Cintaku tak seperti mereka di luar sana, mungkin selama hidupku aku takkan pernah mengutarakan perasaanku dengan sejujurnya sebelum terjalin ikatan yang halal di antara kami. Aku ingin cintaku tetap terjaga kesuciannya, ya... bagiku cinta seperti itu !
__ADS_1
Tapi diam - diam, aku juga merutuk kebodohanku di kelas tadi. Aku khilaf, diri ini hampir diperbodoh oleh cinta. Rasanya aku sangat menyesal telah menatap wanita pujaanku seperti itu, padahal aku tahu sendiri perbuatanku itu adalah dosa dan aku dari dulu sangat anti dengan hal tersebut.
' Astaghfirullah...! Maafkan diri ini Tuhan. Bantulah hati ini untuk kuat mempertahankan kesucian cintaku ini. Semoga Engkau selalu memberikan yang terbaik ' batinku dengan lirih.
Aku hanya bisa begini, mencintai seseorang tanpa ada ikatan ; selain ikatan persahabatan. Aku sangat bersyukur, Aulia sudah menjadi sahabatku dari kecil dan kini aku telah mencintainya meskipun dengan caraku sendiri.
Debar jantungku juga selalu tak karuan, sorot mata indah dan wajah elok sahabat sekaligus wanita pujaanku itu juga selalu terbayang - bayang, rasa rindu dan nyaman yang seakan - akan membuat diri ini selalu ingin bersamanya tiap waktu kerap kali aku rasakan. Tapi aku hanya bisa menahan diri dan sering kali berdo'a agar cintaku tetap seperti ini ; tetap dengan kesuciannya.
Mungkin ini terdengar sangat rumit di telinga kalian, ya... bagi kalian yang tak mengerti dengan hal semacam ini. Tapi inilah tuntunan agamaku, boleh mencintai siapa saja tapi dengan cara yang tepat !
πΊπΊπΊ
Beberapa menit kemudian...
Kuedarkan pandanganku ke foto - foto polaroid yang tertempel manis di dinding kamarku. Aku merubah posisiku, dari yang semulanya rebahan menjadi terduduk sambil menatap kumpulan foto - foto manis itu.
__ADS_1
Di foto itu ada aku dan Aulia, dengan tingkah yang begitu konyol ! Foto itu kami ambil saat aku dan dia masih bersekolah di Sidoarjo. Melihat semua kenangan itu, lantas aku tersenyum lebar sesekali tertawa geli melihat kekonyolan kami.
Ada suatu ruang di hatiku yang sangat sakit karena dulu aku pernah berpisah dalam waktu yang sangat lama dengan sahabatku itu, tapi kini sakit itu bergantikan kebahagiaan yang tak terkira.
Ya... Ini semua tentang kejadian kemarin !
Seumur hidup bahkan mungkin sampai aku mati, aku takkan pernah melupakan semua itu. Aku sama sekali tak menyangka dengan semua peristiwa yang terjadi kemarin, tentang seseorang yang tiba - tiba bertabrakan denganku ; dan aku merasakan feeling yang kuat dan tak biasa. Ya... seakan - akan diriku ini pernah bertemu dengan dia sebelumnya.
Rasa penasaranku semakin menjadi - jadi, ketika ia mengeluarkan suaranya dan berjalan menjauh dariku. Oh tidak...! Suara dan gerak - geriknya itu sangat familiar bagiku.
Jujur, aku lagi - lagi tak akan melupakan semua hal itu. Kemarin..., untuk pertama kalinya aku menghadang langkah seorang perempuan. Meskipun begitu, aku sangat takut jika aku salah orang. Tapi ternyata tidak, feelingku itu benar - benar terbukti. Ya... Ternyata dia itu adalah sahabatku, Aulia !
Aku tak akan pernah lupa dengan mata Aulia yang berbinar - binar saat melihatku, seakan - akan ia sangat terharu dan tak percaya dengan semua ini.
Hufftt...
__ADS_1
Peristiwa kemarin itu benar - benar unik ! Bukan sekedar tentang pertemuan kami, tapi juga kami bisa satu kelas seperti dulu. Dan yang paling unik, ternyata aku dan Aulia deketan rumah lagi. Puncak paling terparah adalah ketika kami saling menyadari ternyata kamar kami pun saling hadapan (ya... jadi meskipun hanya di kamar, kami tetep bisa berkomunikasi dengan bertatap muka π )