
Pagi itu...
Sinar matahari yang sangat menyilaukan mata sudah menembus masuk ke jendela kamar Aulia. Meskipun begitu ia tertidur kembali setelah melakukan ' bersih-bersih ' rumah.
Sebenarnya dia tidak mengantuk, juga tak lelah. Hanya saja dia ' badmood ' dengan kejadian kemarin. Suasana hatinya benar-benar tak bisa diajak ' berkompromi ' .
Tak biasanya Aulia seperti itu. Kaki dan tubuhnya itu rasanya tak ingin diajak untuk beranjak dari tempat tersebut.
' Kasur yang empuk kali ini jauh lebih menarik dibandingkan keluar rumah ataupun berjalan - jalan ke taman ' batin Aulia sambil meregangkan tubuhnya.
Bahkan, ia sedikit melupakan rutinitas seperti biasanya... Ya ! Bertemu dengan sahabatnya, Thoriq. Apalagi hari ini ia akan kembali ke Bondowoso.
Oh tidak... ! Aulia tak pernah lupa dengan agenda - agenda penting sahabat semata wayangnya itu.
Ya... Hanya saja ia dilanda kemageran yang begitu besar.
' Biasanya juga Thoriq akan datang sendiri tanpa aku samperin dari awal... ' pikir Aulia sambil menatap lepas ke luar jendela
Tak berselang lama kemudian...
Pintunya diketuk...
" Aulia...? " dari balik pintu terdengar suara kakak laki - lakinya
Aulia pun terperanjat lalu setengah berteriak dia membalas panggilan kakaknya
" Iya Kak ? "
" Ada Thoriq tuh.. Nungguin kamu dari tadi " ucap suara dari seberang pintu
" Iya Kak... Tunggu sebentar " jawabnya sambil beranjak lantas mengenakan kerudung lalu ia keluar
' Panjang umur... ! Kan apa aku bilang, Thoriq pasti datang sendiri ' batinnya sambil berjalan menuruni tangga
Sahabat kecilnya itu menyunggingkan senyuman manis miliknya ketika ia melihat Aulia berjalan menghampirinya.
" Pagi Aulia...! " sapa Thoriq dengan ramah
" Pagi Riq " balas Aulia singkat sambil tersenyum tipis
" Gimana tidurnya ? Nyenyak kan ? " ujar Thoriq diselingi dengan tawa khasnya
" Nyenyak lah... Sampai - sampai di pagi hari lanjut tidur lagi " timpal Bunda Aulia yang tiba - tiba datang menghampiri mereka
" Ya... , Bunda...! Orang cuma ' rebahan ' doang " balas Aulia dengan muka cemberut
Thoriq hanya tertawa lepas melihat raut muka sahabatnya yang sangat menggemaskan itu
" Nah... Thoriq cicipin ya sarapan dari Tante bareng Aulia " lanjut Tante Devy
" Eh..Saya sudah sarapan kok Tante. Buat Aulia aja sarapannya " jawab Thoriq dengan sangat sopan
" Gapapa Riq... Cicipi dikit aja " lanjut Aulia
" Bener... ! Kamu sebentar kan sudah balik. Kapan lagi sarapan disini, apalagi bareng Aulia. Iya kan... ? " ledek Tante Devy sambil tersenyum lebar
" Ya... Baiklah Tante " ucap Thoriq sambil tersenyum
" Selamat makan anak - anak " ujar Tante. Desy sambil membelai kepala mereka lantas meninggalkan mereka
πππ
Saat Aulia sedang asyik mencicipi makanan, ia tersadar kalau Thoriq belum rapi
' Sebenarnya dia berangkat jam berapa ? ' pikirnya sambil melihat lekat - lekat sahabatnya itu
__ADS_1
Thoriq pun tersadar kalau Aulia sedang memperhatikannya
" Kenapa Ul...? Tatapanmu gitu amat " ledek Thoriq sambil tertawa
" Ih, apaan sih... ! Kepedean lo..." balas Aulia dengan nada kesal
" Haha... " Thoriq tertawa puas melihat raut muka jengkel sahabatnya itu.
Lantas, pukulan dan cubitan yang tak terelakkan mendarat di tubuhnya. Tapi ia tetap tertawa.
Ya... Bagi dia itu adalah kebahagiaan yang sangat hakiki, jika ia bisa melihat raut muka kesal Aulia akibat kejahilannya sendiri.
" Anak - anak... Habiskan sarapannya ! " teguran Tante Devy lantas menghentikan perkelahian
' kecil ' mereka.
Mereka menghabiskan sarapan itu dengan tertawa bersama karena kekonyolan itu.
Setelah itu...
Mereka menghabiskan waktu bersama-sama dengan membaca komik di rumah pohon buatan mereka. Dengan panorama hamparan rerumputan yang hijau dengan bunga warna-warni yang sangat semerbak disertai dengan orang yang berlalu-lalang di sekelilingnya, terlihat sepasang sahabat ini bercanda dan tertawa ria di ketinggian tempat mereka berada.
Mereka terus berada disana sampai matahari bergerak perlahan menuju ke kaki langit, ya... seakan-akan mereka tidak ingin meninggalkan tempat tersebut.
Memang..!
Terlebih - lebih Thoriq, rasanya sangat berat ia meninggalkan tempat yang sangat bersejarah dan menyimpan banyak kenangan itu.
Tapi mau bagaimana lagi...?
Mau tidak mau, ia harus kembali demi sekolahnya.
" Ul... Pulang yuk ! Sebentar lagi aku mau - mau bersiap untuk berangkat ke Bondowoso " jelas Thoriq dengan nada sedih sambil menatap nanar sahabatnya itu
Mereka berjalan pulang ke rumah Thoriq tanpa ada sepatah - kata pun yang keluar dari mukut mereka. Asyik dengan pikiran sendiri... Hmm...Menyedihkan !
πππ
" Ul... Tunggu disini ya ! Aku mau siap - siap dulu..." ucap Thoriq sambil tersenyum tipis lalu berjalan masuk ke kamarnya.
Aulia hanya mengangguk menatap sahabatnya dengan penuh kesedihan.
Beberapa menit kemudian...
Thoriq keluar dari kamar dengan kemeja navy dengan jeans kesayangannya. Ia tersenyum hangat kepada Aulia yang sedang duduk menatapnya. Di tangannya ia menenteng ransel bercorak ' army ' lalu dia berjalan keluar rumah lantas memasukkannya ke dalam mobil.
Dengan asyik, Aulia menatap gerak - gerik sahabatnya yang sedang mempersiapkan barang bawaan miliknya.
Setelah itu...
" Aulia... Sini ! " panggil Thoriq
Dengan raut muka datar, Aulia duduk di sebelah Thoriq.
" Hey Aulia... Senyum dong !,Mukanya kok ditekuk mulu sih ? " canda Thoriq dengan tertawa kecil
" Hmm... Kapan - kapan, meskipun ga ada aku.. Kamu bisa sering - sering ke rumah ini Ul, masih ada Bi Nina yang tinggal menjaga rumah ini " lanjut Thoriq
Ya...
Meskipun Thoriq dan kedua orang tuanya sudah pindah ke Bondowoso. Tapi rumah di Sidoarjo itu tetap milik mereka karena masih ada Bi Nina yang merawat rumah tersebut. Dan memang kedua orang tua Thoriq tidak mau menjual rumah itu, karena itulah satu - satunya peninggalan dari orang tua Om Arif, Ayah Thoriq.
" Benar Non... Sering - sering kesini.., meskipun ga ada Den Thoriq " timpal Bi Nina yang tiba - tiba muncul dari balik pintu
" Iya Bi.. " balas Aulia sambil tersenyum lebar
__ADS_1
" Baik.. lanjut ngobrolnya Non, Den... " sambung Bu Nina masuk kembali
πΊπΊπΊ
" Hmm... Gak kerasa banget ya, 10 menit lagi aku berangkat Ul.. " ucap Thoriq dengan nada sedih
" Ya..."
" Oh iya Riq... Aku punya novel buat kamu " lanjut Aulia sambil mengambil novel yang ada di dekatnya
" Novel... ? "
" Ya... Buat kamu aja. Baca ya Riq, novel ini novel persahabatan. Alur ceritanya bagus banget " jelas Aulia sambil menyodorkan novel tersebut kepada Thoriq
" Wah...! Makasih banyak ya Ul " balas Thoriq
" Komik aku sudah kamu ambil kan...? " lanjutnya
" Iya... Sudah kok Riq " jawab Aulia tersenyum
" Bagus... ! Jadi ceritanya masing - masing di antara kita ada ' kenang - kenangannya ' nih.. Hehe.. " sambung Thoriq dengan cengiran khasnya
Mereka pun tertawa...
Tapi tak lama kemudian...
" Hufft... Aku sudah mau pamit Ul... " ujar Thoriq beranjak dari tempat duduknya
" Hmm.. Iya Riq. Novelnya dijaga ya.. " balas Aulia sambil mengikuti Thoriq yang berjalan ke mobilnya
" Yoii.. Akan kujaga seperti Aulia " timpalnya dengan tertawa
Tawa itu cukup menghibur bagi Aulia.Tapi di sisi lain ia juga sedih. Ya...Entah kapan dia bisa mendengar tawa itu lagi.
Setelah Thoriq dan kedua orang tuanya berpamitan kepada Aulia dan keluarganya....
" Aulia... Baik - baik disini ya, jaga kesehatan. Jangan lupa bahagia... Aku pasti kembali ke sini " ujar Thoriq sambil menepuk pelan bahu Aulia
" Ya Riq... Baik - baik juga disana.. " balas Aulia dengan tersenyum
" Bye Aulia...! Selamat datang di sekolah yang baru ya. Semiga menyenangkan " seru Thoriq sambil masuk ke dalam mobil lalu ia menurunkan kaca jendela mobilnya karena masih ingin melihat sahabatnya itu
" Selamat datang di sekolah yang baru juga Riq..! Belajar yang bener ya..! " ucap Aulia
" Pasti... Bye Ul..." balas Thoriq sambil melambaikan tangan
" Aku pasti selalu merindukanmu..." lanjut Thoriq dengan setengah berteriak sambil mengeluarkan kepalanya dari jendela mobilnya
" Hati - hati Riq... Aku juga pasti akan selalu merindukanmu " balas Aulia sambil tersenyum dan membalas lambaian tangan Thoriq
Hufft...
Semuanya hanya tentang TEGAR...! RELA...!LAPANG DADA...! SABAR DAN IKHLAS...!
Bagi mereka...:(
β’
β’
β’
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, DAN BERIKAN KRITIK SERTA SARANNYA UNTUK NOVEL INI YA... !
TERIMA KASIH... πππ
__ADS_1