
Beberapa menit kemudian...
Setelah mataku sangat jenuh memandangi langit - langit kamar, tanpa kusadari kini aku telah memasuki alam mimpi. Mungkin diriku ini sudah sangat lelah dengan semua kebingungan yang berkecamuk dalam kepalaku tentang perubahan Arga yang terbilang tiba-tiba itu.
πΉπΉπΉ
Sekitar 1 jam kurang lebih 15 menit aku pun terbangun dan ternyata waktu sudah memasuki sore hari. Sebelum aku beranjak dari tempat tidurku, terlebih dahulu aku mengerjap-ngerjapkan mataku sambil meregangkan persendian di leherku yang entah kenapa terasa sakit sekali ?
Oh no...! Aku baru menyadari kalau ternyata aku terlelap dengan posisi bantal yang terlalu tinggi. Dan karena itulah yang membuat leherku terasa kaku dan agak nyeri ketika aku menoleh.
Karena saking dibuat bingungnya diriku ini dengan tingkah Arga yang tak biasa, dan akhirnya aku sendirilah yang tersiksa. Sampai - sampai aku terlelap dengan posisi tidur yang tidak nyaman. Menyedihkan bukan ?
Saat asyik-asyiknya diriku memijat-mijat leherku, tiba-tiba terdengar suara ketukan.
Tok Tok Tok...
Lantas aku pun menoleh ke arah pintu dan tak lama kemudian terdengar suara Ayah dari seberang sana.
" Thoriq... Sudah bangun Nak ? " tanyanya.
" Iya Yah, sudah " jawabku singkat lalu beranjak dari tempat tidurku lantas membuka pintu.
" Udah siap mau ke masjid Yah ? Tunggu aku dulu ya " tanyaku ketika melihat Ayah yang sudah lengkap dengan baju kokoh dan kopiah yang bertengger gagah di kepalanya.
" Oke... Cepetan siap-siap sana, jangan lama ya ! " balasnya lantas berlalu.
Dengan cepat, aku berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh muka sekalian juga berwudhu untuk melaksanakan shalat Asar. Setelah itu aku mengganti pakaianku menjadi baju koko lengan seperempat berwarna biru navy dengan bawahan celana cingkrang berwarna hitam favoritku.
Setelah semuanya beres, aku pun keluar menghampiri Ayahku.
" Udah siap Yah ! " celetukku sambil tersenyum simpul.
" Oke... Ayo ! "
Kami pun bergegas menuju masjid yang tak jauh dari komplek perumahan. Saat aku berjalan menuju masjid, aku tiba-tiba melihat sosok perempuan yang sangat familiar di mataku dengan mukena berwarna biru langit yang sangat manis. Perempuan itu juga berjalan ke masjid bersama seorang anak kecil laki-laki yang ada di dekatnya, aku melihatnya terus tertawa kecil bersama anak yang ada di sampingnya itu. Aku memicingkan mataku, berusaha mengingat-ingat siapakah gerangan sosok itu ?
Tak lama kemudian, dia tiba - tiba menoleh sekilas dan ternyata itu adalah wanita pujaanku, Aulia ! Hufft... Untungnya ia tak menyadari kalau aku berjalan di belakangnya. Bisa-bisa jadi copot nih jantung melihat keanggunannya yang membuat rasa cinta di hatiku semakin menjadi-jadi ! :D
Tak lama kemudian...
__ADS_1
Akhirnya kami tiba di masjid dan Aulia ? Hmm... Aku tak melihatnya lagi, entah kenapa langkah sahabatku itu bagaikan kilat ; baru saja aku melihatnya, eh...beberapa detik kemudian ia sudah sangat jauh di depan bahkan tak terlihat lagi. π
πΈπΈπΈ
Setelah menunaikan salat Asar, aku pulang terlebih dahulu karena Ayah tengah berbincang-bincang dengan temannya. Aku mempercepat langkahku agar cepat sampai di rumah karena rasanya leherku terasa nyeri bahkan sampai-sampai menganggu aktivitasku.
Tak lama kemudian...
Dengan langkah santai aku pun memasuki komplek perumahan. Setelah masuk ke halaman rumah, langkahku dibuat terhenti dengan sebuah pemandangan yang membuat hati ini semakin terpana. Ya... aku melihat Aulia yang kini sudah ada di halaman rumahnya dengan baju kaos lengan panjang berwarna abu-abu dengan paduan hijab segitiga berwarna cream dengan bawahan rok hitam. Dia kelihatan asyik mengurus bermacam bunga-bunga milik neneknya.Dibalik jilbabnya yang sangat elegan itu, sesekali aku melihatnya tersenyum bahagia.
Aku hanya tersenyum simpul memandangi itu semua lalu dengan cepat aku mengalihkan pandanganku ke arah lain. Ya... Aku tak ingin melihat Aulia dengan lama, takut cinta kami berujung pada maksiat.
Aku masuk ke dalam rumah untuk mengganti pakaianku, tak lupa juga aku mengambil komik untuk dibaca lalu aku kembali ke teras. Ternyata di sana masih ada Aulia yang asyik dengan kesibukannya sendiri, aku yang melihat itu langsung berusaha asyik juga dengan komikku ; takut pemandangan indah itu malah menjadi dosa di antara kami. Hufftt...!
Saat diriku mulai asyik dengan alur komikku ini, tiba-tiba aku dikejutkan dengan seseorang yang memanggilku.
" THORIQ...! " panggilnya.
Aku langsung mendongakkan kepalaku dan kudapati Denny dan Arga yang menghampiriku dengan bersepeda.
" Eh... Kalian " balasku dengan tersenyum simpul.
" Lagi baca komik Den " jawabku.
" Oh... Mau ikut kami bersepeda gak ? " tawar Denny.
" Hmm... Boleh-boleh aja Den, aku siap-siap dulu ya ! " ucapku lantas masuk ke dalam rumah untuk menyimpan komikku.
" Oke Riq "
πππ
Tak lama kemudian aku pun keluar menghampiri Denny dan Arga.
" Oh iya Riq, ada Aulia tuh, ajak juga yuk ! " ucap Denny sambil menunjuk Aulia yang kini tengah duduk di teras rumahnya.
" Oh iya Den... Pasti dong ! Hehe " balasku dengan terkekeh.
" Haha... Gue tau kok Riq " timpal Denny
__ADS_1
Setelah itu kami pun mengayuh sepeda kami menuju ke depan halaman rumah Aulia.
" Tunggu dulu ya Den, Ga! " tuturku dengan tersenyum lantas menghampiri Aulia yang tengah asyik membuat penanya menari-nari di atas kertas.
β€β€β€
Sebenarnya aku sangat gugup untuk menghampiri sahabatku itu, rasanya jantungku berdebar tak karuan dan seketika rasa nyaman itu kembali menerjang dadaku ini. Tapi aku tetap memberanikan diri, berusaha untuk bertingkah layaknya tak terjadi apa - apa di antara kami karena bagaimanapun Aulia adalah sahabatku. Dan sama sekali tak lucu jika hanya karena cinta lantas aku berubah ataupun menjauhinya !
Dengan pelan aku memanggil Aulia.
" Hy Aulia...! " sapaku dengan ramah.
" Eh...Hy Riq, masuk di sini ! " balasnya dengan tersenyum lebar.
" Gak usah Ul, sebenarnya aku ke sini mau ngajak kamu bersepeda " lanjutku dengan menghela nafas ; berusaha untuk tidak gugup.
" Oh gitu ya Riq... Boleh-boleh aja tuh ! " jawab Aulia dengan sangat antusias.
" Hehe... Oke kalau gitu. Ayo..., ada Denny sama Arga yang nunggu tuh ! " ujarku sambil menyengir.
" Ya ampun... Aku pikir cuma bareng kamu Riq ! Sumpah deh, dari tadi aku ga sadar kalau ternyata di sana ada Denny dan Arga ! " seru Aulia panjang lebar sambil mengayuh sepeda kesayangannya itu.
Aku hanya tersenyum simpul menanggapi ocehan sahabat sekaligus wanita pujaanku itu, bagiku wajahnya itu terlihat sangat imut dan menggemaskan jika dia bercerita panjang lebar seperti itu. Hehe :D
" Halo Aulia...! " sapa Denny kepadanya.
" Iya, hy Den " balas Aulia dengan tersenyum tipis.
" Asyik banget ya Ul, Riq bisa bersepeda bareng sang pujaan hati ! Hehe..." ledek Denny yang mengayuh sepeda di belakang aku dan Aulia.
" Ih... Apasih Den ? " timpal Aulia dengan muka cemberut.
" Haha... " Denny hanya tertawa lepas mendengar balasan Aulia yang sangat sebal dengan tingkahnya.
πΌπΌπΌ
Sementara itu...
Arga sudah dari tadi terdiam menyaksikan dua sahabatnya itu dengan sang wanita pujaannya yang tengah asyik bercanda dan tertawa bersama.
__ADS_1
' Mungkin benar gue harus mundur. Ya... Cinta itu tentang mengikhlaskan. Mau ga mau gue harus rela Aulia bersama Thoriq, karena gue tau mereka itu saling mencintai ' batin Arga sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.