Renjana

Renjana
Rasa yang Tak Biasa


__ADS_3

~ Bondowoso, 05.00 A.M ~


Allahu Akbar...


Allahu Akbar...


Adzan Subuh telah berkumandang. Tanda bahwa hari ini aktivitas seperti biasa sudah harus dilaksanakan. Dengan gesit, aku langsung beranjak dari tempat tidurku dan langsung menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Setelah itu aku pun melaksanakan shalat Subuh, tak lupa juga aku berdo'a memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah SWT agar Dia selalu memberikan yang terbaik di hidupku. Ya... Itulah yang selalu orang tuaku ajarkan kepada kami, anak - anaknya. Kata mereka, sesibuk apapun kita tapi tetaplah andalkan Tuhan dalam segala hal.


🌈🌈🌈


Setelah semuanya selesai, aku ke WC lagi untuk mandi. Ya...Mandi subuh, ini sudah menjadi kebiasaanku sejak masih kecil. Karena yang aku tahu mandi di waktu seperti ini banyak manfaatnya, baik untuk kesehatan ataupun dalam hal kecantikan.


Selanjutnya aku melakukan rutinitas pagi seperti biasa, yaitu bersih - bersih rumah. Setelah semua itu selesai, barulah aku sarapan dan bersiap - siap untuk berangkat ke sekolah.


Setelah berpamitan dengan orang - orang di rumah, aku pun keluar ke halaman. Seketika angin yang sangat dingin menerpa kulitku dan membuat kerudungku bergerak - gerak. Ya... cuaca di kota ini memang terbilang sangat dingin, tapi untungnya ada jaket navy kesayanganku yang membalut tubuhku.


Dengan santai kulangkahkan kakiku ke luar kompleks perumahan. Tapi tiba - tiba ada suara yang sangat familiar memanggilku...


" Aulia... ! " sontak aku pun menoleh dan kudapati Thoriq yang sudah lengkap dengan seragam putih birunya, juga dibalut dengan jaket navy kesayangannya itu.


" Berangkat sekolah bareng ya Ul ! " sapanya sambil menghampiriku dengan tersenyum lebar


" Iya, Ayo Riq ! " sambutku dengan tersenyum ramah


Di sepanjang perjalanan menuju sekolah, kami berbincang - bincang dengan hangat, sesekali tawa kecil mengiringi langkah kaki kami.


Kurang lebih 20 menit akhirnya kami sudah sampai di sekolah. Kuedarkan pandanganku ke seluruh penjuru sekolah, ternyata suasana sekolah masih sangat sepi, hanya ada beberapa siswa ( i). Ya... Memang ini masih sangat pagi.


Kami terus berbincang - bincang sambil menyusuri koridor menuju ke kelas.


Setelah sampai di kelas, ternyata belum ada yang datang !


" Sepi ya Riq " ucapku sambil duduk di kursiku


" Iya, sudah biasa Ul " balasnya


" Oh iya, kemarin ada PR kan ? " tanya Thoriq


" Iya ada Riq " jawabku sambil menoleh sekilas ke arahnya


" Udah dikerjain ? " lanjutnya

__ADS_1


" Iya "


Thoriq hanya mengangguk pelan.


Suasana hening kembali, kami sibuk berkutat dengan pikiran masing - masing. Aku melipat tanganku di dada, mencoba mengurangi rasa dingin yang menggigit tubuhku, sesekali aku menggosok - gosokkan kedua tanganku lalu menempelkannya ke wajahku.


" Kenapa Ul ? Dingin ya ? " tanya Thoriq yang sepertinya tersadar dengan tingkah lakuku


Aku menoleh ke arahnya dengan tersenyum simpul


" Iya hehe... " jawabku dengan disertai cengiran


" Beda banget ya dibanding Sidoarjo. Hehe " timpal Thoriq dengan tawa khasnya


" Tapi nanti bakal terbiasa kok Ul ! " lanjutnya dengan tersenyum


Aku hanya mengangguk sambil tersenyum simpul. Dan tanpa sadar, kini Thoriq menatapku dengan tatapan yang sangat berbeda dari sebelumnya.


~ Thoriq POV ~


Aku tersenyum lebar sambil menatap wajah Aulia diam - diam yang kini tengah tersenyum simpul menanggapi perkataanku. Oh tidak... ! Entah kenapa jangtungku berdetak begitu cepat, dan rasanya ada angin yang mengalir di tubuhku ini. Ya..., rasanya hatiku sangat damai ketika aku memandangi wajah elok sahabat lawan jenisku itu !


' Ya ampun... kenapa jangtungku deg - degan begini ya ? ' batin Thoriq dengan terus menatap Aulia


" Riq...? Kok natap aku kayak gitu sih ? Senyum - senyum sendiri lagi " ucapan Aulia membuatku tersadar


Aku langsung membuang mukaku ke arah lain. Aduh... malu banget deh !


" Kenapa Riq, ada yang salah ya dari mukaku ? " tanyanya


Sontak aku pun menoleh ke arah Aulia dan kudapati ia tengah memegang mukanya, mencoba mencari sesuatu yang membuatku menatap mukanya sambil tersenyum sendiri.


Aku menahan senyumku, dia begitu menggemaskan dengan tingkahnya itu ! Mungkin benar, aku kini tengah mencintai sahabatku sendiri. Dengan jantung yang masih berdebar tak karuan, aku langsung menjawab pertanyaan Aulia tadi. Tapi kali ini aku menjawabnya denga jahil, ya... rasanya aku selalu ingin melihat wajah menggemaskannya itu.


" Idih... kamu ke - GR an banget sih ! Siapa juga yang ngeliatin kamu ? Orang liat bunga - bunga di luar ! " timpalku dan berusaha untuk menahan tawa


" Masa ? Ngeliatin bunga kok senyum - senyum sendiri ? " ujarnya sambil menatapku


" Ih... Bisa kok ! " balasku tak mau kalah


" Ya terserah kamu deh " timpalnya


" Hmm... " aku hanya menatapnya yang kini berkutat lagi dengan tulisan - tulisannya itu. Aku tahu dia tidak marah, juga tidak ngambek. Ya... aku tahu betul sahabatku yang satu ini ! Aulia, ia adalah satu - satunya perempuan yang sangat dekat denganku. Dan aku akui, dia adalah satu - satunya perempuan yang sangat unik di mataku dengan semua kesederhanaan, kepribadian, dan tentunya dari kebaikan hatinya.

__ADS_1


Aku menghembuskan nafasku dengan pelan dan setelah menyadari itu semua, seketika pikiran itu pun terlintas di benakku...


' Jika aku benar - benar mencintai Aulia, kurasa aku tak mencintai orang yang salah ' pikirku sambil melihat sekilas ke arahnya dengan tersenyum


Melihat Aulia yang sedang asyik dengan kesibukannya sendiri, kejahilanku pun datang. Dengan iseng aku menarik jaketnya dan membuat kertas yang penuh tulisan berjejer rapi itu menjadi tergores tinta penanya. Dengan muka kesal, dia menoleh ke arahku sambil berkata...


" THORIQ...! Nyebelin banget sih, nih liat jadi tergores gini " desisnya dengan muka ditekuk


Aku hanya terkekeh melihat raut wajahnya yang menurutku sangat menggemaskan itu.


" Haha... " tawaku dan akhirnya membuat dia berusaha memukulku


" Ih... Gak asik ! " balasnya sambil menatapku dengan tajam


Aku berhenti tertawa, kali ini aku mencoba menggodanya. Ya... aku tahu betul, setelah itu pasti dia akan tertawa.


" Oalah... cuma tergores dikit " timpalku


Ia hanya terdiam dengan muka cemberut.


" Ehemm... Marah nih ceritanya ? " godaku dengan menarik kembali jaketnya, tapi kali ini aku menariknya dengan pelan


Awalnya Aulia tak menggubrisnya, tapi setelah berulang kali aku menarik jaketnya akhirnya ia tertawa.


" Thoriq, gak ada kerjaan banget sih kamu " ucapnya sambil menahan tawa


Aku terdiam tapi tetap menarik - narik jaketnya itu.


" Ih... jangan ditarik - tarik jaketnya ! Nanti lecet, gak tau aja ini jaket kesukaan aku " tambahnya


" Idih... gitu amat ya " ledekku


" Oh iya dong " ucapnya dan langsung tertawa


Aku langsung berhenti menarik - narik jaketnya itu dan langsung tertawa bersamanya.


' Benar - benar persahabatan yang konyol sekaligus menarik bukan ? ' pikirku sambil tersenyum melihat wajah elok sahabatku itu yang tengah tertawa lepas dengan ulahku


❤❤❤


Jangan lupa like, vote dan berikan kritik serta sarannya ya untuk novel ini !


Mampir juga di novelku yang satu " The Real Bright Star " 😉

__ADS_1


Terima Kasih 🙏💙


__ADS_2