Renjana

Renjana
Pensi


__ADS_3

Tatapan Arsen yang  sedari tadi begitu lurus menatap Queena dan Leo yang kini mulai berada di posisinya. Queena kini berada di tengah lapangan dengan posisinya. Tatapan laki-laki tersebut bahkan terlihat begitu tajam saat melihat pakaian Queena.


Celana yang bahkan bisa dikatakan hanya menutupi bagian bokong nya saja. Benar-benar pendek. Arsen kini sekali rasanya kini langsung menggendongnya dan membawanya pergi dari sana.


“Hot banget Queena, anjir,” ucap Memet di belakang Arsen yang kini langsung membuat Arsen segera menoleh ke arah Memet dengan tatapan tajam nya.


“Namanya juga cewek murahan,” tukas Meylen yang kini membuat Aren menatap datar pada kekasih nya itu.


“Kamu mending diem deh,” sinis Arsen dengan tatapan datar nya pada gadis di samping nya itu yang kini hanya berdecih mendengarnya. Berbeda dengan kedua sahabat Arsen yang sudah menatapnya dengan meledek.


Hingga tak lama musik mulai diputar. Lagu No Matter What - BoA & Beenzino mulai mengalun dengan indah nya. Leo yang berada di pinggir lapangan mulai berlari ke arah Queena lalu memegang pundak Queena. Queena langsung berlutut hingga, Leo kini melepaskan sweater Queena yang menyisakan crop top yang membalut pas tubuh nya memperlihat kan perut mulus gadisnya itu.


“Queena, gue kemarin sakit mata loh. Sekarang auto sembuh,” teriak murid laki-laki yang kini banyak yang bersorak melihat penampilan Queena.


Banyak yang memekik saat melihat Leo yang kini memeluk Queena dari belakang, lalu Queena melebarkan kaki nya dengan sebelah nya melingkar pada Leo hingga Leo memutar tubuh mereka. Pekikan iri dari kaum hawa yang melihat itu semakin menjadi. Siulan dari kaum adam ikut meramaikan penampilan Queena.


Dance dari Leo dan Queena benar-benar membuat seluruh sekolah heboh dengan penampilan itu. Queena dan Leo kini melakukan dance nya dengan begitu baik. Berhasil membuat penonton terpukau sekaligus iri pada mereka.


“Leo tuker posisi lah sini woy,” teriak Panca saat melihat Queena yang kini mengangkat dagu Leo, lalu Leo menarik tangan Queena untuk memutar tubuh gadis tersebut dan kembali memeluk nya dari belakang. Queena kini tersenyum dengan begitu lebar nya.


Arsen kini mengeraskan rahang nya, tangannya sudah mengepal dengan begitu erat nya melihat apa yang tersaji di depannya. Dadanya sudah bergemuruh melihat Queena yang kini dipeluk oleh laki-laki lain.


“Cemburu lo?” tanya Edsel pada Arsen dengan senyuman sinisnya yang sama sekali tidak dijawab oleh Arsen. Kini laki-laki itu hanya menatap datar ke arah sahabat nya itu.


“Kalo gue jadi elo sih, panas. Noh liat gila di angkat begitu,” ucap Panca yang kini ikut memanasi sahabat nya itu saat melihat Queena yang kini melingkarkan kakinya pada pinggang Leo lalu meluruskan badannya. Tangan Arsen kini semakin mengepal melihat adegan di depannya uga kedua setan yang berbisik di samping nya itu.

__ADS_1


Queena kini juga melakukan salto dengan bantuan Leo yang membuat nya banyak mendapatkan tepuk tangan yang begitu meriah. Tak lama lagu mulai berganti karena Queena dan Leo mengkompilasi dua lagu menjadi satu.


Kini lagu We Don't Talk Anymore - Charlie Puth lah yang mengalun dengan begitu indahnya. Dance Queena dan Leo dalam lagu ini lebih banyak lagi sentuhan fisik nya. Edsel dan Panca di samping nya tak hentinya memanasi Arsen.


Hingga ia tak lagi bisa tahan saat Queena kini memeluk Leo. Arsen segera berdiri dari posisinya lalu ia segera menarik Queena. Memberikan bogeman mentah pada Leo lalu menggendong Queena seperti karung beras untuk segera pergi dari sana.


Melihat itu banyak yang memekik karena terlalu terkejut melihat apa yang terjadi di depannya. Kedua sahabat Arsen kini saling ber tos ria karena berhasil membuat sahabat nya itu cemburu. Berbeda dengan Leo yang kini menghembuskan nafasnya kasar sambil memegangi bibirnya yang kini terluka.


“Ini nih alasan gue males ikutan, kena kan gue,” rutuk Leo dengan kekesalannya dan hembusan nafas kasar nya.


Meylen yang melihat hal itu mengepalkan tangannya marah. Namun saat ia akan mengejar Arsen dan Queena. Tangannya kini malah ditahan oleh Panca.


“Ets, mau kemana lo?” tanya Panca dengan seringainya yang setelah nya ia langsung membawa Meylen dengan paksa dari sana.


“Udah biarin aja. Mereka putus saling nyakitin, kalau bisa diperbaiki kenapa nggak?” tanya Edsel pada kedua sahabat Queen yang kini menatapnya dengan tajam.


“Lo mana ngerti? Temen lo kan tau nya nyakitin doang, yang jadi korban sahabat gue,” ucap Kina dengan begitu tajam nya pada Edsel yang kini tampak menggaruk tengkuknya merasa apa yang diucapkan oleh gadis tersebut ada benarnya.


“Kita kasih kesempatan lagi untuk Arsen. Arsen pasti bisa berubah,” ucap Edsel berusaha untuk tetap mendukung sahabat nya itu.


“Ogah,” ucap Calya dengan begitu tegas nya dan sudah akan pergi dari sana. Namun kedua gadis itu kembali ditahan oleh Edsel.


“Kalau bahagia Queena itu Arsen, kenapa harus kalian halangi?” tanya Edsel pada Calya yang kini menatap semakin datar pada Edsel.


“Bahagia sama rasa sakit nya imbang, mending langsung pergi aja biar gak ngerasain sakit lagi, cari sumber bahagia lain,” ucap Kina dengan begitu tegas nya pada Edsel yang kini menghembuskan nafasnya. Berdebat dengan kedua perempuan ini memang harus pintar memilih ucapan.

__ADS_1


“Udah lah kasih mereka kesempatan dulu, kalian sebagai sahabat harusnya terus mendukung. Yuk balik,” ajak Edsel yang kini langsung menarik kedua tangan sahabat Queena itu untuk kembali.


Tanpa mereka tahu kini ada yang terus menatap pertengkaran itu sambil menggelengkan kepalanya.


“Ikutan Queena,” ucap laki-laki yang sedari tadi terus mengawasi kehebohan yang terjadi di lapangan tersebut. Orang yang ia perintahkan hanya mengangguk lalu segera pergi dari sana sambil memijat kening nya melihat apa yang terjadi.


Dewi yang sedari tadi memperhatikan dari jauh hanya bisa menggelengkan kepalanya.


“Udah gue duga, bakalan kayak gini,” ucap Dewi sambil tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


“Ini pasti rencana lo kan? Bonyok nih gue,” ucap Leo yang kini baru saja datang sambil memperlihat kan wajah nya yang terkena pukulan Arsen.


Dewi yang kini tengah berada di pinggir lapangan hanya menoleh ke arah Leo sambil terkekeh. Memang ini adalah rencananya. Membantu Arsen untuk menyadarkan perasannya sendiri. Untuk siapa sebenar nya hati laki-laki itu.


Ia begitu tak tega selama ini melihat adiknya itu yang terus menangis setiap malam hanya karena Arsen. Jadi Dewi ingin memberikan kesempatan untuk Arsen juga untuk hubungan adiknya itu agar kembali membaik.


Meskipun ia sudah berusaha untuk terus menghibur Queena, namun tetap saja Queena akan merasa sedih lagi saat sendiri. Jadi ia ingin mengembalikan kebahagiaan adiknya itu.


“Sorry lah Le, nanti gue traktir lo selama satu bulan,” ucap Dewi membujuk Leo yang kini hanya berdecih mendengarnya lalu segera pergi dari sana.


***


Halo baca yuk cerita yang aku bawa ini. Di jamin bagus


__ADS_1


__ADS_2