
Queena kini begitu terkejut saat melihat jika kini yang berada di depan gang tempat les piano nya. Bukanlah kakaknya, melainkan Arsen yang kini berada di atas motornya dengan banyak motor lain di belakang nya dengan jaket yang sama dengan jaket yang kini Arsen gunakan.
Queena kini bahkan di buat menganga melihat nya. Ia memang pernah mendengar dari Arsen jika laki-laki itu ketua geng motor. Namun Queena tak pernah menyangka jika kini Arsen akan memanfaatkan kekuasaannya itu hanya untuk Queena, menjemput Queena juga untuk membujuk Queena.
“Kamu ngapain?” tanya Queena dengan tatapan penuh tanya nya pada Arsen yang kini sudah berada di hadapannya.
“Jemput kamu,” ucap Arsen dengan senyumannya yang kini membuat Queena melongo mendengar nya.
“Gak perlu. Pergi aja sana,” usir Queena pada Arsen. Dan gadis itu sudah ingin pergi dari sana. Namun sebelum itu Arsen sudah lebih dulu menahannya.
“Please. Kali ini ikut aku ya, Dewi gak bakalan jemput kamu. Aku mohon,” ucap Arsen dengan tatapan memohonnya pada Queena. Queena yang mendengar itu menghembuskan nafasnya kasar sambil memutar bola matanya malas. Namun akhirnya tanpa mengatakan apapun Queena segera naik ke atas motor Arsen.
Arsen yang melihat itu tersenyum senang. Hingga tak lama kini Arsen mulai melajukan motoirnya yang di ikuti oleh puluhan motor sport lain di belakang nya yang kini juga melajukan motor mereka untuk mengikuti Arsen yang kini sudah membawa Queena menuju tempat yang sudah ia sewa.
Saat Arsen membawanya menuju arah yang berlawanan dari rumah nya membuat Queena mengerutkan kening nya bingung dengan apa yang akan di lakukan oleh laki-laki itu.
“Kita kamu kemna? Kamu mau nyulik aku?” tanya Arsen dengan tatapan penuh tanya nya pada Queena.
“Udah ikut aja. Nanti juga kamu tau,” ucap Arsen dengan senyumannya yang kini hanya membuat Queena berdecak kesal. Meskipun ia masih ramah pada Arsen. Namun ia juga mempercayai laki-laki itu. Ia percaya Arsen tak akan melakukan hal buruk padanya. Memang nya laki-laki itu berani berhadapan dengan ayah nya?
Hingga tak lama kini akhirnya mereka sampai di sebuah taman yang kini tampak begitu gelap. Namun tak lama motor teman-teman Arsen saling menyorot ke arah taman. Hingga kini Queena terdiam melihat pemandangan di depannya. Taman yang di hias begitu indah dengan banyak nya tirai berwarna putih di tambah dengan taman yang di kini di tumbuh dengan bunga Krisan.
Queena segera turun dari motor Arsen dan berjalan mendekat ke arah taman. Queena melihat ke sekiling dengan tatapamn takjub nya. Sedangkan Arsen kini mengikuti di belakang Queena.
“Suka?” tanya Arsen dengan tatapan penuh tanya nya pada Queena yang kini menatap Arsen dengan senyumannya sambil menganggukkan kepalanya.
“Semua ini aku siapain untuk kamu. Aku pengen minta maaf sama kamu atas semua kebodohan aku. Maafin aku Queena, maaf karena udah membuat kamu terluka,” ucap Arsen dengan tatapan poenuh rasa bersalah nya. Arsen kini menggengga,m tangan Queena. Queena kini hanya terdiam mendengar ucapan Aren. Sebenar nya ia sudah memaafkan Arsen namun mengingat kesalahan laki-laki itu membuat Queena takut jika Arsen bisa saja mengulangi kesalahannya lagi.
__ADS_1
“Aku udah maafin kamu,” ucap Queena yang kini membuat Arsen yang awalnya sudah menudnuk kini langsung menegakkan kepalanya menatap Queena dengan tatapan poenuh tanya nya. Mencari keseriusan dalam ucapan laki-laki iti.
“Mau kembali menjadi pendamping aku lagi? Aku ingin melamar kamu untuk kedua kalinya kali ini. Dan kali ini bukan atas dasar perjodohan.Namun murni karena memang aku yang menginginkannya,” ucap Arsen dengan tatapan penuh permohonannya pada Queena.
“Apa yang bia buat aku yakin kalau kamu gak bakala ngelakuin hal yang sama untuk kedua kali nya?” tanya Queena dengan tatapan penuh tanya pada Arsen yang kini menghembuskan nafasnya sambil menatap serius pada Queena.
“Aku udah janji sama Daddy kamu. Kalau aku yakinin kamu untuk kedua kali nya bahkan aku siap kalau Daddy kamu mau kepala aku sebagai gantinya,” ucap Arsen pada Queena yang kini membuat gadis itu membelalakkkan matanya mendengar ucapan Arsen.
“Jangan sembarangan deh. Daddy mana bisa berbuat kasar sama orang?” tanya Queena dengan bibirnya yang kini sudah mengerucut.
“Ini apa?” tanya Arsen sambil menunjuk luka di hidung nya.
‘Queena yang melihat itu membelakkan matanya dengan tatapan tak percaya. Namun kini memang ada luka lebab di wajah laki-laki itu. Queena mengangfkat tangannya untuk menyentuh luka Arsen.
“Ini gak papa?” tanya Queena dengan tatapan khawatirnya pada Arsen yang kini sontak tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Gak boleh peluk-peluk,” ucap suara tersebut yang tak adalah ayah Queena. Queena yang melihat keberadaan ayahnya juga kini ada seluruh keluarga mereka membelalakkan matanya.
“Semua ini?” tanya Queena tak mampu melanjutkan ucapannya.
“Iya, aku yang siapapin,” ucap Arsen dengan senyumannya yang membuat Queena tersenyum dengan begitu senang mendengar nya.
“Makasih,” ucap Queena dengan senyumannya yang membuat Arsen menjawabnya dengan anggukan.
“Cincin nya mana?” tanya Queena sambil menunjuk jarinya yang kini malah membuat semua yang berada di sana tertawa mendengar nya. Namun tak lama Arsen melepaskan kalung nya lalu melepaskan sebuah cincin dari kalung nya itu.
“Cincin tunangan kita dulu?” tanya Queena dengan tatapan tak percaya pada Arsen yang kini menjawabnya dengan anggukan.
__ADS_1
“Aku ambil pas kamu buang,” ucap Arsen yang kii membaut Queena menggeleng mendengar nya.
“Makasih buat semua nya,” ucap Queena yang Arsen balas dengan anggukan.
“Tapi Daddy jahat loh, mukul-mukul Arsen,” ucap Queena sambil menunjuk luka di wajah Arsen dan menyalahkan ayahnya itu.
“Biar aja. Biar dia tahu rasa,” ucap Carol yang kini membuat Queena memberenggut mendengar nya.
Namun pada akhirnya kini kisah mereka berjalan dengan baik. Walau ada badai yang mengahadang namun pada akhirnya Queena tetap lah milik Arsen. Perjuangan Queena untuk mendapatkan Arsen selama ini tidak lah sia-sia karena Arsen yang memberikan effort yang juga tak kalah besar untuk nya.
Dan ia begitu berterima kasih pada semesta yang telah mempertemukan mereka. Pada takdir yang sudah membawa mereka pada sebuah kisah yang akan selalu mereka kenang dan pada hubungan yang akan selalu mereka jaga.
***
Hai. Sebelumnya aku belum pernah nyapa kalian ya?
Maaf banget ya. Jadi kali ini aku mau menyapa kalian semua, pembaca setia Renjana yang sudah selalu support aku.
Makasih ya udah baca cerita aku ini. Maaf jika selama kisah dari Renjana ada yang kurang berkenan untuk kalian.
Saran dan Kritik bisa kalian sampaikan ke aku untuk evaluasi aku ke depannya dalam karya yang lain.
Kalau menurut kalian ending nya masih kurang atau mau S2 boleh. Coba sini komentar nya dulu.
Untuk semua pembaca Renjana. Aku ucapkan terima kasih.
See you next story all.
__ADS_1