
“Buat pensi kita mau nampilin apa nih?” tanya Leo yang kini berdiri di depan kelas nya untuk mengarahkan teman-temannya memilih penampilan yang akan mereka tampilkan untuk pentas seni.
Memang beberapa hari lagi setiap kelas harus menampilkan pentas seni dalam rangka bulan bahasa. Tak hanya pentas seni namun juga ada beberapa lomba lainnya seperti debat, cerdas cermat, dan berbagai lomba lainnya. Kini kelas Queena hanya tinggal memilih penampilan untuk pentas seni.
“Dance aja lah udah, ambil yang lagi trend dan disukai anak muda aja,” ucap Calya yang kali ini memberikan saran.
“Gue ngikut aja lah, males mikir,” ucap teman sekelas mereka yang lain yang kini juga dibalas dengan anggukan juga tawa.
“Bego, juga sih sama aja males mikir jadi ngikut aja lah,” ucap yang lainnya yang sontak membuat mereka tertawa mendengar nya.
Leo yang mendengar ucapan teman-temannya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Anak kelasnya itu jika academik begitu pintar namun saat sudah berhubungan dengan sini seperti ini mereka seperti orang bodoh saja.
“Emang seni tuh ngapain aja sih?” tanya Mikailo yang kali ini menimpali.
“Lo ngelawak aja, udah seni Mika,” ucap Kina yan kini menimpali ucapan temannya itu.
“Keilo, Mika Mika. Lo kira gue cewek?” sungut Mikailo dengan kekesalannya pada Kini yang kini mengedikkan bahunya mbdenar ucapan Mikailo.
“Mulut gue ini, jadi ya senyamannya dia aja mau nyebut apa,” ucap Kina denan acuh yang membuat Leo yang kini berada di depan kelas hanya bisa menggelengkan kepalanya mendenar pertengkaran temannya itu.
“Malah berantem. Ya udah lah, sepakat dance ya? Jadi siapa yang mau Dance?” tanya Leo pada teman-temannya yang kini malah terdiam. Tidak ada yang mau angkat suara untuk menyerahkan diri mereka.
“Krik krik krik,” ucap Leo yang kini malah membuat teman-teman nya menyengir mendengar Leo yang malah menirukan suara jangkrik.
“Queena aja lah, dia kan jago dance,” ucap Dewi yang kini menawarkan. Queena yang sedari tadi hanya diam langsung menoleh ke arah kakaknya itu dengan memelototkan matanya.
__ADS_1
“Padahal gue dari tadi diem loh,” ucap Queena sambil menghembuskan nafasnya kasar yang kini malah membuat temannya tertawa mendengar itu.
“Berdua deh sama Leo,” tawar Kina Queena yang kini semakin membuat nya menatap sahabatnya itu dengan datar.
“Lumayan buat mansin Arsen,” ucap Calya yang kini mengompori Queena.
“Gue osis mana bisa ikutan,” ucap Leo menolak.
“Tenang aja, partner lo yang punya sekolah. Gak ada yang dia gak bisa,” ucap Calya sambil menepuk pundak Queena seolah membanggakan sahabat nya itu yang kini hanya menggelengkan kepalanya mndengar ucapan Calya.
“Gimana Yo? Gak ada yang mau juga nih. Nanti kalau kita gak nampilin apa-apa, pasti lo yang kenak,” ucap Tiara yang kali ini ikut mengompori Leo.
Leo yang mendengar ucapan dari teman-temannya itu hanya berdecak kesal. Dan pada akhinya ia hanya bisa untuk menerima nya saja.
***
“Sayang, nanti pulang sekolah anterin aku ke mall dulu ya,” ucap Meylen sambil menatap Arsen dengan tatapan lembut nya. Arsen yang mendengar nya hanya menganggukkan kepalanya.
“Ar, balapan gak ntar malem?” tanya Edsel pada sahabat nya itu saat ia tengah bersama dengan Meylen.
Meskipun mereka sering bertengkar namun tetap saja pada akhirnya mereka akan kembali berteman dan bermain seperti biasanya.
“Iya,” jawab Arsen singkat pada sahabat nya itu.
“Besok pensi ya? Akhirnya ada free juga nih sekolah,” ucap Edsel merasa lega karena aklhirnya mereka bisa memiliki waktu untuk free, karena memang sekolah mereka begitu jarang memberikan free class untuk murid-murid nya.
__ADS_1
“Nonton paling depan lah besok,” ucap Panca pada Edsel yang langsung menjawabnya dengan anggukan.
“Ya jelas. Queena ikutan,” ucap Edsel sambil merangkul pundak sahabat nya itu untuk membawa nya masuk ke kelas. Arsen yang mendengar nya mengerutkan kening nya, ingin sekali rasanya ia bertanya namun tentu ia merasa malu untuk menanyakannya.
Sepertinya besok. Arsen yang begitu anti untuk datang pada keramaian seperti itu pada akhirnya akan hadir juga untuk melihat Queena.
***
Hari pensi yng sudah di tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Queena kini menggunakan sweeter dengan dua kancing keratas yang di buka untuk ia turunkan lengan sebelah kanan nya di padukan dengan celana di atas lutut. Rambut nya kali menggunakan jedai dengan hiasan pita yang kini mempertontonkan leher jenjang nya.
Apa yang Queena kenakan kali ini memang cukup terbuka. Bahkan ayah nya tadi sudah begitu marah pada Quena. Namun dengan ide licik nya ia malah menyampirkan sweeter nya dengan benar dan rapih. Juga menggunakan rok panjang yang ia buka tadi di kelas nya.
“Sekseh sekali sahabat gue nih,” ucap Calya dengan mengerlingkan matanya menggoda pada Queena yag kini membuat Queena justru terkekeh melihat nya.
“Kalo gue cowok ngeliat lo begini juga demen gue Queen,” ucap Tiara pada temennya itu yang kini malah membuat Queena bergidik ngeri melihat nya.
“Ngeri gue Ra,” ucap Queena yang membuat anak kelas nya yang kini duduk bersama di pinggir lapangan sambil menunggu giliran Queena untuk tampil sontak tertawa mendengar nya.
Banyak mata kaum adam yang sedari tadi menoleh ke arah Queena dengan tatapan kagumnya. Berbeda dengan seoarang laki-laki yang kini sudah mengepalkan tangannya melihat penampilan Queena yang begitu terbuka. Ia begitu tak menyekuai nya. Ia membenci nya saat melihat banyak laki-laki yang menatap Queena dengan tatapan memuja seperti itu.
Laki-laki tersebut tak lain adalah Arsen yang kini duduk berkumpul bersama teman sekelas nya yang lain. Jika dulu ia tak akan suka untuk berkumpul seperti ini maka berbeda dengan sekarang. Ia bahan duduk paling depan untuk melihat Queena.
Suara MC di depan sana mengalihkan perhatian Arsen yang sedari tadi terus menatap Queena. Menghiraukanpenampilan di depannya yang sedari tadi sudah tampil.
“Baiklah, penampilan kali ini begitu khusus nih. Karena untuk pertama kali nya. Ketua osis akan ikut dalam menampilkan pensi,” ucap MC di depan sana yang membuat banyak tapuk tangan heboh langsug menyabut nya. Leo kini memang begitu terkenal setelah ia menjadi ketua osis. Apa lagi setelah scandal yang di lakukan oleh Arsen, kini banyak siswi yang berpindah haluan untuk menyukai Leo.
__ADS_1
“Kita sambut saya, Ratu SMA Atlantik Queena dan Ketua osis kece kita Leo,” teriak Mc tersebut dengan begitu bersemanhgat nya. Membuat banyak tepuk tangan yang kini terdengar begitu meriah. Kedua sahabat Arsen pun kini ikut bertepuk tangan tak kalah meriah nya. Bahkan banyak yang bersiul untuk menyambut Queena. Dan pekikikan kaum hawa yang menyambut Leo. Berbeda denga mereka kini Arsen mengepalkan tangannya saat Leo dan Queena memasuki lapangan.
***