
Pagi ini adalah pemilihan OSIS baru. Dan kini sudah ada panggung di tengah lapangan yang digunakan untuk band yang akan tampil memeriahkan pemilihan osis tersebut.
"Queena ayo buruan keluar," ucap Kina yang kini sudah tak sabar untuk segera keluar dan mengikuti kegiatan pemilihan osis.
Kini para murid sudah diminta untuk berkumpul di lapangan untuk pemilihan osis. Di ruangan yang berada di lobby sekolah kini sudah disiapkan sebagai tempat pemilihan osis yang menggunakan metode online. Jadi tak perlu repot untuk menghitung manual.
Para murid kini di minta untuk berada di lapangan. Sambil mendengar nya visi dan misi dari kandidat osis yang akan mencalonkan diri mereka.
Tatapan Queena sedari tadi menjelajah mencari keberadaan tunangannya yang sedari tadi tak terlihat. Bahkan tadi ia berangkat sekolah bersama dengan ayahnya karena Arsen yang sibuk jadi tidak bisa untuk menjemputnya.
"Cari kak Arsen ya Queen?" Tanya Calya saat melihat sahabatnya itu yang kini terlihat mencari keberadaan seseorang. Mendengar pertanyaan Calya, Queena menjawabnya dengan anggukan. Hingga sahabatnya itu juga mencari keberadaan Arsen di lapangan namun mereka tak melihat nya.
"Paling juga lagi sibuk di dalem Queen," ucap Calya yang dijawaB dengan anggukan setuju oleh Kina. Queena akhirnya hanya ikut mengangguk dan mulai fokus mendengar kan para kandidat osis dari kelas XI yang akan mencalonkan diri menjadi ketua osis.
Suara tepuk tangan yang begitu meriah terdengar memenuhi lapangan saat satu persatu para kandidat osis itu menyelesaikan tugasnya untuk menyampaikan visi dan misinya.
"Baiklah, terima kasih untuk para kandidat ketua dan wakil osis yang telah menyampaikan visi dan misinya. Sekarang saat nya untuk para pemilih untuk memilih kandidat yang kalian rasa akan mapan dalam menjalankan tugas nya selama satu tahun untuk membawa sekolah kita ini semakin maju dengan berbagai kegiatan nya," ucap seorang guru di depan sana yang merupakan waka kesiswaan menyampaikan pengumumannya.
Para murid kini di arah kan untuk menuju ruangan yang akan mereka gunakan sebagai tempat pemilihan. Sebelumnya para murid sudah diberikan kertas pemilihan jadi tentu mereka tak bisa untuk berbuat curang.
"Queen lo milih siapa?" Tanya Kina saat mereka kini tengah duduk di depan ruangan yang digunakan untuk tempat kelas XI memilih sambil menunggu nama mereka dipanggil.
"Leo aja lah. Ganteng terus anak kelas kita juga," ucap Queena dengan tawanya yang membuat kedua sahabatnya itu menggeleng mendengar alasan Queena memilih laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Di denger kak Arsen tau rasa lo," ucap Calya yang kini malah membuat Queena menyengir mendengarnya.
"Aman, orang nya ilang sekarang," ucap Queena dengan cengirannya yang hanya dibalas dengan gelengan oleh kedua sahabatnya.
Setelah nya nama Calya lebih dulu di panggil dan yang terakhir adalah Queena. Setelah selesai memilih. Kini mereka memutuskan untuk menuju kantin terlebih dahulu. Mengisi perut mereka yang sudah kelaparan.
“Buruan lah makannya, di lapangan udah rame tuh. Ntar kita gak dapet tempat di depan buat nonton,” ucap Kina yang tampak begitu bersemangat untuk menonton band terkenal di kota mereka untuk tampil di sekolah mereka.
Queena yang biasanya makan begitu lama kini bahkan memakan begitu cepat untuk segera pergi ke lapangan karena band yang diundang sekolah mereka kini sudah memulai penampilan mereka. Queena menenggak minumannya dengan cepat. Bahkan ia belum selesa dengan minumannya namun sahabatnya malah sudah menariknya begitu saja.
Ketiga gadis itu kini berlari ke arah lapangan, namun sayang mereka kini malah mendapatkan tempat paling belakang karena lapangan kini sudah begitu penuh.
“Yah kan telat,” ucap Queena dengan helaan nafas kasarnya. Hingga mereka harus berjinjit saat harus melihat penampilan yang berada di bawah karena tidak bisa aksi mereka di lakukan di atas panggung.
Queena melihat ke arah orang yang menggendong nya, hingga senyumannya mengembang begitu lebar saat melihat jika laki-laki yang menggendong nya di pundak laki-laki itu adalah Arsen. Merasa takut jatuh, kini Queena berpegangan pada leher Arsen.
“Bagus banget. Ih Queena jadi pengen ikutan dance lagi deh,” ucap Queena dengan berseru senang. Kini yang ditontonnya memang lah persembahan dance dari ekskul dance. Dulu Queena sempat mengikutinya namun ia harus berhenti karena ayahnya melarang hal tersebut.
Arsen yang kini mendengar ucapan Queena langsung menurunkan gadis itu dan menatapnya dengan tatapan tajam. Bahkan kini laki-laki itu berkacak pinggang mendengar nya. Sahabat Queena dan Arsen yang sedari tadi melihat tingkah sepasang kekasih itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dengan iri. Jiwa kejombloan mereka rasanya meronta-ronta melihat apa yang terjadi di depan mereka itu.
“Ngomong apa tadi?” tanya Arsen dengan begitu tajamnya. Menatap Queena dengan tatapan menyelidiknya. Queena yang menyadari ucapannya tadi salah kini hanya menyengir. Arsen dan ayah nya memang tak ada bedaya sama-sama berwajah datar dan begitu posesif namun Queena mencintai keduanya.
“Gak jadi,” ucap Queena dengan cengiannya yang membuat Arsen menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Nanti aku pulang rada malem karena masih harus ngurusin ini, terus ada acara osis juga nanti malem. Kamu gak papa kan pulang sama Daddy dulu? Tadi aku udah nelpon daddy buat jemput kamu,” ucap Arsen memberitahu tunangannya itu yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Arsen.
“Ya udah, kak Arsen hati-hati ya nanti,” ucap Queena yang Arsen balas dengan anggukan dan senyumannya.
Melihat Arsen tersenyum rasanya kedua sahabat Queena ingin memekik karena baru ini mereka melihat laki-laki itu tersenyum seperti itu.
“Iya, kamu juga hat-hati. Kalau udah mau pulang nanti kasih tahu aku. Biar aku anter ke depan,” uap Arsen sambil mengelus puncak kepala Queena yang Queena balas dengan anggukan semangat.
Mendapatkan perhatian yang begitu banyak dari Arsen membuat nya begitu senang. Ia seperti tak lagi membutuhkan apapun dengan kehadiran Arsen saja ia sudah begitu bersyukur karena ia bisa mendapatkan banyak arti bahagia dari Arsen.
“Udah makan?’ tanya Arsen yang lagi-lagi Arsen balas dengan anggukan dan senyuman.
“Jangan kemana-mana. Bentar lagi pengumuman hasil pemilihan, terus pulang,” ucap Arsen pada Queena mengingatkan tunangannya itu yang memang begitu aktif.
“Iya bawel,” ucap Queena dengan senyumannya sambil menarik pipi Arsen yang membuat laki-laki itu kini menatap Queena dengan tatapan datar nya sedangkan Queena kini hanya menyengir melihat nya.
“Aku pergi dulu, masih ada kerjaan. Kamu jangan kemana-mana,” ucap Arsen sambil mengelus puncak kepala Queena sayang. Setelahnya ia memilih untuk segera pergi dari sana setelah mendapatkan sebuah anggukan semangat dari Queena.
“Ah iri banget sih liat nya,” ucap Calya sambil menyenggol tangan Queena yang membuat gadis itu terkekeh mendengar ucapan sahabat nya itu.
Senyumannya terlihat begitu indah. Queena kini rasanya semakin bersyukur memiliki laki-laki seperti Arsen di sisinya.
***
__ADS_1