Saat Takdir Bertemu

Saat Takdir Bertemu
63. CEMBURU


__ADS_3

Alina yang seorang diri di apartemen mulai bosan karena sejak pagi tadi tidak ada yang bisa ia lakukan. Alina mengecek isi kulkas Arkana dan cukup kaget dengan apa yang ia temukan. Didalamnya hanya ada beberapa botol minuman, frozen food dan sayur yang sudah layu.


"Keadaan kulkasnya miris banget sih." Alina tertawa melihat isi kulkas Arkana. Alina juga melihat-lihat isi lemari di dapur, cukup melegakan karena ia bisa menemukan tumpukan mie instan yang disusun dengan rapih. Bisa dilihat kontrasnya keadaan kulkas dan lemari Arkana.


Jika Arkana tinggal di apartemen sudah bisa dipastikan ia lebih banyak memakan mie instan dari pada memasak sendiri. Lagi pula disana juga tidak ada bumbu-bumbu masak, sayur yang ada dikulkas pun sayur yang biasa dimakan bersama dengan salad.


Alina kemudian mengirim pesan kepada Arkana, meminta izin untuk memasak di apartemennya. Sebelum berangkat Arkana sudah memberikan password apartemennya, jaga-jaga jika Alina pergi keluar.


Arkana mengizinkan Alina namun dengan syarat masakannya harus enak dan tersedia sampai nanti malam saat ia pulang. Alina pun bersiap-siap untuk keluar dan berbelanja bahan masakan di supermarket yang ada dibawah.


Di rumah, Rose mencoba berbicara dengan suaminya. Rose ingin mempertanyakan tindakan suaminya yang diluar batas. Bisa-bisanya ia tega mengusir Alina ditengah malam seperti itu.


"Alina itu perempuan Pa, kok tega kamu usir dia kayak gitu?"


"Saya kan pernah bilang ke kamu, dia itu bawa pengaruh buruk untuk anak-anak kita."


"Saya harus menjauhkan pengaruh buruk itu dari mereka," jelas John Miller.


"Alina anak baik, dia sama sekali tidak membawa pengaruh buruk untuk anak kita."


Rose tetap dengan pendiriannya. Ia berniat akan menjemput Alina dan membawanya kembali kerumahnya. Sebelum Rose keluar dari ruangan sang suami, dengan cepat John Miller menghalangi nya. Ia menarik tangan Rose dan menggenggam nya kuat.


"Kalau kamu bersikeras kayak gini ... saya yang akan kirim anak-anak ke luar."


"Kamu tahu saya punya power sebesar itu kan, anak-anak yang akan menderita kalau ibunya tetap bersikap seperti ini," ancam John Miller membuat Rose tidak bisa berkutik.


Rose hanya bisa menangis dan kembali ke kamarnya. Ia merasa sangat malu dan tidak enak dengan Alina. Rose sangat menyayangi Alina, tetapi ia juga tidak bisa mengorbankan anaknya sendiri demi itu. "Sekarang gimana caranya aku bisa ketemu Alina, terlalu malu rasanya," ucap Rose.


Sementara Alina sedang menikmati waktunya di supermarket. Banyak jenis makanan yang ingin dia masak. Alina bahkan sudah menyiapkan list masakan apa saya yang akan dia masak selama menginap di apartemen Arkana. "Rasanya kayak piknik deh, seneng banget," gumam Alina seorang diri.


Saat berjalan keluar supermarket Alina melihat Baskara di loby apartemen. Ia cukup kaget karena tidak menyangka melihat Baskara disana. Alina pun berjalan menghampiri Baskara yang duduk seorang diri.


"Mas Baskara kok ada disini?" tanya Alina mengagetkan Baskara.

__ADS_1


"Eh Alina ... baru aja saya mau telepon kamu," ucap Baskara.


"Kamu gapapa?" lanjutnya.


"Gapapa ... yuk ke atas aja jangan ngobrol disini."


Keadaan keduanya kini cukup canggung. Baskara menjadi tidak enak kepada Alina setelah kejadian semalam. Terutama saat ia melihat sendiri bagaimana Alina dibawa pergi dan tidak bisa melakukan apapun. Hanya kata maaf yang kini ada didalam benak nya.


Mereka pun sampai ke unit apartemen Arkana dan sama-sama masuk kedalam. Baskara bertanya kepada Alina apa ia berencana tinggal disini sementara waktu.


"Sementara waktu, sampai semuanya beres."


"Syukurlah ... saya juga ngerasa kamu lebih aman disini," tutur Baskara.


"Aku masih belum mau pulang."


"Untung aja Mas Arkana lagi-lagi mau aku repotin kayak gini," lanjut Alina.


"Istirahat dulu, Ar."


Arkana hanya melirik Satrio sedikit lalu kembali bekerja, "Taro aja berkas nya disana Sat, nanti gue liat."


"Pelan-pelan Ar, ga harus beres semua malem ini," ucap Satrio mengingatkan Arkana agar tidak mekasakan dirinya.


"Malem ini gue gabisa lembur, jadi harus diberesin dulu."


Satrio tahu apa yang terjadi semalam, tetapi menahan dirinya untuk bertanya. Satrio pun tahu jika alasan Arkana tidak bisa lembur malam ini karena Alina. Terlihat jelas dari bagaimana Arkana sengaja menyediakan waktunya untuk Alina.


Alina akhirnya selesai memasak untuk makan siangnya dan Baskara, yang kebetulan masih ada disana. Menurut Baskara ini adalah kali pertamanya berada di apartemennya Arkana. Jadi ia ingin lebih lama disana, sengaja untuk menjahili sang adik.


Baskara juga tidak lupa mengirimkan foto dirinya yang berada disana ke Arkana. Alina hanya tersenyum sendiri melihat kelakuan adik kakak ini. Sepertinya ini pertama kalinya Alina melihat sosok Baskara yang jahil kepada adiknya.


"Mama juga khawatirin kamu loh Al," ucap Baskara.

__ADS_1


"Iya ... dari semalem Bu Rose teleponin aku terus tapi ga sempet diangkat."


"Sorry ya Al, saya bahkan ga bisa minta kamu untuk maafin Papa ... tindakannya udah parah banget," ucap Baskara.


"Mas Arkana yang berhasil bikin aku ga benci sama keluarga kalian," tutur Alina sembari tersenyum.


Satrio melihat Arkana sedang mengobrol dengan beberapa karyawan didepan ruangannya. Melihat itu Satrio pun menghampiri Arkana dan menanyakan sesuatu padanya, "Udah santai gini, beres semua Ar?" Arkana menaikan jempolnya dan mengangguk bangga.


"Parah banget si lo."


"Kenapa sih, itu gue ngebut banget ... nanti lo liatin lagi hasilnya, udah gue email," ucap Arkana kepada Satrio.


Arkana sudah berjanji kepada Alina akan pulang malam ini sehingga sebisa mungkin dia menyelesaikan semua pekerjaannya lebih awal. Setelah benar berhasil menyelesaikannya Arkana kini bisa pulang sesuai janjinya kepada Alina.


Saat ini Alina sedang asyik menonton film yang tayang di televisi sembari menunggu Arkana pulang. Suasana mereka berdua sekarang sudah mirip pasangan suami istri. Alina sebagai istrinya setia menunggu Arkana sebagai suami pulang setelah bekerja.


Tiba-tiba Arkana menelepon Alina, yang kemudian langsung diangkatnya. "Mau dibawain apa? ini udah dijalan pulang," tanya Arkana.


Alina kemudian merespon, "Ga usah, ini aku udah masak enak loh."


"Oke."


Dari balik pintu terdengar suara seseorang memencet password pintu dan terbuka. Arkana akhirnya pulang, Alina pun menyambutnya dengan senyuman merekah di wajahnya. Saat ini Alina sudah sepenuhnya siap menceritakan detail kejadian kemarin.


Arkana kemudian menuju kamarnya untuk mandi dan mengganti baju, selagi Alina menghangatkan masakannya untuk mereka makan malam bersama. Alina juga menyiapkan peralatan makannya diatas meja.


Setelah selesai mandi, Arkana pun menyarankan kepada Alina agar malam ini mereka makan didepan televisi saja. Ada film yang ingin ia tonton, kebetulan saat ini ada Alina sehingga mereka bisa menontonnya bersama.


"Oh iya bentar Al ... tadi Baskara kesini? ada apa?" tanya Arkana penasaran.


"Liat keadaan aku, sama sekalian makan siang bareng tadi disini."


"Makan siang bersama? bersama kata kamu Al?" Sangat terasa jelas kalau Arkana cemburu kepada Baskara.

__ADS_1


__ADS_2