Saat Takdir Bertemu

Saat Takdir Bertemu
82. ARKANA


__ADS_3

Satrio berhasil menghubungi anak buahnya untuk menangani ini. Mereka ditugaskan untuk mancari sumber awal berita ini. Arkana dan Satrio memiliki anak buah yang jumlahnya cukup banyak dan memiliki tugasnya masing-masing.


Orang-orang ini mulanya Arkana siapkan untuk melawan ayahnya. Tidak ia sangka kali ini harus digunakan untk melindungi pihak ayahnya. Arkana tahu betul ayahnya bersalah atas hal ini, tetapi dengan cara seperti ini akan berdampak buruk bagi keluarganya yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini semua.


Terutama Baskara dan Rose, mereka sama sekali tidak ada hubungannya. Dengan sekuat tenang Arkana akan melindungi mereka. Termasuk Alina didalamnya. Arkana juga akan melindungi Alina yang kemungkinan akan terdampak juga secara psikologis.


Arkana masih tidak bisa menghubungi Alina. Dirinya masih belum siap dengan itu, tetapi menurut Satrio ada baiknya Arkana mencoba untuk menghubungi Alina. Menanyakan keadaannya setelah berita ini keluar. Sama halnya dengan apa yang dipikirkan Arkana, saat ini Alina juga berniat untuk menghubungi Arkana.


Serangan berita pertama sudah mulai mereda, tetapi saat ini tim dari pihak Adi sudah menyiapkan amunisi lanjutan. Di pihak Adi dibantu oleh seseorang yang berkompeten sehingga sampai saat ini serangannya selalu berhasil.


Mirna terlihat menyajikan segelas minuman kepada seorang lelaki yang duduk di meja bar seorang diri. Lelaki itu ternyata Tama. Tama adalah seseorang yang berada dibelakang Mirna. Tama yang selama ini memaksa Mirna memprovokasi Adi dan Alina dengan bayaran yang cukup besar.


Bayaran yang ditawarkan Tama terlihat menggiurkan bagi Mirna. Lagipula hal ini tidak akan berdampak apapun padanya, sehingga ia pun berani mengungkapkan semua rahasia John Miller kepada Alina dan Adi. Kecelakaan yang terjadi pada Adi juga itu perbuatan Tama.


Ia sengaja membuat Adi celaka untuk memancing Alina. Dan benar saja, semua rencananya berjalan dengan mulus sesuai dengan yang diinginkannya. Awalnya Tama cukup kesal karena rencananya kepada Arkana gagal total.


Arkana sama sekali tidak menghiraukannya apalagi terpancing dengan provokasi dirinya terhadap John Miller. Tama memang memiliki dendam tertentu kepada John Miller, dan ia sangat ingin menghancurkannya sejak lama. Dengan segala cara Tama lakukan untuk itu.


Kali ini ia merasa langkahnya untuk melihat kehancuran John Miller semakin dekat. Tama merasa semua rencananya akan berhasil. Seandainya saja Tama tahu berurusan dengan siapa dia sebenarnya.


Menurutnya mungkin ia hanya akan melawan pihak John Miller. Sayangnya Tama sudah mengusik Arkana juga, apalagi sekarang turut mengganggu keluarga wanita yang dicintainya yaitu Alina. Arkana tidak akan tinggal diam, jika ia tahu dalang dibalik ini semua adalah Tama.

__ADS_1


Arkana akhirnya menelepon ibunya. Rose sangat lega setelah mendengar suara anak bungsunya itu. Sejak tadi Rose tidak berhenti khawatir kepada Arkana. Rose tadi sempat berhasil menghubungi John Miller, dan berkata akan pulang segera.


Ternyata ayahnya sudah tahu tentang berita ini, dan sedang mengatur semuanya. John Miller tidak akan dikalahkan dengan mudah. Semua orang sudah tahu itu, termasuk Adi. Namun dengan gigih Adi tidak akan  berhati sampai mendapat keadilan.


Adi ingin John Miller mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas apa yang dilakukannya dihadapan publik. Hal yang sama sekali mustahil bisa dilakukan seorang John Miller. Adi sengaja ingin mempermalukan John Miller.


Alina masih disana, mencoba untuk terus menahan ayahnya bergerak lebih jauh. Ia hanya tidak ingin ayahnya dalam bahaya. Alina tahu betul apa yang bisa dilakukan John Miller. Kekuatannya sangat besar, pengaruhnya juga dimana-mana.


Alina menyadari jika ayahnya hanyalah seorang jurnalis yang memiliki kantor berita kecil. Bisa dengan mudah dihancurkan oleh John Miller. Alina tidak ingin itu terjadi. Namun percuma, Adi sudah membuatkan tekatnya untuk melawan John Miller.


Sudah tidak ada pilihan lain, Alina pun menghubungi Arkana. Jika bukan ayahnya yang menghentikan ini, Alina berpikir jika Arkana bisa membantunya menghentikan ini semua. Melupakan apa yang terjadi diantara keduanya, Alina pun menghubungi Arkana.


Telepon dari Alina dengan cepat diangkat Arkana, "Iya Al?" jawab Arkana. Suara itu, suara yang sudah sangat lama tidak Alina dengar ditelinganya. Entah seberapa besar kerinduan yang ada padanya, tetapi mendengar suaranya saja sudah berhasil menenangkan Alina.


"Maaf kalo aku ganggu, tapi cuma Mas Arkana yang bisa  bantu aku sekarang."


Arkana sudah tahu apa yang dimaksud Alina, "Saya lagi berusaha sekarang ... ayah gimana? pasti marah setelah tahu berita ini," ucap Arkana.


"Ini semua justru karena ayah Mas ... Ayah yang bikin semua berita ini."


Arkana cukup terkejut dengan apa yang dikatakan Alina. Ia sama sekali tidak menyangka ayahnya Alina akan melakukan ini. Menurutnya pasti ada sosok lain yang menjadi penyebab hal ini, dan yang membantu Pak Adi. Arkana menduga akan cukup sulit berita ini tersebar begitu saja, tanpa ada dorongan dari luar.

__ADS_1


Karena sudah berhasil mengetahui sumber beritanya, kini Arkana meminta anak buahnya untuk mencari kemungkinan adanya pihak luar yang menaikan berita ini. Berita ini pasti membutuhkan dorongan agar bisa dilihat oleh satu orang pembaca lalu menyebar kepada pembaca lainnya.


Kini pihak penghalang sudah dialihkan sepenuhnya kepada Arkana dan anak buahnya. Baskara bisa meminta karyawan yang lain untuk pulang dan melanjutkannya esok hari. Seluruh karyawannya sangat lelah dan Baskara tidak tega  melihatnya.


LifeCare juga sudah kosong, hanya ada Arkana dan Satrio. Mereka saling berkomunikasi dengan tim mereka melalui video call. Arkana bahkan meminta Baskara meminjamkan pengawalnya untuk menjaganya di kantor. Akan riskan jika pihak yang membantu Adi tahu apa yang sedang dilakukan Arkana saat ini.


Arkana dan timnya sedang menyiapkan semacam serangan yang akan menghalau naiknya berita yang akan diangkat oleh pihak lawan. Hanya perlu beberapa saat sampai Arkana berhasil menangkap dalang dibalik ini semua.


Arkana juga meminta Alina untuk meyakinkan ayahnya kalau dirinya akan memastikan John Miller meminta maaf secara langsung dihadapan Adi tentang apa yang dilakukannya. Arkana juga sudah berjanji akan menemukan makam Kai.


Baskara akhirnya sampai dirumah dan disambut Rose yang panik sejak siang tadi. Bi Iyah mengatakan jika Bu Rose bahkan sempat pingsan tadi. Untung saja ada Dokter Indra yang sigap datang untuk memeriksa Bu Rose. Setelah diberi vitamin kondisi Rose lebih baik.


"Terus Arkana gimana, Bas?" tanya Rose khawatir.


"Arka di kantornya Ma, sama Satrio lagi coba membereskan ini semua."


"Tadi Baskara udah kirim pengawal buat jaga dia disana," tutur Baskara menenangkan Rose.


Serangan yang sedang disiapkan Arkana rencananya akan diluncurkan malam ini juga. Sehingga besok pagi semua tautan berita yang ada sudah tidak tersambung ke berita hari ini. Jika ada berita dengan konten yang sama juga akan otomatis dihalau.


Tim Arkana terdiri dari anak-anak muda ahli yang memiliki banyak pengetahuan. Mengobrol dengan mereka secara tidak langsung menambah pengetahuan dan kemampuan Arkana juga. Sehingga bukan tidak mungkin Arkana bisa terpikirkan untuk melakukan perlawanan seperti itu.

__ADS_1


Diwaktu yang sama John Miller akhirnya muncul di bandara dengan beberapa pengawal dan tim ahlinya. John Miller akan mengadakan rapat mendadak dirumahnya. Ia berharap semua orang hadir. Saat ini tempat yang paling aman baginya adalah rumahnya.


__ADS_2