
Adi terlihat sudah bisa memulai kegiatannya seperti biasa. Ia sedang memberikan arahan kebada karyawannya yang akan melakukan liputan ke lapangan. Hingga Mirna datang untuk berbicara kepada Adi. Adi pun keluar untuk berbicara dengan Mirna.
"Ada apa kesini?" tanya Adi tegas.
"Kenapa ga ada terima kasih nya sih ... saya kan udah tolongin kamu ke rumah sakit."
"Gimana udah mendingan kan keadaannya? dasar memang keluarga mereka tidak pernah puas mengganggu keluarga kita," ucap Mirna terus berbicara tanpa henti.
"Keluarga mana yang kamu maksud?" Adi merasa ada yang janggal dari perkataan Mirna tadi.
Akhirnya disana lah Mirna dengan mulutnya yang sama sekali tidak bisa di rem ketika berbicara mengatakan sebuah kebenaran kepada Adi. Mirna mengatakan apa yang telah John Miller lakukan kepada Kai, tanpa memasukkan dirinya sebagai penyebab utama semuanya.
Adi jelas-jelas marah mendengarnya. Adi tidak percaya keluarga terpandang seperti mereka bisa melakukan hal seperti itu. Mereka juga menyembunyikan semua kebenaran ini selama bertahan-tahun. Adi murka dengan apa yang dilakukan John Miller.
Mirna melihat mantan suaminya itu sangat marah justru senang. Entah sebenarnya apa yang diinginkannya dengan mengadu domba semuanya. Selama ini Alina sudah menyimpan kebenaran ini dengan hati-hati dan sedang mencari waktu yang tepat.
Namun Mirna menghancurkannya begitu saja. Alina sengaja tidak ingin membuat ayahnya marah besar seperti ini. Alina ingin menjelaskannya dengan hati-hati, karena ini juga ada hubungannya dengan Arkana lelaki yang ia sayangi.
Adi meminta beberapa karyawannya untuk membuat sebuah berita besar. Ia berencana untuk membuka skandal ini. Meskipun begitu, ia juga akan tetap melakukan penyelidikan untuk menguatkan beritanya. Adi sangat tahu betul orang macam apa yang akan dirinya hadapi.
Mirna yang merasa puas pun pergi meninggalkan kantor Adi. Diluar ia bertemu dengan seseorang yang terlihat cukup familiar dengannya. Mirna menaiki sebuah mobil mewah hitam bersama dengan lelaki itu.
__ADS_1
Suasana aula sekolah tampak ramai. Suara tepuk tangan terus memenuhi seisi aula. Para murid-murid baru itu sangat kagum melihat kakak seniornya menyajikan ekstrakulikuler masing-masing. Para perwakilan berhasil membuat kesan mendalam bagi adik-adik kelas mereka.
Untuk ekstrakulikuler olah raga akan diadakan terakhir karena mereka semua harus pindah ke lapangan. Di lapangan Alina membayangkan Arkana dan Kai berada disana. Arkana yang karismatik sebagai ketua basket dan sahabatnya Kai tampil bersama sebagai perwakilan tim.
Alina tersenyum sendiri saat membayangkan itu. Alina tidak lupa mengabadikan kegiatan tadi dengan ponselnya untuk ia ceritakan dengan Tari dan ayahnya nanti. Saat ini Alina tidak tahu ada kekacauan apa yang ibunya sebabkan.
Keadaan kantor Adi tiba-tiba sibuk. Para ahli IT mereka sibuk kesana kemari mencari bukti-bukti yang bisa memberatkan John Miller. Meskipun ia tidak begitu yakin tetapi setidaknya ia akan berusaha demi keadilan anaknya.
Adi sudah menyiapkan sebuah pembuka untuk menggertak pihak John Miller. Sembari dirinya mencari kebenaran yang sebenarnya, ia ingin melihat bagaimana respon mereka terlebih dahulu. Dirinya berharap pihaknya bisa secepatnya mendapatkan bukti yang dibutuhkan.
Sebelumnya Mirna sempat mengirimkan email kepada Adi mengenai semua informasi yang bisa membantunya melawan John Miller. Dengan itu Adi yakin bisa menggertak pihak mereka.
Baskara yang saat ini berada di kantor tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan pihak IT ke ruangannya. Pihak mereka berkata jika server mereka mendadak diserang oleh puluhan hingga ratusan komentar mengenai sebuah skandal.
Baskara sangat kaget melihat komentar apa yang muncul, komentar itu berisikan tentang John Miller yang melakukan tindakan ilegal yang menghilangkan nyawa seseorang. Buru-buru Baskara menelepon Arkana tentang ini.
Sayangnya teleponnya tidak kunjung diangkat oleh Arkana. Ternyata saat ini Arkana sedang mengadakan rapat dengan beberapa staff nya. Salah satu kebiasaan Arkana saat mengadakan rapat yaitu meninggalkan ponselnya di ruangannya.
Baskara cukup panik, ia tidak bisa membiarkan hal ini sampai di telingan ayahnya. Dampaknya akan cukup panjang jika hal ini sampai kepadanya. Karena itu Baskara meminta pihak IT mereka untuk menghalau berita itu sebisa mungkin.
Dirumah Rose sedang sibuk menyiapkan bunga-bunga segar yang akan ia kirimkan ke yayasan seperti biasa. Suasana rumah sangat tenang karena tidak banyak orang disana. Semenjak Baskara setiap hari bekerja beberapa pengawalnya ditugaskan disana.
__ADS_1
Sehingga kini hanya ada pelayan dan pengawal yang bertugas di rumah saja. Membuat Rose sering bosan dan kesepian. Hal ini yang membuat dirinya lebih sering mampir ke apartemen Arkana dan menginap disana selama John Miller tidak ada dirumah.
Rose dibantu Bi Iyah memotong bunga-bunga yang sudah siap untuk di panen. Bunga-bunga hari ini terlihat lebih segar dari hari biasanya, padahal beberapa hari ini tidak ada hujan yang turun. "Alina pasti seneng banget nih, bibit yang ia tanam waktu itu tumbuh dengan cantik seperti ini," ucap Rose memegang beberapa bunga disana.
"Kalau aja Alina bisa lihat ini."
"Apa saya foto aja ya, saya kirimkan ke Alina." Rose mengambil ponselnya, hingga tiba-tiba beberapa temannya mengirimkan tautan berita kepadanya.
Rose yang penasaran lalu membuka tautan berita itu. Dan alangkah kagetnya ia melihat isi berita itu, Rose sampai menjatuhkan ponselnya. Kakinya lemas sehingga terduduk di salah satu kursi di kebun bunga. Bi Iyah yang panik kemudian mendekati Rose.
"Bu ... ibu tidak apa-apa, Bu Rose?" Suara panik Bi Iyah terdengar bahkan sampai ke depan. Membuat beberapa pengawal didepan menghampiri mereka.
Saat ini Alina dan Arkana lah yang sama sekali tidak mengetahui tentang apa yang terjadi. Alina masih sibuk dengan kegiatan sekolahnya, sedangkan Arkana juga masih di ruang rapat.
Dibalik ini semua ada seseorang yang senang melihat kekacauan ini. Seseorang yang sudah menunggu momen ini terjadi sejak lama. Adi masih sibuk memberikan pengarahan. Menurutnya mereka hanya perlu melemparkan berita kecil yang memiliki dampak dan biarkan pembaca yang meneyebarkannya.
Tari tiba-tiba melihat temannya mengirimkan tautan berita terkait keluarga Miller. Tari cukup kaget melihat berita itu, karena Alina belum sempat memberitahu dirinya. Tari merasa jika Alina perlu tahu hal ini, sehingga buru-buru ia pun mengirimkan berita itu kepada Alina.
Benar seperti perkiraan Adi. Pihaknya tidak perlu susah payah menyebarkan berita itu, yang diperlukan hanya judul yang berdampak kepada pembaca dan isi berita yang ambigu. Dengan itu mereka akan menyebarkan kepada siapapun kenalan mereka.
Sementara John Miller sendiri sedang berada di luar negeri, sehingga akan membutuhkan waktu baginya untuk mengetahui berita ini. Pihak yang senang atas kekacauan ini bahkan sudah mempertimbangkan hingga kesana. Namun sepertinya ada satu hal yang tidak diperkirakannya.
__ADS_1
Hal yang bisa dilakukan seorang Arkana dalam mengatasi hal ini. Sayangnya saat ini Arkana masih tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, sama halnya dengan Satrio. Satrio yang biasanya selalu membawa ponselnya, kini tidak karena ponselnya tertinggal di ruangannya.
Apakah Arkana bisa mengatasi kekacauan ini?