
Keesokan paginya Rose mulai kembali tersenyum. Raut wajahnya lebih cerah dari hari-hari sebelumnya. Rose bahagia karena pagi ini Arkana ikut sarapan bersama mereka. Bi Iyah juga turut senang melihat Rose berbahagia seperti itu.
Pagi ini juga tiba-tiba suasana lebih tenang dari sebelumnya. Arkana merasa ada yang aneh sehingga meminta Satrio untuk terus mengabarinya jika ada sesuatu yang terjadi. Bahkan dirinya pun merasa ketenangan pagi ini cukup aneh.
Setelah sarapan Arkana, Baskara dan John Miller bersiap-siap pergi ke kantor mereka masing-masing. Tentu saja Arkana berangkat lebih dulu bersama pengawal Baskara. Sedangkan Baskara dan John Miller berangkat setelahnya.
Diperjalanan, pengawal Baskara sempat mengatakan kepada Arkana kalau ia sempat melihat orang yang mencurigakan mengawasi Arkana. Ia sudah mencoba mengikuti tetapi orang itu tiba-tiba menghilang. Sudah dua kali, dan dua-duanya adalah orang yang sama.
"Oke, terima kasih Pak ... nanti bisa tolong kasih tau saya kalau ada orang yang mencurigakan itu lagi?"
"Tentu Mas."
Alina sedang menyiapkan sarapan untuk ayahnya. Kini ayahnya lebih tenang dari beberapa hari sebelumnya. Alina cukup senang karena itu, tetapi tetap saja Adi tidak akan diam begitu saja. Meskipun emosinya sudah lebih tenang, ia akan mengawasi John Miller.
Hari ini pun Alina bisa kembali berangkat ke sekolah dan secara formal memulai pekerjaannya sebagai tenaga konseling disana. Alina diantar oleh Adi sampai di sekolah. Adi melakukan itu sebagai bentuk permintaan Maaf nya beberapa hari ini sering ikut memarahi Alina.
"Rasanya kayak nganter kamu berangkat sekolah tau ga, Al."
"Kan emang Alina berangkat ke sekolah, tapi sebagai guru bukan murid," ucap Alina tersenyum kepada Adi lalu berpamitan sebelum turun.
Diluar Alina disambut oleh beberapa murid yang mulai mengenalnya. Adi senang melihat Alina sudah lebih dekat dengan impiannya menjadi seorang guru. Adi juga senang Alina bekerja di sekolah tempat kakaknya bersekolah dulu.
__ADS_1
Adi bahkan masih ingat dengan jelas bagaimana ia mengantar Kai pertama kali masuk ke sekolah. Secara diam-diam Adi mengantar Kai tanpa diketahui Mirna. Saat itu karena mereka sudah berpisah, Mirna sempat melarang Adi bertemu dengan Kai.
Adi masih ingat bagaimana Kai berpamitan kepadanya, bagaimana ia tersenyum sebelum turun dari mobil. Hatinya kembali sakit mengingat anak elelaki kesayangannya berakhir seperti itu. Tetapi Adi kembali mengingat, kalau Alina pernah mengatakan Kai pergi dengan membawa kehidupan baru untuk orang lain.
Dengan donor hati yang dilakukan Kai, bisa membawa kehidupan baru untuk Baskara yang sampai sekarang hidup dengan sangat baik dan menjaga pemberian Kai dengan baik. Alina juga berkata Baskara adalah anak yang baik dan pantas menerima donor dari Kai.
Lagipula perjanjian donor memang sudah disetujui oleh Kai, sehingga Tuan Miller tidak sepenuhnya mengambil itu secara paksa. Meskipun bisa meredakan kemarahan Adi, tetap saja kebencian itu masih tersisa baginya. Adi masih mengharapkan Tuan Miller bisa langsung meminta maaf kepadanya.
Hari ini pekerjaan Arkana tidak sebanyak hari-hari kemarin, sehingga ia bisa membantu anak buahnya memantau pergerakan tim IT nya Tama. Semua serangan mereka berhasil dihadang oleh sistem yang dibuat Arkana dan timnya.
Meninggalkan tanda tanya padanya tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh Tama. Arkana yakin Tama tidak akan tinggal diam begitu saja. Pasti ada sebuah rencana lain yang akan ia lakukan kepada mereka. Arkana kemudian melihat dari ruangannya pengawal Baskara masih melakukan penjagaan di dekat ruangannya.
Sore itu Alina sedang membereskan ruangannya yang sejak siang tadi tidak berhenti dikunjungi oleh murid-murid disana. Mereka semua penasaran dengannya dan sengaja mengantri hanya untuk melakukan konseling dengan Alina.
Padahal menurut Alina hal yang mereka diskusikan bukanlah hal yang rumit, hanya sekitar kehidupan sekolah atau pacaran. Namun meski begitu Alina senang karena mereka bisa menerimanya dengan hangat.
"Cape ya?" tanya salah satu rekannya.
Alina hanya tertawa sembari menggelengkan kepalanya dan berkata, "Saya justru senang karena anak-anak menerima saya dengan baik."
Keduanya pun saling tertawa bersama. Alina lalu melihat ke arah jendela dan dikejutkan dengan indahnya langit senja dengan beberapa burung yang terbang.
__ADS_1
Hari ini rasanya seperti saat tenang sebelum badai. Arkana dan Alina sama-sama merasakan hari ini lebih tenang dari biasanya. Keduanya merasa cukup aneh, apalagi beberapa hari lalu semua orang sedang sibuk dengan banyaknya kejadian yang datang bertubi-tubi.
Tari berniat mengajak Alina makan malam bersama, tetapi ia meminta Alina untuk datang ke tempatnya karena resto yang memberikan diskon besar adanya didekat kantornya. Karena Tari sudah melakukan banyak lah untuknya, Alina pun mengiyakan kemauan Tari.
Setelah waktunya pulang, Alina memberhentikan taksi didepan sekolah. Dijalan tanpa disadarinya Alina mengabari Arkana kalau dirinya hari ini baik-baik saja dan sedang di perjalanan menuju kantor Tari untuk makan malam bersama.
Sejak kemarin Arkana memang meminta Alina mengabarinya. Terutama saat kondisi sedang bahaya seperti ini. Ada orang yang memiliki niat buruk kepada mereka, membuat Arkana harus lebih waspada terhadap orang-orang yang disayanginya.
Arkana kebetulan masih berada di kantor seorang diri. Arkana mengizinkan Satrio pulang lebih dulu karena ia ada janji dengan tunangannya. Sudah beberapa hari ini Satrio tidak ada kabar dan itu membuat hubungan Satrio berada di ujung tanduk.
Mendengar keluhan Satrio itu, Arkana akhirnya mengizinkan nya pulang dan menikmati waktunya dengan tunangannya. Kini hanya ada Arkana, satpam kantornya dan pengawal Baskara yang belum terlihat akan pulang. Sedangkan karyawannya yang lain sudah mulai meninggalkan kantor.
Arkana pun memutuskan untuk mulai bersiap untuk pulang dan meminta pengawal Baskara untuk menyiapkan mobilnya. Arkana pun turun menggunakan lift dan kebetulan melihat Alina sedang berdiri tidak jauh dari depan kantornya.
Kebetulan memang taksinya memberhentikan Alina didepan LifeCare. Supir taksi itu tidak mengetahui kantor Tari dan LifeCare posisinya paling depan diantara kantor yang lain. Arkana dengan santai berjalan menuju pintu keluar dan memanggil Alina dari sana.
Alina mendengar suara yang sangat familiar di telinganya kemudian membalikkan tubuhnya ke arah Arkana. Alina tersenyum hangat melihat Arkana. Sudah sangat lama rasanya mereka tidak saling bertemu seperti itu. Kejadian kemarin ternyata membawa hal positif pada hubungan mereka.
Arkana pun berjalan mendekat ke arah Alina. Tiba-tiba Alina melihat seseorang yang berjalan cepat ke arah Arkana dari sampingnya. Sayangnya Arkana tidak menyadari itu, sedangkan pengawal Baskara sedang di parkiran untuk mengambil mobil Arkana.
Dengan cepat Alina berlari ke arah Arkana. Arkana yang bingung kemudian melihat orang mencurigakan yang berjalan ke arahnya. Lalu semuanya terjadi begitu cepat. Keadaan sekitar menjadi hening untuk sesaat lalu pecah ketika muncul teriakan meminta tolong dari seseorang.
__ADS_1