
tidak ada yang salah ketika aku di besarkan oleh mama sendirian ketika papa pergi merantau.
semua normal, dulu aku termasuk anak yang ceria, paling ferminim.
hobi main boneka, suka bercermin, cerewet, menari.
bahkan cita-cita ku saat itu model , menjadi seorang puteri, atau yang lain yang berkaitan dengan indah.
aku sangat bahagia.
namun aku sedih sepupuku akan pergi sekolah.
di umur yang kecil aku tidak tau sekolah itu apa. namun saat mama menceritakannya .
di katakan disana banyak teman, aku sangat semangat dan ingin masuk sekolah juga.
walaupun sebenarnya umurku belum cukup tapi aku mau punya teman.
satu sepupuku saja udah menyenagkan , apa lagi kalau banyak...
ternyata benar...
semua seumuran dengan ku dan sepupuku.
aku sangat bersemangat.
namun, seperti taman bunga yang menjadi badai.
semua kegembiraan di hatiku lanyap.
aku beda kelas dengan sepupuku...
aku tidak tau harus apa, fikiranku kosong.
saat mau dekat dengan yang lain, berharap punya teman banyak. malah disana aku di singkirkan.
mata mereka seram sekali.
aku takut.
diriku berubah total. aku banyak murung.
__ADS_1
sekolah tidak semenyenangkan di rumah atau pun di pandangan orang tuaku.
tidak ada yang mau berteman denganku.
guru marah karena aku milih- milih teman.
aku ingin pulang.
mereka menjauhiku namun saat guru datang dia yang bilang aku menjauhi mereka.
hari berikutnya...
aku tidak mau sekolah...
mama heran, aku yang ceria berubah murung setiap hari.
saat di sekolah aku selalu di samping sepupuku.
aku bahkan masuk ke kelas sepupuku.
namun di sana aku malah di bilang manja .
aku harap di kelas sepupuku orangnya mau bermain denganku. namun nggak ada bedanya.
boneka , puzzel , lego , menggambar atau yang lainnya. disana cita-citaku bertambah menjadi pelukis dan arsitek.
ternyata main sendirian menyenagkan juga...
mereka menadanginku sebagai anak penyendiri.
sialku bertambah ...
aku payah dalam pelajaran. bahkan jika aku bersungguh -sungguh sekalipun daya tangkapku sangat lambat.
aku tamat tk yang tidak bisa membaca iqra, sedangkan yang lain sudah tamant alquran.
tk itu tidak menyenangkan bangiku.
aku sangat membencinya.
aku selalu di pisahkan oleh sepupuku karena dia laki-laki sedangkan aku perempuan.
__ADS_1
apa lagi saat pawai berlangsung.
aku sangat takut.
aku mencari-cari sepupuku namun dia bersama teman - teman yang lain.
aku lalu keluar dari pawai menemui mamaku.
aku di bilang manja dan tidak mau berteman.
bodoh amat, yang penting aku tidak bersama mereka.
SD pun berlanjut.
aku payah dalam berteman maupun belajar.
hanya menggambar satu -satunya nilai ku yang paling tinggi.
disana papa pulang dan selalu marah -marah jika bertemu dengan ku.
saat melihat papa, laki-laki itu menyeramkan. aku takut dengan laki-kali. tapi beda dengan kakek dan sepupuku.
aku di bilang pendiam, pemalas, penangis semua yang buruk di tunjukan kepadaku.
suatu hari aku seleu di banding-bandingkan dengan anak kakaknya atau adiknya.
aku sangat takut berada di rumah ataupun di sekolah.
satu -satunya yang menyenangkan adalah pergi ke kampung di hari minggu.
hari munggu itu tidak cukup.
aku bahkan minta pindah sekolah ke tempat sepupuku.
namun tidak di bolehkan, nanti jadinya malah seperti TK...
SD tambah mengerikan ada sih yang baik, namun yang jahat itu paling banyak.
sepertinya traumaku dengan laik- laki mulai dari SD. mereka selalu mengejekku
trauma berteman, trauma guru. payah dalam belajar.
__ADS_1
satu satunya penyemangatku adalah hari minggu, menggambar dan boneka.