Salah

Salah
S-1 Ayo perbaiki


__ADS_3

"Kea?"


"Ya?"


"Kamu-" Nafas Sandi tercekat, selama empat bulan kea dirawat, baru kali ini perempuan itu menatapnya tanpa menjerit.


"Kenapa kamu baru dateng sekarang? Mau ngulangi hal yang sama?" Tanya Kea datar.


Sandi tertawa, ia menggeleng dengan air mata yang bercucuran. Hatinya menyeruak haru. Dan tanpa Sandi pikirkan dua kali, ia mencium bibir Kea. Menyalurkan rasa harunya.


Keanya menerimanya.


Keanya sembuh..


***


"San" Lirih Kea saat Sandi mendekatinya,


Sandi menghentikan langkahnya, laki-laki berpakaian rapi itu memundurkan langkahnya, menjauh dari Kea yang sekarang sedang merajang wortel sebagai campuran nasi goreng.


Sandi berdehem. Sudah seminggu semenjak Kea bebas dari rumah sakit jiwa dan mulai menjalani kehidupannya dengan nya walaupun masih dalam pantauan psikolog pribadi.


Kea juga berdehem, Mereka canggung.


Sandi pikir setelah Kea membalas ciumannya seminggu yang lalu dan kembalinya Kea keapartemen untuk tinggal bersamanya itu akan memperbaiki hubungan mereka. Setidaknya Sandi tak menyangka hubungan mereka akan secanggung ini.


Tapi, apa yang bisa Sandi harapkan dari hubungan antara korban dan pelaku pembulian dan perudungan masa lalu itu. Atau hubungan antara suami-isteri yang baru kehilangan anak mereka karena keegoisan keduanya, Akur? Saling canda tawa? Saling memaafkan? Memulai dari nol?


Cih, Bohong, Cerita dan sikap seperti itu hanya bualan semata dalam dunia dongeng, Mau bagaimana pun mereka menerima, rasa ingin membalas dendam, rasa ingin melindungi diri, rasa saling menyalahkan itu ada. Dan selalu ada. Sebagaimana sikap dan sifat lahiriah manusia.


Mencari orang lain untuk disalahkan dengan landasan tak ingin menyalahkan diri sendiri.


"Kamu mau kemana?" Tanya Kea sambil memasukkan bumbu nasi goreng instan kedalam masakannya. Mengindari kontak mata.

__ADS_1


Sandi menghela nafas, "Kesekolah" Sandi berdehem saat gestur tubuh Kea menunjukkan kebingungan " Aku ambil kelas paket C satu tahun dan tiap minggunya aku masuk 2 atau 3 kali kelas disekolah" Lanjutnya.


Kea menghentikan gerakan mengaduk nasinya. "Oh, bisa ya" Katanya pelan, ada nada tak suka disuaranya dan Sandi menyadari itu.


"Ya, Papa nyaranin aku ambil paket C dan lanjutin sekolah ku, Sebenarnya kamu juga, apa kamu mau ikut bareng aku, kita bisa-


Prang!


Sandi terlonjak saat Kea membanting spatula aluminium kelantai, Perempuan berkaca mata itu marah. "Kamu!" Kea menunjuk Sandi. "Kamu mau ngejekin aku IYA! Aku gila San, Aku gila.. Kamu pikir aku bisa sekolah hah! Kamu pikir aku bisa selesain sekolahku dengan kewarasan aku kayak gini hah! Liat kamu tanpa harus ngepalkan tanganku buat nahan emosi aja aku susah. Apalagi sekolah kamu- Baj*ngan ini semua karena kamu Hiks" Kea terisak kelantai, perempuan itu membanting apapun yang ada didekatnya. Emosinya belum bisa terkontrol dengan baik ternyata.


Sandi mengerjapkan matanya sebelum beranjak untuk mematikan kompor dan menghampiri Kea, laki-laki itu memeluk Kea, mencoba memberi ketenangan. "Ke- aku, maafin aku" Bisik Sandi mengelus rambut Kea sayang. Mencoba meredakan tangisan histeris perempuan itu.


Kea mungkin sehat, tapi mentalnya belum sekuat itu untuk terus berkomunikasi secara baik dengan Sandi. Mau bagaimanapun Sandi adalah sumber kehancuran mentalnya. Rasanya sulit untuk menerima hal itu.


Tangisan Kea mulai mereda setelah beberapa saat, Perempuan itu memeluk tubuh Sandi yang Sandi balas dengan rasa sayang yang besar. Tapi bisikan Kea selanjutnya, kembali membuat dada Sandi berdenyut tanpa diminta.


"Aku benci kamu san"


*****


Berapa lama Kea sudah pulang?


2 bulan?


Ah, hampir 2 bulan lebih tepatnya. Mereka semakin tampak seperti orang asing.


Tak ada interaksi antar keduanya, mereka menjalani kehidupan masing-masing, Bahkan untuk sarapan pun mereka membuat sendiri-sendiri karena Sandi yang harus berangkat pagi untuk kesekolah atau bekerja, dilanjut sampai siang dan akan pulang ketika Kea sudah tidur.


Begitu seterusnya, Kea juga mulai menyadari kalau Sandi bekerja kelewat batas kemampuan sebenarnya. Laki-laki berusia 19 tahun itu bahkan beberapa kali tampak mimisan karena pusing didepan laptopnya, atau muntah-muntah karena masuk angin, pertanda kalau sulung Geano itu terlalu memforsir tenaganya dan sering melewatkan jam makannya.


Kea juga menyadari, Sandi mulai berubah, tak ada lagi laki-laki tempramental yang sering dijumpai Kea beberapa bulan yang lalu. Walaupun mereka tak pernah berinteraksi karena saling menghindari satu sama lain. Tapi, Kea bisa merasakan itu. Sandi jauh lebih perhatian dan penyayang sekarang. Dan lebih sensitif untuk hal-hal tentang Kea.


Kea juga tau, kalau setiap pulang malam, Sandi akan mencium keningnya, terkadang dibeberapa kali kesempatan laki-laki itu akan menangis sambil mencuri satu kecupan dibibirnya. Bergumam maaf dan maaf. Bahkan Kea ingat, dihari ulang tahun pernikahan mereka yang pertama, Sandi mencium bibirnya lembut sebelum memeluk Kea sepanjang malam.

__ADS_1


Kea benci mengakui ini, tapi tanpa ia sadari, ia mulai menunggu Sandi pulang setiap malam sambil pura-pura tertidur. Dengan harapan ciuman dikening atau kalimat menyentuh hati yang ia dapatkan.


Tapi malam ini terasa janggal, Sandi belum pulang bahkan saat jam sudah menunjukkan pukul satu malam. Kea keluar kamar untuk menunggunya. Perempuan itu tampak bimbang, menelpon Sandi atau tidak, ia ingin menelpon tapi gengsi.Tidakkah terdengar aneh saat dirinya yang tak pernah berinteraksi dengan laki-laki jangkung itu hampir dua bulan yang bisa disebut setengah tahun jika dihitung semenjak mereka kehilangan Angela tiba-tiba menghubunginya?


Tut-tut


Suara tekanan password pintu apartemen itu membuat Kea terlonjak, perempuan itu berlari agak kencang untuk kembali ketempat tidur, itu pasti Sandi.


Dan benar saja, beberapa menit setelahnya, Kea mendengar suara langkah memasuki kamar. Kea agak mengintip dari posisi miringnya yang ia atur sebaik mungkin agar Sandi tak menyadarinya kalau ia sedang diperhatikan.


wajah Sandi tampak pucat, bahkan tubuh yang dulu tegap itu sekarang tampak kurus dan agak membungkuk. Pertanda bahwa kehidupan yang dijalani sulung Geano itu tak mudah.


Kea pura-pura mengerang saat Sandi mendekati tempat tidur dan mulai mencuri ciuman manis dikening perempuan berdarah Bali-tionghoa itu.


"Selamat malam dan selamat tidur sayang" bisikan lirih itu membuat degup jantung Kea berdetak lebih keras. Sandi memang selalu menciumnya, tapi Sandi belum pernah memanggilnya 'sayang' dengan sungguh-sungguh seperti ini.


Lama tak ada suara, sebelum sebuah deritan laci nakas terdengar, Dan suara lirih Sandi mengusiknya. "Selamat malam juga Angelanya papa, maafin papa ya sayang, baju yang papa pesen untuk kamu dulu akhirnya papa sedekahkan keorang lain. Kamu nggak marah kan? pasti nggak dong ya, kamu kan Angelnya mama sama papa."


Lagi keheningan melanda, Kea bahkan menggigit bibir bawahnya agar tak kelepasan menangis mendengar suara lirihan Sandi yang memeluk selembar foto yang tak asing untuk Kea, foto bayi Angela yang sempat diambil Kelli dan Mia setelah bayi itu berhasil dikeluarkan dari kandungan mamanya. Foto bayi kecil yang diselimuti kain bayi lembut itu tampak manis tanpa menunjukkan sisi kalau sudah tak ada nyawa ditubuh bayi mungil itu.


"Tapi, papa janji, papa bakal tetap berusaha jadi pahlawannya Angela. Papa bakal jaga mama sebagai salah satu usahanya. Makanya.. Kamu bantu papa ya, Bantu papa buat mama seneng, bantu papa buat mama sembuh. Ya sayang?"


Dan Kea tak dapat menahan tangisannya. Malam itu untuk pertama kalinya mata sepasang suami isteri itu kembali bertatapan setelah sekian lama. Tatapan yang memikiki banyak arti, Rindu, sesal dan sedih.


Dan untuk pertama kalinya, keduanya menangis bersama. Saling bepelukan dan saling menenangkan. Seolah mereka mengadu, kalau ternyata mereka sama-sama merasakan kehilangan yang sama. kesakitan yang sama pula. Dan untuk pertama kalinya juga. Kea berani memulai interaksi kalimat terlebih dahulu.


Kalimat pertama yang akan Sandi ingat sepanjang hidupnya.


"Ayo kita perbaiki San"


***


Note:

__ADS_1


Lompat-lompat ya waktunya, Btw, aku seneng banget sekarang ada akun-akun baru yang ikut komen. Ayo dong kalian komen semua. Dan buat yang sering komen jangan mogok dong. sedih aku tuh.


Anyway, Eps Besok End untuk Season 1 ya. Bakal aku siapin tambahan Eps kalau kalian antusias Yes!


__ADS_2