Salah

Salah
S-1 Perjanjian masa lalu


__ADS_3

Kea mencium kening Sandi, sebelum kembali bangun untuk mengambil ponselnya.


Ada pesan dari orang yang selama ini membuatnya terus waspada.


Robi.


'*Lo bilang, lo mau balikan sama Yuda setelah hancurin Sandi, '


'Tapi kalian kayaknya makin akur'


'Lo gak khianati sepupu gue kan Ke*?'


***


Kea menghela napas kesal saat mendengar suara ketukan pintu didepan apartemennya. Perempuan hamil yang sedang belajar membuat tiramisu itu memegangi perutnya yang sekarang kandungannya sudah memasuki usia enam bulan.


Itu artinya sudah hampir tiga minggu berlalu dimana Kea dan Sandi mengalami gelisahan mereka. Dan seolah terkubur waktu, baik Sandi dan Kea mulai melupakan gunda gulana hati mereka.


Sandi yang akhirnya bisa tenang karena ia percaya Kea hanya sedang sibuk dengan kedua temannya. Dan Kea yang akhirnya mengambil keputusan untuk mengganti nomor ponselnya agar tak lagi berhubungan dengan Robi.


Menurut Kea, menjauh dari Robi adalah keputusan yang bagus daripada memberitahu Sandi keadaan yang sebenarnya.


Mungkin, sekarang Sandi adalah laki-laki yang manis, penyayang dan perhatian juga calon ayah yang terlalu bersemangat. Namun~ Kea tak melupakan jika Sandi adalah Sandi yang sama yang beberapa kali melakukan percobaan pembunuhan padanya.


Sandi adalah laki-laki yang penuh dendam, dan jika Kea membicarakan hal ini dengan jujur pada Sandi, maka, Kea tak dapat memastikan apakah Sandi akan masih menerima dirinya atau tidak.


Masalah mereka bukan hanya sekedar, Kea yang menjadi dalang keluarnya Sandi dari sekolah.


Tapi lebih dari itu.


Terlalu banyak rencana jahat yang Kea susun untuk balas dendam dulu.


Dan terlalu banyak musuh Sandi yang terlibat dalam susunan rencananya.


Kea tak mau Sandi justru membencinya, menjauhinya dan kembali menjadi si Lucifer jahat seperti dulu. Tidak, Setidaknya sampai anak mereka lahir dan sudah mendapat kasih sayang ayahnya nanti.


Tok


Tok.


Kea semakin mempercepat langkahnya saat suara ketukan pintu semakin keras.


"Sebentar!" Teriak Kea sambil memegangi perutnya. Dikandungan yang sudah besar ini Kea mulai merasa kesulitan berjalan dan bergerak. Napasnya juga sesak untuk sekedar bernapas.


"Ya?" Kata Kea begitu ia membuka pintu. Dan senyum ramah perempuan berseragam pramugarilah yang menyapanya.


"Hai" Sapa perempuan itu,


Kea mengerjap, agak bingung sebanarnya.


"Aku Emily, tetangga baru kamu, aku tinggal disebelah kamu gantikan Pak Tito dan istrinya" Kata perempuan cantik itu.

__ADS_1


"Ah, hai kak Emi aku Kea, maaf banget aku gak tau, kalau gitu masuk dulu kak" Kata Kea membuka pintunya lebih lebar.


Emily, sitetangga baru itu menggeleng, "Nggak, Nggak usah Kea. Aku harus pergi kerja sekarang, ada penerbangan siang ini. Aku cuma mau nyapa dan ngasih buah ini, Lagian kayaknya kamu mau ada tamu deh, ada laki-laki yang dari tadi merhatiin pintu kamu terus" Bisik Emily diakhir kalimatnya.


Kea mengerjap, "Laki-laki?" Bisik Kea juga.


Emily menamgangguk, "Iya, aku khawatir dia ada niat gak baik, jadi aku juga mau ngasih tau, tolong jangan bukakan pintu untuk siapapun ya. Kamu lagi hamil dan tadi pagi aku sempat liat suamimu pergi kerja." Kata Emily lagi.


Kea mengangguk, ia lalu menutup pintu setelah ia mengucapkan terima kasih yang disusul kepergian Emily pergi.


Kea menutup pintu dengan perasaan was-was, apa ada orang berniat jahat padanya? Tapi bukankah apartemen ini memiliki security, tidakkah aman?


Dan benar saja, Saat Kea akan melangkah kembali kedapur, suara ketukan pintu kembali terdengar, kali ini disertai bel apartemen.


Kea menelan ludahnya gugup, Jika sampai tetangganya menyempatkan diri untuk memperingatinya secara berbisik padahal ia sedang buru-buru, pastilah orang itu benar-benar mencurigakan.


Kea tak mau mengambil resiko, Maka ia meletakkan parsel buah pemberian Emily kelantai, memeluk perutnya dan menyambar ponsel untuk menghubungi Sandi.


Ia menelpon Sandi dengan was-was, tapi sudah pasti tak akan diangkat, sekarang masih jam setengah sebelas dimana sibuk-sibuknya orang bekerja.


Saat Kea akan mengiriminya chat, ada chat dengan nomor baru duluan yang masuk.


'[Bukain pintunya dong Ke, lo gak niat beneran berkhianat dari gue kan?]'


'[Gue hitung sampai 3 ya, kalau lo gak buka, gue bakal kasih tau Sandi rencana kita*].'


"Satu"


Kea tersentak sampai menjatuhkan ponselnya ketika, orang yang Kea yakini sebagai Robi itu menghitung.


"Long time no see, Ke"Sapa Robi.


Kea menatap marah dari balik kaca matanya, "Gue gak mau lanjutin rencananya" Katanya datar.


Robi menghela nafas, "Ck, iya gue tau"


"Terus ngapain lo disini hah? Gue uda gak mau nyakitin Sandi lagi, gue juga gak mau berhubungan sama Tiger ataupun Yuda lagi. Gue uda nikah"


Robi berdecak, "Waktu lo nyuruh gue cari foto-foto Sandi dan ngeluarin dari sekolah, lo juga uda nikah"


Kea terdiam sebentar, "Gue gak mau Rob" Kata Kea memohon, "Please"


Robi menegakkan tubuhnya, "Kenapa? Karena lo hamil anaknya? atau Karena lo uda cinta sama dia? Ck iyalah, lo yang khianati Yuda ya kan" ejek Robi.


Kea diam matanya merah dan siapa menangis, tapi ia tak mau menjawab ejekan Robi padanya.


Robi berdecak, "Kenapa kesannya gue disini yang jahat sih Ke? Kenapa seolah-olah gue yang mau hancurin kehidupan kalian. Padahalkan ini rencana awal lo. Lo balik sama Yuda, lo lepas dari Sandi dan gue bakal liat Sandi hancur sebagai balasan karena dia uda buat Lo sama Yuda putus. Kalau gini ceritanya gue yang kayak sampah beneran karena bantu lo buat Sandi keluar dari sekolah. Lo liat Sandi sekarang kan? Gila! Dia kerja jadi montir buat lo Njing" Desis Robi tak habis pikir.


Dulu, yang mengajaknya kerja sama adalah Kea. Perempuan berkaca mata itu menghampiri Robi dan teman-temannya yang saat itu bersekolah di SMK tak jauh dari sekolah mereka.


Robi adalah kembaran Yuda, juga merupakan ketua geng Tiger yang merupakan musuh bebuyutan geng motor Sandi.

__ADS_1


Waktu itu, Robi bahkan enggan melakukan hal kotor seperti itu, mengingat mereka sebentar lagi ujian kelulusan. Walaupun Sandi adalah musuhnya dijalanan, tapi Robi juga masih mempunyai hati nurani untuk tak membuat Sandi tak lulus sekolah, mengingat betapa ambisiusnya sulung Geano itu dalam sekolah.


Robi, Sandi, Yuda dan Kea pernah satu SMP dulu, jadi kurang lebih ia juga tau kepribadian Sandi dan Kea. Mereka memiliki dendam masa kecil yang ntah apa.


Hari itu Kea menangis dan memohon padanya, kejadian ini setelah Yuda dan Kea putus, ternyata bukan Yuda yang hanya patah, tapi Kea juga. perempuan itu sakit hati. Dan menawarkan perjanjian pada Robi.


" Rob, lo harus bantu gue bales dendam sama Sandi hiks, Dia uda buat gue putus sama Yuda, dia juga uda ngelecehin gue hiks,"


Robi yang saat itu tak tau apa-apa dibuat bingung. Ia dan Yuda memang kembar, tapi sejak kecil mereka tak pernah hidup bersama karena perceraian kedua orang tuanya.


"Sandi ngelecehin lo? Dan lo putus sama Yuda gara-gara itu?" Tanya Robi waktu itu.


Kea semakin terisak, "Iya, dan kalau lo lupa. Yuda hiks pernah masuk rumah sakit karena Sandi. Iblis itu mau hancurin gue sama Yuda Rob, hiks" Kata Kea terisak-isak.


Robi ingat, Yuda memang pernah masuk rumah sakit waktu itu, ditambah kekalahannya dalam balapan beberapa hari yang lalu dari Sandi membuat kemarahannya menumpuk. Juga teman-teman gengnya mengompori untuk membantu Kea.


Saat itulah, Robi mengikuti rencana Kea, membuat Sandi dikeluarkan dari sekolah, dengan harapan, Kea kembali ke Yuda, dengan harapan Kembarannya mendapat kebahagian, dengan harapan Kea dan adiknya hidup tenang.


Tanpa Tau..


Saat itu Kea sudah menikah dengan Sandi.


Tanpa Tau..


Kealah yang berkhianat,


Tanpa tau..


Kealah yang memutuskan Yuda.


Tanpa Tau..


Kalau Kea memang segila itu.


"Ekhem, uda puas tatap-tatapannya?" Tanya Sandi yang masih bernapas ngos-ngosan karena berlari.


Laki-laki itu langsung pulang saat Joni bilang ponselnya terus berdering, dan tak perlu pikir panjang sandi langsung pulang. Dan adegan tatap-tatapan Kea dan musuh jaman SMA nya lah yang ia dapat.


"S-san?" Kea memanggil Sandi dengan gemetar.


Sandi yang melihat Kea menangis langsung mendorong Robi, memeluk Kea dengan posesif.


"kamu gak apa kan Ke?" Tanya Sandi khawatir.


Kea mengangguk, ia balas memeluk Sandi dengan tubuh gemetar, ia ingin terus memeluk Sandi, setidaknya sebelum laki-laki itu membencinya nanti.


Kea bukan hanya membuat Sandi keluar dari sekolah, tapi juga merencanakan perselingkuhan darinya.


"Mau kemana lo njing, ngomong sama gue dulu lo bangs*t!" Teriak Sandi saat Robi melangkah mundur.


Robi menghela napas, "Oke" Katanya Santai, terlalu santai, sampai Kea semakin bergetar dibuatnya.

__ADS_1


****


Ya ampun Kea....


__ADS_2