
"Enak ? " tanya dika memperhatikan delia
Delia menganggukkan kepalanya tersenyum puas
"Iya sayang.. Nasi gorengnya enak " ucap delia menatap dika
"Tapi itu pahit yank, rasa gosongnya benar-benar terasa " Ucapnya dika dengan menatap delia
"Ah gak kok yank, sungguh sangat enak " jawab delia dengan tersenyum menatap dika
Dika hanya menepuk jidatnya memperhatikan delia yang begitu ceria setelah menikmati nasi goreng buatan dirinya.
"Apakah ibu-ibu yang hamil juga seperti sang istrinya dan para suami bisa melakukan apa yang diinginkan sang istri "Gumamnya dengan pertanyaan yang membuatnya bingung
"Ya udah mandilah dahulu setelah itu kita keluar kita jalan-jalan " ucap dika dengan mengusap kepala sang istri, delia.
Delia tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanpa berkata sedikit pun
"Istri idaman" ucap dika dengan memperhatikan langkah sang istri
Setelah sang istri pergi di kamarnya, dika merapikan dapur membereskan dapur yang terlihat berantakan akibat menggoreng nasi yang tak sesuai dengan bayangannya.
"Ku pikir aku bisa menjadi suami idaman yang ada malah mengecewakan sang istri " Ucap dika dengan tangan yang masih mencuci wajan
Sekitar beberapa menit kemudian semuanya terselesaikan, dika menatap dapur yang kini sudah rapi kembali memperhatikan semuanya.
Ia menatap ke arah tangga, menunggu sang istri namun yang di tunggu tak juga datang.
"Apa belum selesai mandinya ?" Gumam dika
Dika melepaskan celemek yang ada di tubuhnya lalu menggantungkan kembali ke tempat asalnya . Kakinya terayun melangkah manaiki tangga menyusul sang istri.
Ceklek.. Dika memutar knop pintu terlihat pemandangan delia yang sedang tertidur pulas di ranjang. Bibirnya terangkat ke atas memperhatikan sang istri.
__ADS_1
"Tertidur dengan pulas lagi sayang " ucap dika dengan pelan ia naik ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya di samping delia
Dika mendekatkan tubuhnya dan memeluk tubuh delia dari belakang, tangannya terulur mengusap perut sang istri . Matanya perlahan tertutup dan dengkuran halus pun terdengar. Delia tidur dengan nyenyak tanpa sadar jika sang suami ada di sampingnya.
Tanpa di sadari waktu begitu cepat berlalu. Jarum jam menunjukkan pukul 6 sore dan delia masih tertidur dengan nyenyaknya, sedangkan dika kini ia telah membersihkan diri dengan tubuh yang masih terbalut dengan handuk yang melilit pinggangnya, serta rambut yang masih basah. Dika mengusap kepala delia membangunkan dengan pelan
"Sayang.. Bangun sudah sore " ucap dika dengan mencium kening delia
"Emmm iya sebentar lagi " Ucap delia dengan merubah posisi tidurnya membelakangi dika
Dika tersenyum menatap delia, lalu melangkahkan kakinya ke arah lemari pakaiannya mengambil baju kaos berwarna hitam serta celana jeans pendek.
Tangannya terulur ingin mengambil botol Parfum namun tiba-tiba suara delia terdengar
"Tak perlu memakai parfum !" ucap delia yang kini memperhatikan dika dari atas sampai ke bawah
"Kenapa sayang ?" tanya dika menatap delia yang kini wajahnya terlihat kesal menatap dirinya
"Aku tak ingin mencium parfum, baunya membuat ku mual " ucap delia menatap dika
Dika menatap delia ia tersenyum memperhatikan sang istri yang terlihat manja
"Kenapa ?" tanya delia memperhatikan dika yang masih setia menatap wajahnya
"Mandi sayang " ucap dika
"He'em.. " ucap delia dengan kaki yang mulai terulur ke lantai
Dika mengacak rambut delia, terlihat jika mood sang istri berubah
"Mandi setelah itu kita cari makan malam di luar ya " ucap dika memperhatikan sang istri yang berjalan ke arah kamar mandi
****
__ADS_1
"Gak boleh ini gak baik buat kesehatan kamu " ucap dika dengan melarang delia yang menginginkan bakso yang ia lihat di media sosial
"Ini keinginan anak kita " ucap delia memperhatikan dika
"Gak boleh " ucap dika dengan tegas
Terlihat wajah delia yang terlihat murung dengan wajah yang ia tekuk.
Dika mengusap wajahnya dengan kasar, kini mobilnya melaju dengan kecepatan sedang menelusuri setiap warung dan delia yang masih enggan membuka suaranya
"Makan disini ya ? " ucap dika dengan menatap sang istri
Namun yang di tanya hanya diam tanpa melihat ke arah yang di ucapkan dika
"Sayang lihat dulu di mana kita " ucap dika memperhatikan delia
Delia melihat ke arah luar menatap warung yang ada di sampingnya saat ini, senyumnya terukir di bibirnya. Ia menganggukkan kepalanya menatap dika
Dan kini dika yang hanya menepuk keningnya dengan keinginan sang istri.
"Boleh makan bakso asal jangan membeli yang pedas " ucap dika dengan menatap wajah delia
"Oke.. " jawabnya dengan membuka pintu mobilnya dan melangkahkan kakinya ke warung
...Ikatan pernikahan. ...
...Setelah mengucapkan kalimat ijab kabul menerima kekurangan pasangan, menerima semua yang ada pada pasangan kita melengkapi serta membuatnya selalu bahagia adalah kewajiban para pasangan. Dan seandainya ada bumbu pertengkaran perselisihan antara pendapat itu adalah bumbu agar kita lebih saling memahami dengan menyelesaikan perlahan .. ...
...Rate Like dan Favorit๐๐ป...
...Jangan lupa jejak komentar juga ๐...
... Salam kenal Salam sayang ๐ ...
__ADS_1
... ...