
Tatapannya tak beralih menatap Dodi yang saat ini tersenyum, Tersenyum dengan sempurna ciptaan yang tak dapat di alihkan pandangannya ingin melihat menatap lagi dan lagi tanpa ada niat ingin menoleh
"Aku hanya ingin menemui Albert yang kebetulan kamarnya berdekatan dengan ku kemarin " Ucap Dodi dengan tersenyum
"Ohhh ke ruangan ku saja dulu karna di dalam ada Pak Dika dan juga Bu Delia. Yang boleh melihat menjenguk keadaan pasien hanya boleh dua orang saja " Jawab Suster Eka
Dodi yang mendengarkan pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti
Sedangkan Albert saat ini tertidur dengan nyenyak dan Delia dan juga suaminya Dika melihat ponselnya memainkan game.
"Ah mas pelan-pelan dong jangan cepet-cepet kalah nanti.." Ucap Delia dengan menepuk tangan Dika
"Iya sayang.. Iya ini pelan-pelan tapi kurang cepet jadi gak enak lambat kelamaan gede dia" Ucap Dika dengan menggeserkan layarnya mengarahkan permainan cacing ke arah target
"Dih.. awass aja kalau kalah " Ucap Delia dengan tangan yang mengambil snack yang ada di meja didekat Albert tertidur
Delia melihat Albert yang sedang pulas tertidur tangannya mengarah ke arah toples dengan pelan-pelan ia mengambil
"Ah berasa maling aja aku " Gumam Delia dengan menggendong toples
"Ngemil lagi yank.. ?" Ucap Dika dengan sekilas menoleh ke arah Delia lalu kembali fokus menatap ponselnya .
"Suap dong sayang.. " Sambung Dika dengan membuka mulutnya namun oandangan dan tangan masih tetap ke arah ponsel yang ia pegang
"Ini " Ucap Delia dengan memberikan kue kering di mulut Dika
"Terimakasih sayang " Ucap Dika dengan tersenyum ke arah Delia
"Kembali kasih sayang.. " Jawab Delia dengan tangan yang masih setia memberikan kue kering ke dalam mulut Dika
Dika tersenyum sedangkan Delia masih menatap Dika dengan sesekali memberikan suapan
__ADS_1
"Sayang... " Panggil Delia dengan menatap Dika
"Hem.. Kenapa ?" Jawab Dika singkat dengan mata dan tangan yang masih terfokus menatap ponsel
Brakkkkk (Suara toples yang Delia turunkan dari pangkuannya ke meja )
Dika kaget lalu menoleh ke arah Delia yang terlihat marah, ia sadar dengan sang istri yang wajahnya terlihat tak bersahabat maka ia meletakkan ponselnya ke meja. Ia tau jika mood seorang istri yang saat ini selalu berganti membuatnya lebih ekstra sabar menghadapinya
Ia tersenyum ke arah Delia di tariknya tubuh Delia ke dalam pelukkannya di usapkan puncak kepala Delia.
"Maaf ya sayang " Ucap Dika dengan mencium kening Delia
Sedangkan Delia hanya diam tanpa ada niat membalas pelukkan Dika ataupun menjawab ucapan Dika.
Susah memang, namun Dika tetap memakluminya memahami atas apa yang ia lakukan adalah kesalahannya
Delia masih di dalam pelukkan Dika ia tidak membalas namun tidak mau terlepas di pelukkan sang suami, moodnya selalu berubah-ubah. Perlahan matanya tertutup dengan rapat merasakan usapan tangan Dika yang membuatnya merasakan nyaman dan juga mengantuk.
Sedangkan Dika ia tersenyum saat merasakan dengkuran napas sang istri yang mulai nyenyak di dalam pelukkannya
Lama sang istri tidur di pelukkannya ia tak ingin membuat sang istri terbangun. Pegal dan juga keram itu yang ia rasakan senyuman selalu terpancar di bibirnya tangannya masih setia mengusap puncak kepala sang istri
"Eughhttt.. "
"Sayang .." Panggil Delia dengan menatap Dika yang saat ini menatap dirinya
"Hay sayang.. Cepat sekali bangunnya hem " Jawab Dika dengan meletakkan rambut yang menutupi wajah Delia di belakang.
"Cepat ? Bukannya sudah hampir 30 menit aku tertidur " Ucap Delia dengan menatap sang suami, Dika.
Dika tersenyum menatap Delia yabg terlihat manis saat baru bangun tidur.
__ADS_1
"Iya sayang.. tapi itu sebentar menurut ku "Jawab Dika
"Ah sudahlah.. aku saat ini lapar ingin makan mas" Ucap Delia dengan tangan yang menyentuh perutnya
"Baiklah kita cari makan di luar sekalian pulang ya " jawab Dika dengan merapikan kemejanya
Sedangkan Delia melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi ruangan Albert
"Mau kemana ? " Ucap Albert yang saat ini menatap Dika yang sedang merapikan kemejanya
"Pulang.. " Jawab Dika dengan singkat
"Oh.. kamu pulang saja, biarkan Delia bersama ku " Ucap Albert yang saat ini meraih gelas di atas meja di sampingnya
"Kenapa ? "Tanya Dika dengan menatap Albert
"Aku masih merindukkan Delia " jawab Albertdengan santai
"Ckkkk.. " Dika hanya berdecih saat mendengarkan ucapan Albert yang saat ini sedangkan tersenyum
******
...Merelakan seseorang demi kebahagiaannya membuatnya tersenyum dengan orang lain, walaupun ada rasa sakit di hati itu lebih sangat membantu dengan cara melupakan tanpa ada rasa bersalah.. Dengan cara itu pun lebih mudah melangkah tanpa harus terbayang wajahnya ... ...
...Saat keputusan itu menyakitkan namun akan lebih sakit bila tetap berlanjut. Maka lepaskan dengan cara merelakan lalu tersenyum dari pada bertahan dan akan ada banyak hati yang terluka.. ...
...Sny...
Rate Like dan Favorit
Jangan lupa jejak cinta dari kalian penyemangat otor untuk tetap Update 😁
__ADS_1
Komentar kalian sangat berharga 😘
Salam Kenal dan Salam Sayang 😘💜