
"Selamat del.. " ucap riko
"Terimakasih.. " ucapnya
"Bagaimana dengan keadaan Aurelia ? " sambung delia
"Alhamdulillah baik.. dia sekarang sudah sekolah jadi tak bisa untuk ikut seperti dulu yang ke mana-mana ayahnya ikut " ucap riko
"Ehem... " Ucap seseorang yang datang menghampiri delia dan juga riko
Baik delia dan juga riko menoleh ke arah sumber suara terlihat Dokter roky yang menatap delia dan juga riko bergantian
"Roky.. " ucap delia dan juga riko bersamaan
"Hay.. Bagaimana keadaan kalian dan mana dika ?" ucap roky tersenyum melihat delia
"Mas dika sedang cek golongan darah, mungkin golongan darahnya sama jadi mas dika sekalian di ambil darahnya.." ucap delia dengan berkata jujur
Roky pun menganggukkan kepalanya
"Keluarga ibu wika " Ucap salah satu suster yang telah datang di tengah-tengah mereka
__ADS_1
"Iya saya adalah kakaknya sus, " ucap riko yang kini telah mendekat dengan suster
"Silahkan ke ruangan pak.. " ucap suster dengan mengarahkan riko ke dalam ruangan di mana wika yang terbaring kaku
"Wika.. " panggil riko yang menatap sang adik
Air matanya menetes dengan begitu saja, ia marah kesal dan juga malu dengan semua perbuatan yang wika lakukan yang telah membuat nama baik keluarganya tercoreng, namun semua adalah takdir yang tak bisa di hindari kesalahan yang ia lakukan pun sangat fatal.
Ia membuat delia sakit berkali-kali, namun sang mantan istri tak pernah memikirkan hatinya ia tetap bertahan dan saat sang istri mulai lelah dan memilih pergi ia baru menyadari bahwa sosok delia lah yang sangat ia butuhkan. Kehadiran dan kebiasaan sang istri yang menyambut dan membuatnya nyaman pun lenyap saat delia memutuskan menyudahi hubungan mereka dan kini yang tersisa hanya lah penyesalan dan kekosongan di dalam hatinya. Ia tak pernah menyalahkan delia atau pun dika. tak ada sedikit pun rasa marah dan rasa balas dendam atas kematian sang adik yang berakhir mengenaskan
Tangan riko terulur menyentuh wajah wika, membelai rambutnya yang tak pernah ia lakukan selama wika hidup.
Setelah lama mengungkapkan isi hatinya riko mengusap air mata yang ada pada wajahnya, ia melihat para suster
"Tolong urus jenazah adik saya " ucap riko dengan menatap tubuh yang kini terbaring kaku di ranjang
Suster pun menganggukkan kepalanya dan melangkahkan kaki ke arah ranjang, sedangkan riko melangkahkan kakinya keluar ruangan
"Yang sabar rik.. " Ucap roky menatap riko yang sedang bersandar di pintu
Riko menganggukkan kepalanya dan tersenyum
__ADS_1
"Bagaimana ke adaan keponakan ?" ucap riko dengan menatap wajah roky
"Alhamdulillah baik, dia juga sangat aktif.." ucap roky dengan tersenyum mengingat sang putri yang kini telah bisa memmanggil dirinya
"Jika kamu ingin bertemu dengan Andini, keponakan kamu boleh langsung ke apartemen sekalian ajak juga aurelia agar mereka bisa bermain bersama " sambubg roky
"Akan aku usahakan agar bisa bertemu dengan andini " ucap riko
"Maafkan atas kesalahan wika .. Dan tolong jaga lah Andini, anak kalian. Walaupun ibunya tak menginginkan nya dan tak menganggapnya tapi aku adalah om dan juga ada nenek dan kakeknya yang selalu menyayanginya" sambung riko dengan menatap wajah roky
"Dalam keadaan seperti itu saja wika tak pernah mau menganggap andini sebagai anaknya " Gumam roky dengan jujur namun tak terdengar oleh riko
Prov. H
...Rasa itu datang karna terbiasa dan rasa itu datang saat sudah pergi meninggalkan kita..kemudian terdapat rasa penyesalan yang terdalam dengan bayangan luka.. ...
...Rate like dan Favoritππ»...
...Jangan lupa jejak-jejak biar otor semangat ππ...
...Salam kenal dan salam sayang π₯°π...
__ADS_1