
Sinopsis :
Sandi dan Kea berusaha membenahi langkah mereka yang salah. Salah satu usaha mereka adalah dengan memulai kehidupan baru, suasana baru dan juga.. Negara baru.
Saat semua hal tentang arti sebuah kebahagiaan yang mereka raih dikeluarga kecil mereka, semua hal tentang cinta yang mereka berikan pada keluarga mereka dengan harapan hidup bahagia selamanya, lalu bagaimana jika mereka harus kembali mengalami arti sebuah pembelajaran. Lalu bagaimana jika mereka harus mengalami apa itu guncangan.
Akan kah mereka sanggup melaluinya.
Ini bukan lagi tentang dendam Sandi pada Kea, ini juga bukan lagi tentang balas dendam Kea pada Sandi, bukan juga tentang rapuhnya Sandi dan Kea akan kehilangan Angela mereka.
Ini tentang kehidupan mereka semua, ini tentang keinginan mereka yang ditentang oleh kenyataan.
Ini tentang mereka. Dan Lagi-lagi karena langkah yang salah.
****
S-2 kehidupan baru
Kea masih mengatur panas api kompor saat Sandi memeluk perutnya dari belakang, meletakkan dagunya pada ceruk leher istrinya itu.
"San, jangan ganggu ih" Kata Kea kesal.
Sandi bergumam tak peduli, ia justru menciumi leher itu dengan gemas.
"San ih, Ini nanti gosong masakan aku" Kata Kea berusaha melepas rangkulan Sandi, tapi nihil karena laki-laki jangkung itu justru dengan usil semakin mengeratkan pelukannya.
"San, lama-lama kamu juga ya yang aku goreng" Kesal Kea saat Sandi masih saja mengganggunya.
Sandi terkekeh, laki-laki bermarga Geano itu akhirnya melepas pelukannya, "Emang masak apa sih kamu?" Tanyanya dengan penasaran.
__ADS_1
"Tempe?" Tanya Sandi saat berhasil melihat apa yang sedang digoreng istrinya itu.
"Tuh tau" Kata Kea tak acuh, perempuan itu melanjutkan kegiatannya, memotong-motong bawang bombai menjadi kecil agar mudah dihaluskan bersama cabai nantinya. Perempuan itu ingin membuat sambal tempe dipagi-pagi musim dingin ini.
"Seriusan ini Tempe? Kamu dapet dari mana?" Tanya Sandi membelalakkan matanya, sedikit takjub dengan keberadaan bahan makanan khas indonesia itu dinegara matahari terbit ini.
Pasalnya sudah hampir dua tahun mereka tinggal dinegara matahari terbit ini, tak sekalipun ia melihat makanan itu dimana pun.
"Gak usah lebay deh, aku beli ditoko indonesia yang ada dideket apartemennya Akira itu," Kata Kea melirik Sandi jengkel.
"Seriusan? Ada gitu toko indonesia, maksudnya jualan kayak produk indonesia gitu?"Tanya Sandi masih tak habis pikir.
"Iya loh, ih, uda sana, jangan ngeribetin aku" Kata Kea mendorong Sandi pelan yang masih saja mengintilinya bergerak.
Sandi mengerucutkan bibirnya, "Aku kan kangen kamu Ke,"
"Ih, gak percaya, kamu sih gak ngerasain gimana stres nya aku dapet tugas numpuk, kerjaan numpuk uda gitu dengerin orang-orang ngomong pakai bahasa alien.. His, rasanya pengen cepet pulang terus dengerin kamu, ngomong pakai bahasa indonesia gini, pelukin kamu yang wanginya luar biasa ini" Kata Sandi masih saja mengintili Kea yang kini mulai membelender bumbu.
"Gombal"
"Kok gombal, nggak loh Ai serius ini" Kata Sandi memelas.
Kea menahan senyum saat Sandi sudah memanggilnya begitu, ntah kenapa imannya lemah sekali saat Sandi sudah memanggilnya Cinta dalam bahasa jepang begitu.
"Kangen tau," Kata Sandi lagi, memeluk Kea dengan sayang. Seolah laki-laki itu benar-benar rindu. "Cium dulu sini" katanya menunjuk bibirnya.
"Kangen dari mananya coba kan tiap hari jumpa, tadi malem juga udah kan" Kata Kea sambil menggongseng tempe goreng dengan bumbunya.
"Uda apa?" Tanya Sandi ambigu.
__ADS_1
"U-uda-" Kea yang baru menyadari ucapannya pun mengerjap, pipinya memerah dengan tidak tau malunya.
"Apa sih?" Kesalnya untuk menutupi rasa malunya.
"Aku tanya, uda apa tadi malam loh Ai" Kata Sandi menahan tawa.
"Sandiii, ih"
Sandi tergelak ketika berhasil membuat pipi gembil Kea itu memerah, bahkan telinga perempuan itupun tampak ikut memerah sangking malunya.
"Hayoo, apa? Tadi malem uda apa hayoo?"
"Sandi, ih marah aku ini" Kesal Kea berbalik badan dan memeluk Sandi. Menyembunyikan wajahnya didada Sandi.
Sandi kian tergelak mendapati respon menggemaskan istrinya itu, "Marah kok peluk-peluk" Kata Sandi sambil menekan tombol dikompor untuk mematikan panasnya.
Kea mengerang protes. memukul punggung Sandi untuk meluapkan kekesalannya. Dan Sandi semakin terkekeh akan hal itu. Ia tau Keanya sedang malu. Ah, seandainya jam pagi lebih panjang, Sandi enggan untuk melepas Keanya hanya untuk sekedar pergi kuliah dan lanjut bekerja.
Sandi tersenyum, ah inilah kehidupan barunya. Dinegara impian istrinya, dengan Keluarga kecilnya.
***
Yeayyy.. Akhirnya bisa lanjut S2, gimana sama cuplikan pertamanya. Kayak ada manis-manisnya kan?
Anyway, gimana juga sama sinopsisnya, kira-kira ada yang bisa tebak bagaimana kelanjutan cerita mereka nanti?
see you..
Atmosfera
__ADS_1