
" Dokter roky.. " panggil wika saat tatapannya menemukan roky yang sedang menggedong bayi mungil yang ia yakini jika itu adalah sang putrinya.
Roky yang mendengar wika yang memanggil namanya pun menoleh lalu melangkahkan kakinya ke arah wika. Roky tersenyum menatap wika dengan tatapan penuh kasih sayang.
Namun tatapan itu berubah seketika saat wika yang bertanya tentang dika
"Di mana suami ku dika, dok ? Ucap wika dengan tatapan mata mencari dika di ruangannya
Roky terdiam. Hati dan perasaannya seakan menjadi bomerang yang sulit untuk di kendalikan, bahagia saat melihat sang putri yang telah ada di dunia ini namun ragu dengan wika yang mampukah menerima keberadaan sang putri jika kenyataannya tak sesuai yang diinginkan bahwa putrinya bukanlah anak dari suaminya yaitu dika.
"Dika menitipkan kamu dan juga putri kita kepada ku " ucap roky dengan keceplosan
"Eh putri kamu kepada ku " ucap roky dengan memperbaiki ucapannya
Wika pun hanya menganggukkan kepalanya
"Bolehkan dia aku yang menggendong ?" tanya wika saat melihat bayi yang ada di gendongan roky
Roky pun tersenyum lalu meletakkan sang putri ke dalam dekapan wika, sang bunda.
Wika pun tersenyum menatap bayi mungil yang saat ini ada di tangannya. Tangan wika terulur mengusap pipi bayi yang terlihat terlelap di pangkuannya
"Apa air ASI mu sudah bisa untuk di berikan dengan putri mu ? " tanya roky dengan ragu dan sedikit canggung
Wika pun menatap roky dan tersenyum
__ADS_1
"Sepertinya belum, tapi nanti akan ku coba memberikannya " ucap wika dengan sesekali mencium pipi gembul bayinya
"Hay tuan putri kesayangan bunda " Ucap wika dengan menyentuh jari-jari mungil sang putri
Roky pun memperhatikan interaksi wika dengan sang putri hatinya terenyuh ada sebuah harapan yang penuh saat ini
"Andai yang menjadi suami mu adalah aku, mungkin aku adalah orang yang paling bahagia saat ini karna adanya sang buah hati kita yaitu putri kita yang saat ini kamu dekap wika " batin roky dengan menatap nanar wika
Terkadang apa yang di harapkan tak sesuai dengan apa yang kita dapatkan saat ini. Namun terkadang apa yang tidak kita lakukan mendapatkan apa yang tidak pernah terfikir kan sebelumnya. Takdir telah menentukan nasib dan kehidupan kita. Terkadang kita menyalahkan keadaan yang sekarang namun di kemudian hari kita mensyukuri atas nikmat yang telah di berikan kemarin. Kemarin adalah sebuah kehidupan yang mengajarkan kita untuk lebih berhati dalam mengambil keputusan dan memberikan kesan yang berharga agar kita bisa lebih memperbaiki diri kita.
Kehidupan silih berganti, berputar layak ya roda yang berjalan kadang di atas dan juga kadang dibawa. Melewati jalan-jalan yang penuh lubang dan terhenti di tengah jalan, semua adalah cobaan dan ambilah hikmah dari semuanya.
Terbesit ada sebuah perasaan lelah dan ingin menyerah. Bukan aku saja, namun kita semua yang memang memiliki batas kesabaran. Namun terfikir dan membayangkan apa yang ingin kita gapai harus bisa di lakukan walaupun ada perasaan ragu namun karna sebuah rasa keyakinan kegigihan dan juga rasa keinginan maka semua akan terlewati tanpa kita sadari.
*****
Roky menatap nanar wika yang telah memejamkan matanya kakinya melangkah mendekat dengan wika di pindahkan anak rambut yang ada di wajahnya
"Aku mencintaimu wika, andai kamu melihat ku sedikit saja mungkin aku adalah orang yang paling bahagai karna memiliki kamu " gumamnya pelan dengan menatap wika
Tak lama kemudian pintu ruangan terbuka, Terlihat dika yang membawakan kotak makanan untuk roky.
"Bagaimana keadaannya ky.. ?" tanya dika dengan kaki melangkah ke arah box bayi dengan tatapan perhatiannya
"Sangat baik dik, ia dengan mudahnya merespon ucapan kita saat ia membuka matanya. Ia sangatlah aktif " ucap roky dengan senyuman bahagia menatap sang putri
__ADS_1
"Hemm.. Lalu kamu sudah memberi namanya belum ? " tanya dika dengan menatap roky
Roky pun terdiam dan menggelengkan kepalanya.
"Beri dia nama Andini saja ky.. dan kepanjangan namanya bisa kamu tambah apapun itu " Ucap dika dengan tersenyum menatap wajah roky
"Andini.. ? nama yang bagus aku ingin menambah nama belakangnya dengan nama ku dik " ucap roky dengan menatap dika
"Andini anggara " ucap dika dengan mantap mengucapkannya
"Lalu bagaimana dengan wika ?" tanya roky dengan mata yang saat ini beralih ke arah wika yang tertidur pulas
"Biarkan nanti akan ku coba bantu " ucap dika dengan menepuk pundak roky
"Terimakasih dika.. Dan maafkan aku yang.. "
"Stttt.. Biarkan semuanya berlalu " potong dika yang tahu kemana arah pembicaraan roky saat ini.
...Saat hati ini lelah maka biarkan aku yang mencoba mengalah, menjauh bahkan melepaskan semua perasaanku.. Dan tolong jangan pernah bangun rasa itu lagi karna aku mempunyai perasaan dan juga hati yang sedikit banyaknya ada sebuah rasa LELAH...
...Sny...
...Salam sayang 😘...
Rate Like dan Favorit 🙏🏻
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak komentar juga biar otor semangat buat update🥰