
Tak lama kemudian pintu pun tertutup dengan keras , wika menatap pintu kamar dika. ia tak percaya jika sang suami yang berbuat baik dengannya beberapa hari ini ternyata tetap tak memberikan peluang untuk dirinya bisa menempati posisi delia di hati dika.
Setelah wika keluar dari kamarnya, dika mengambil semua figura delia dan juga dirinya ia kembalikan ke posisi semula.
Ada beberapa foto yang terlihat rusak karna goresan kaca yang terdapat di bingkai. Saat sedang mengambil gambar dirinya dan juga delia tangannya terluka terkena kaca
"Ah ****.." ucapnya dengan menekan tangannya yang terlihat darah mulai terlihat
setelah semua telah di kembali kan di posisi semula dan juga merapikan beberapa foto yang terdapat banyak goresan dengan telaten ia rapikan di map
Dika mengambil kotak P3k di laci yang terletak di meja ia bersihkan lukanya lalu ia beri plaster, setelah cukup dengan luka yang ia bersihkan ia kembali keluar dan memanggil salah satu pembantunya untuk membersihkan sisa-sisa kaca yang masih di lantai.
"Bi.. tolong bersihkan ini ya dan berhati-hatilah karna terdapat banyak pecahan kaca " ucap dika dengan sopan
"Iya nak dika.." Jawabnya lalu dengan cepat membersihkan semuanya
Melihat bibi yang sedang membersihkan kamarnya, dika melangkahkan kakinya turun ke bawah menuju dapur. Ia melihat wika yang sedang mengiris sayuran. Dika melewati wika menuju kulkas mengambil minuman dingin.
Wika menatap dika tanpa rasa bersalah sedikitpun, begitupun dika yang enggan menatap wika
Setelah tenggorok kannya terasa dingin Dika kembali di kamarnya melihat bibi yang sedang merapikan semua kekacauan yang di lakukan wika.
Detik menit jam telah terlewati, dika terlihat lelah dengan tatapan mata menatap bintang-bintang yang memenuhi keindahan dimalam hari. Dengan di temani segelas kopi hitam serta laptop yang berada di pangkuannya
__ADS_1
"Delia.. Kamu ada di mana ? aku merindukan mu " Ucap dika dengan menatap langit yang dipenuhi bintang
Tangannya terulur mengambil ponsel yang ada di meja, nampak ia sedang menghubungi seseorang
"Hallo " Jawab orang di seberang
"Bagaimana hasilnya ?" ucap dika dengan sebuah harapan di benaknya
"Alamat akan saya kirim " Ucapnya
Terukir sebuah senyuman di bibirnya dan satu harapan untuk bisa menemui seseorang yang sangat ia rindukan.
Tak lama kemudian terdapat pesan alamat lengkap beserta foto-foto yang ia rindukan selama ini
"Aku merindukan mu dell.. " gumamnya dengan mengusap gambar yang terdapat di ponselnya
Keesokkan harinya
"Mau kemana kak ?" Tanya wika saat melihat dika yang membawa koper
"Aku akan bertemu dengan klien ku dan aku harap kamu jangan pernah berbuat lancang dengan menyentuh semua milikku.. !" Ucap dika dengan berjalan meninggalkan wika
"Tapi kak, aku beberapa hari ini akan melahirkan " ucap wika dengan mencekal tangan dika
__ADS_1
Dika menghempaskan pegangan wika
"Jangan pernah menyentuh ku dengan tanganmu yang kotor.. ! Dan ingat setelah anak ini lahir kita akan cerai ! " Ucap dika dengan sorot mata kebencian lalu melangkahkan kakinya menjauh dari wika
"Tapi dia anak mu yang membutuhkan sosok seorang ayah kak " Teriak wika
Seketika dika berhenti tangannya mulai mengepal ia membalikkan badannya dan berjalan ke arah wika.
"Kau bilang dia anak ku ? " ucap dika dengan mendekat ke arah wika
"Iiii.. iiya kak " Ucap wika dengan gugub saat tatapan mata dika melihat ke arahnya
"Kau yakin dia anak ku ?" Tanya dika dengan menatap wika
Wika terdiam melihat sorotan mata dika yang di penuhi dengan kebencian saat menatap dirinya
"Kalau begitu kita lihat setelah anak ini lahir dan kau buktikan sendiri siapa ayah dari bayi yang saat ini kamu kandung " Ucap dika dengan melangkahkan kakinya meninggalkan wika yang terdiam
...Terkadang kegembiraanmu adalah sumber senyummu,...
...akan tetapi senyumanmu adalah sumber kegembiraanmu ...
...Salam sayang π...
__ADS_1
...Rate, Like dan Favorit...
...Jangan lupa tinggalkan jejak komentar juga βΊπ...