
"Untuk kehamilan yang masih muda terbilang rawan ya bu pak. Sang bunda tidak boleh stres dan harus berhati-hati " ucap dokter sika
"Dan untuk obatnya nanti saya berikan obat mual dan juga vitamin " sambungnya lagi.
"Baiklah terimakasih dok.. " ucap dika dan juga delia bersamaan
****
Di ruangan yang tak terlalu besar nampak delia dan juga dika yang sibuk dengan urusan masing-masing.
Delia yang membuat resep-resep baru sedangkan dika yang menatap ke arah laptopnya
Delia melihat ke arah dika yang terlihat gusar dengan menatap layar monitornya
"Ada apa ? " tanya delia yang kini telah duduk di sampingnya dengan memberikan segelas teh hangat di sampingnya
"Sayang.. " panggil dika dengan menggeser tempat duduknya serta mencium kening delia
"Terimakasih " ucap dika dengan mengesap minuman yang ada di depannya dengan wajah yang tersenyum
"Ini ada satu lahan yang menurut ku tempat yang pas untuk rumah kita dan juga bisa untuk membuat toko " ucap dika dengan memberikan laptopnya dengan delia
Delia melihat lahan yang menurut sang suami tempat yang pas. Delia menganggukkan kepalanya ia setuju dengan tempat yang di tunjukkan.
"Iya juga mas, cuma bagaimana dengan toko di sini ? " tanya delia menatap dika
Dika tersenyum menatap delia, tangannya terulur mengusap kepala delia
"Toko ini masih tetap sayang, biar toko ini yang menepati rika dan teman-temannya. Kita bisa datang kesini untuk melihat perkembanganya saja " ucap dika
"Iya juga mas " jawab delia
"Ya udah besok mas cek tempatnya ya.. " ucap dika tersenyum menatap delia
Terlihat delia yang mulai menguap, dika yang melihat delia pun tersenyum dan tangan yang masih setia mengusap puncak kepala sang istri.
"Tidurlah .. " ucap dika dengan meletakkan kepala delia ke pangkuannya ia tersenyum bahagia dengan apa yang saat ini terjadi. Penantian yang selama ini ia inginkan akhirnya menjadi kenyataan. Menikahi delia, perempuan yang selama ini ia inginkan serta ia harapkan akhirnya menjadi kenyataan.
Perlahan namun pasti delia yang merasakan usapan di kepalanya matanya mulai terpejam. Bumil yang saat ini usia kandungannya berusia 5 minggu tersenyum dengan memejamkan matanya. Dika menatap wajah delia cantik dan juga anggun tangannya mengusap perut delia ia menantikan saat-saat seperti ini menatap sang istri saat tertidur dengan perut yang mulai terlihat berisi .
"Tidur yang nyenyak sayang " ucap dika dengan tersenyum menatap delia
Waktu terus berjalan, jarum jam pun terus berputar tanpa di sadari delia tertidur dengan nyenyak di pangkuan sang suami hingga satu jam lamanya. Kram di kaki dika pun terasa namun tidak ia perdulikan asal sang istri, delia tidur dengan nyaman.
Delia mengeryitkan keningnya yang awalnya hanya ingin beristirahat saja namun sekarang tertidur di pangkuan sang suami. Delia menatap wajah dika yang saat ini tersenyum menatap dirinya
"Kenapa sayang ?" tanya dika saat melihat delia yang membuka matanya menatap dirinya
"Aku tidur di pangkuan lama ya ?" tanya delia
__ADS_1
"Tidak.. Tidur lah lagi jika nyaman " ucap dika dengan tersenyum. Dika sadar sejak delia hamil istrinya tidak bisa tidur dengan nyenyak sedikit-dikit delia mual serta selalu merasa lapar saat malam harinya
Delia menggelengkan kepalanya lalu duduk di dekat dika .
"Kenapa ? " tanya dika dengan menatap sang istri
"Apa mulai mual lagi ? atau ingin makan ?" tanya dika memperhatikan dika
"Lapar " jawab delia tersenyum menatap dika
"Mau makan apa sayang ? " tanya dika
"Kepengen makan nasi goreng yang di kasih bawang goreng juga banyak-banyak " ucap delia tersenyum melihat dika
"Bawang goreng ? bawang goreng merah" tanya dika menatap sang istri
Delia menganggukkan kepalanya, ia tahu jika sang suami tak suka dengan baunya bawang
"Bawang gorengnya yang instan aja ya ? " tanya dika melihat ke arah istrinya
"Maunya yang baru sayang .. " jawabnya dengan melihat ke arah dika
Dika menganggukkan kepalanya mengerti, ia tak bisa membuat sang istri kecewa bagaimana pun dan apa pun akan ia lakukan demi sang istri dan juga kedua calon anaknya.
"Oke.. nasi goreng sesuai keinginan nyonya dika akan siap di hidangkan.. " candanya dengan tersenyum ke arah delia
"Terimakasih sayang " ucap delia dengan mencium pipi dika dan sekilas mengecup bi**r dika
"Jangan menggoda ku sayang, aku takut nanti nasi goreng keinginan anak kita gagal di siapkan " ucap dika dengan mencubit hidung delia lalu bangkit dari tempat duduknya
Delia menatap punggung dika yang mulai memakai celemek ia bahagia dengan apa yang saat ini ia jalani.
Terlihat dika yang sibuk serta memakai masker saat menggoreng bawang terlihat lucu memperhatikan orang yang sedang memasak dengan gaya cool namun terdapat masker yang menutupi mulut serta hidungnya
"Sayang.. maskernya buka aja, wangi bawang goreng enak kok apa lagi saat kita makannya ah nikmat rasanya " ucap delia dengan membayangkan nasi goreng yang terdapat banyaknya bawang goreng yang menjadi taburan di atas nasinya
"Enggak sayang.. biarlah seperti ini sungguh wangi bawang goreng ini masih tercium juga " ucap dika dengan memasukkan nasi ke dalam bumbu yang ia tumis
Delia tertawa menatap dika yang saat ini menatap piring yang berisikan bawang goreng yang terlihat coklat dan gosong
"kenapa bawangnya malah gosong seperti ini " ucap dika memperhatikan bawang yang ada di piring
"Karna apinya ke gedean, udah tu terlalu lama juga di penggorengan " jawab delia tertawa menatap dika
"Oh.. apa mau di ganti yang baru ?" tanya dika dengan melihat ke arah delia
"Gak usah yank, tapi tolong itu bau gosong nasinya udah kecium " ucap delia tertawa memperhatikan dika yang saat ini bingung
"Hah.. oh astaga " ucap dika dengan berjalan cepat dengan mematikkan kompornya
__ADS_1
"Astaga sayang " ucap dika dengan menepuk keningnya
"Ada apa ? " tanya delia dengan menutup mulutnya saat melihat nasi yang mulai gosong semuanya
Pufffff ( delia menahan tawanya namun ternyata lolos juga )
"Hahahaha.. Biasanya semuanya sempurna yank kenapa sekarang malah seperti ini " ucap delia menutup mulutnya
"Entahlah, buat yang baru aja ya " ucap dika
"gak usah sayang, ini kelihatannya enak kok" ucap delia dengan mengambil piring dan sendok
"Ayo masukin di sini " ucap delia dengan memberikan piring
"Yakin ?" tanya dika menatap sang istri
Delia pun menganggukkan kepalanya menatap dika
"Tapi ini gosong sayang, dan mungkin rasanya juga gak bakal enak " ucap dika memperhatikan nasi goreng yang ada di depannya saat ini
Delia pun mengambil piring yang telah terisi kan nasi goreng serta mengambil piring berisikan bawnag goreng yang gosong
"semuanya gosong, aku takut rasanya pahit sayang" ucap dika dengan menahan piring delia
"Enggak sayang, justru aku merasa ini sepertinya enak " ucap delia dengan merebut piring yang berisikan nasi goreng.
Dika pasrah dengan apa yang istrinya inginkan terlihat delia yang menyantap nasi goreng buatannya dengan lahab
"Apakah enak ? " tanya dika dengan suaranya yang hampir tak terdengar
Delia pun menganggukkan kepalanya dengan mulut yang berisi nasi goreng
Dika meraih sendok dan mencoba nasi goreng yang ia buatkan untuk sang istri. Seketika wajahnya berkerut saat mencoba, perutnya seakan tak terima dengan apa yang ia berikan namun delia sang istri dengan lahabnya menghabiskan nasi goreng yang gosong dengan rasanya yang sedikit pahit
Prov Author
...Hay hay salam sayang salam cinta salam kenal dan tetap semangat 💪🏻...
...Di Bab yang 93 otor salah ya 🙈 harusnya seperti apa yang kalian komentar (Terdapat 2 titik di dalam rahim bukan 2 biji ya 😁🤭) Setelah di baca kembali ternyata otor ada typo dan juga salah dalam menulis heheheh.. Mau otor perbaiki tapi gak masalah sesekali biar yang baca berkomentar biar otor semangat.....
...Otor mau jejak komentar juga dong 😁🤭 yok bisa yok komentar yang menurut kalian gimana baiknya, otor semangat saat baca semua komentarnya....
...Bukankah menuju sukses akan ada sebuah pendapat atau semangat dahulu agar kita bisa terus maju 🥰...
...Rate Like dan Favorit...
...Jangan lupa jejak komentar juga biar otor semangat 😘...
...Terimakasih, salam sayang...
__ADS_1