
****
Ke esokkan harinya nampak dika yang sedang melihat sang istri yang sedang sibuk menata bingkisan di rak. Ia melihat memperhatikan tanpa ingin mengalihkan pandangannya, senyuman di bibirnya terukir. Masih belum percaya dengan keindahan pemandanganyang saat ini ia rasakan. Mencintai dan juga di cintai dengan seseorang yang selalu ia tunggu dan harapkan. Penantian tak sia-sia dan jika telah di takdirkan berjodoh bagaimana pun dan seperti apa pun akan kembali lagi.
Dan kini delia pun menyadari jika dirinya di perhatikan oleh dika. perlahan kakinya mendekat ke arah dika
"Ada apa ?" tanya delia menatap sang suami yang kini telah mendekat dengan dika
Dika yang di tanya pun hanya tersenyum menatap sang istri tanpa menjawab pertanyaan yang di berikan oleh delia
"Ingin melihat bumil ku yang semakin hari semakin cantik " ucap dika tersenyum memperhatikan delia tangan yang mulai menyibakkan rambut-rambut kecil yang menutupi wajah delia
"Jadi dulu aku tidak cantik gitu ?" tanya delia menatap wajah dika
"Iya .." jawab dika dengan cepat tanpa ekspresi sedikitpun
Delia pun menatap dika dengan tatapan ingin protes saat mulutnya ingin berbicara dengan cepat dika mencium bi**r delia
"Morning kiss dear.. " ucap dika dengan mengedipkan matanya menatap sang istri
Delia menatap wajah dika enggan untuk protes karna tanpa dika dirinya akan merasakan mual.
"Sayang.. aku ingin melihat lokasi yang kemarin ya "ucap dika dengan jari yang mengusap bibir delia dan tangan yang terulur dengan meraih tubuh delia ke dalam pelukkannya
"Iya tapi hati-hati ya " ucap delia dengan tangan yang menyentuh dada dika
"Dan juga jaga ini " ucap delia dengan jari yang menunjuk ke arah dada dika
__ADS_1
"Iya.. hati jiwa dan raga ku hanya untuk mu. Pikiran ku sudah penuh dengan memikirkan adanya kamu di sisiku" ucap dika dengan tulus menatap delia
"Terimakasih " jawab delia dengan tatapan penuh cinta memperhatikan wajah suami yang kini dekat di pandangannya
Dika menunduk mencium kening delia ia tersenyum menatap perempuan yang ada di depannya. Dika berjongkok mencium perut delia tangannya mengusap dengan pelan
"Baik-baik di dalam sayang, jangan membuat bunda merasakan mual saat ayah tidak ada. Kalian adalah kebahagiaan ayah, Ayah mencintai kalian ayah selalu menunggu dan menantikan kehadiran kalian " Bisik dika dengan tangan yang terus mengusap perut delia
Delia tersenyum memperhatikan sang suami yang selalu berinteraksi dengan calon anak mereka sifat sikap dan kelembutannya itulah yang delia sukai. Tangannya terulur mengusap puncak kepala dika
"Kami akan selalu baik-baik saja dan calon baby pun akan menunggu waktunya saat ia hadir di tengah-tengah kita. Mereka pun tak sabar ingin segera hadir sayang " jawab delia tersenyum menatap dika
Dika pun mendongakkan kepalanya menatap delia. Kakinya melangkah ke arah lemari mengambil baju kemeja setelah menganti kaos dengan kemeja yang warnanya sama tak lupa juga delia mengambilkan jaket untuk dika
"I love you my wife" Ucap dika yang kini sedang berdiri menghadap delia
"I love you too my husband" Jawab delia tersenyum menatap dika
"Aku pergi dulu.. Jaga diri jangan pernah kelelahan " ucap dika menatap wajah delia
Delia tersenyum dan menganggukkan kepalanya
"Dan anak-anak ayah jangan pernah membuat bunda kesusahan ya sayang " ucap dika yang kini pandangannya beralih di perut delia yang kini terlihat lebih berisi
Dika menatap sang istri ia tersenyum hatinya seakan ingin tetap bersama namun ia tak ingin menunda apa yang ingin ia lakukan. Kakinya terulur melangkah meninggalkan delia.
"Mas pergi dulu ya, kamu hati-hati jangan pernah lupa menjaga kesehatan dan juga kedua malaikat kecil ayah jangan pernah membuat bunda susah kalau ayah pergi " Ucap dika dengan mengusap perut delia
"Hati-hati ya mas.. " ucap delia menatap sang suami yang kini telah ada di samping mobil
__ADS_1
Dika menoleh melihat delia dan menganggukkan kepalanya sebelum masuk ke mobilnya.
Berbeda dengan dika dan delia nampak seseorang yang sedang menantikan apa yang menjadi keinginannya. ia tersenyum menatap pemandangan yang ada di depannya. Tangannya memutar-mutar gelas yang kini ada di depan mejanya
Tak lama kemudian ponselnya pun berbunyi ia menatap id nama yang menelponnya. Tangannya terulur menggeser ikon hijau
"****"
"Bagus " Ucapnya saat menerima telepon yang masuk dengan senyuman yang terlukis dibibirnya
Prov.Author
...Katakan... !...
...Katakanlah kata-kata cinta, rayu dan berikan ia kebahagian dengan cara mu tersendiri.. Buat lah pasangan seakan menjadi satu-satunya milik mu yang tak akan tergantikan oleh apapun. Ucapkan kata-kata yang membuat mereka selalu bahagia bukan kebahagian hanya dengan adanya kemewahan saja. Kemewahan ada namun keharmonisan tak ada maka dalam hubungan rumah tangga tak akan lengkap. Hidup dalam kesederhanaan namun terdapat pasangan yang selalu menjaga komunikasi maka itu lebih baik dari pada hidup dalam kemewahan namun tak ada komunikasi dan adanya percakapan-percakapan kecil. Kebahagiaan itu mudah di dapat dengan adanya kita yang membuat pasangan selalu merasa di perhatikan dan adanya kita di setiap saat pun akan terasa mudah dan rejeki yang tidak di sangka pun akan datang dengan sendirinya....
...Bukankah rejeki maut dan jodoh sudah ada di dalam takdir kita? Maka kita hanya menjalani dengan ikhlas tanpa harus berfikir keras memiliki apa yang harus di miliki dan wajib semua harus terpenuhi.. Jangan pernah berfikir seperti itu, kita memiliki keinginan tetap gapai dan berusaha namun tak harus mengejar dengan penuh antusias karna perilaku seperti itu akan membuat kita menyesal dengan berbagai pemikiran .. Jadikan komunikasi di dalam diri menjadi nomor satu dan keinginan untuk mendapat dan didapatkan menjadi urutan nomor kesekian ......
Tanpa terasa puasa telah terlewati dan kita di kembalikan suci kembali. Semoga kita semua sehat dan bisa kembali bertemu di bulan puasa selanjutnya.. Aamiin allahhumaamiin.. 🤲🏻🤲🏻
Minal aidin wal faizin..
Mohon maaf lahir dan bathin
Salam kenal, salam sayang.. 😘😘
...Rate Like dan Favorit 🙏🏻...
__ADS_1
...Jangan lupa jejak komentar juga ya 😁 biar otor semangat 😘...