Salah

Salah
Bab. 99


__ADS_3

Albert turun dari mobilnya menatap restoran yang ada di depannya. Dengan kaca mata yang bertengker di hidungnya ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran. Banyak sepasang mata menatapnya dengan kagum terutama kaum hawa yang terlihat terpesona dengan kaum adam yang satu ini.


"Pesan ini di bungkus ya mbak .."Ucap albert dengan menunjuk menu yang diberikan oleh pegawai restoran


"Apa kah ada lagi pak ?" tanyanya melihat ke arah albert


"Ah tidak ada, hanya pesan yang itu aja " ucap albert dengan tangan yang menunjuk menu makanan


Albert melihat ke arah luar, melihat jalanan yang ada di depan matanya. ia menatap jalanan yang terlihat orang yang pernah ia lihat


"Wika " Gumamnya saat matanya menangkap seseorang yang ia kenal


Tak lama kemudian nampak pegawai restoran yang memberikan bingkisan pesanan.


"terimakasih.. " ucap albert memberikan beberapa 3 lembar uang berwarna merah


"Kembaliannya ambil saja " ucap albert dengan tersenyum ramah


"Terimakasih pak.. " jawabnya dengan membungkukkan badannya.


Albert tersenyum dan kakinya melangkah ke arah wika yang ada di seberang jalan .


*****


Setelah mobil dika pergi dan tak terlihat, delia kembali masuk ke dalam tokonya merebahkan tubuhnya di atas sofa. Baru juga di tinggal ia seakan merindukan sang suami. Ia tersenyum menatap ponselnya yang terdapat foto dirinya dan juga dika, perlahan tangannya terulur menyentuh gambar dika di balik layar ponselnya


"Aku merindukan mu sayang, baru juga di tinggal tapi seakan lama " ucap delia tersenyum menatap foto dika


Tak lama kemudian ponselnya berbunyi, ada panggilan video dengan id nama Rafa


Ia tersenyum lalu menggeser ikon hijau, nampak rafa yang sedang tersenyum di balik layar


"Hay mommy.. apa kabar ? " tanya rafa di balik panggilan video


"Hallo sayang..Alhamdulillah baik, rafa apa kabar sayang ?" tanya delia menatap wajah rafa


"Rafa baik mom.. Hanya saja rafa rindu sama mommy " ucapnya tersenyum ke arah delia


"Iyakah? kalau begitu rafa ke toko mom aja, kebetulan suami mom pergi dan mom sendirian. Sekalian omah juga ya, karna mom mau buat resep baru " ucap delia tersenyum dengan anak remaja yang ada di layar ponselnya


"Emang boleh ? " tanya rafa


Delia tersenyum dan menganggukkan kepalanya


"Boleh dong, rafa kan anak mommy juga dan suami mom juga udah kenal sama rafa " ucap delia


Rafa tersenyum dan menganggukkan kepalanya


"Siap mom, nanti rafa kesana dengan papi dan juga omah " ucap rafa tersenyum


Delia menganggukkan kepalanya, baik rafa dan juga delia bercerita di balik layar ponselnya hingga tanpa di sadari oleh rafa ada sang papi yang sedang duduk bersebelahan dengan dirinya


Delia yang tahu pun hanya tersenyum menanggapi ocehan rafa yang berbicara tentang albert. Semua kata-katanya membuat albert menepuk jidatnya sedangkan delia hanya memberikan kesan baik agar rafa yang baru beranjak dewasa memahami atas apa yang di lakukan sang papi. Terlihat wajah rafa yang awalnya bahagia tapi kini menjadi sendu delia oun heran dengan heran

__ADS_1


"Hey.. kenapa wajahnya hem ?" tanya delia saat melihat wajah yang selalu ceria tapi sekarang terlohat murung


"Mom.. aku boleh bercerita ? " tanya rafa dengan menatap wajah delia di balik layar


Delia pun bangkit dari tidurnya membenarkan tubuhnya yang mulai terasa serba salah


Delia menganggukkan kepalanya, matanya tertuju dengan albert, dan terlihat albert yang menganggukkan kepalanya


"Katakan sayang " ucap delia yang kini telah berganti posisi dengan duduk


Sedangkan albert duduk di samping rafa dengan mendengar ucapan sang putra


"Mom .. beberapa hari lalu ada mami ke sekolah rafa" ucapnya dengan menunduk


"Mami rafa datang nemuin rafa ?" tanya delia


"Iya mom, dia datang dan rafa langsung pergi " ucapnya


Delia hanya menjadi pendengar saja ia belum bisa bertanya karna ia belum mengetahui apa yang terjadi antara rafa albert dan juga ibu dari rafa


"Dan mom tau jika ia juga mengakui rafa jika rafa adalah putranya " Ucapnya dengan menunduk


"Maksudnya ? " tanya delia yang tidak paham dengan kata-kata rafa


"Dia berbicara jika ia merindukan ku dan mengakui jika aku adalah putranya, anaknya " ucap rafa


"Rafa.. semua orang akan ada kesalahan termasuk mami kamu. Mungkin di waktu lalu ia belum mau berbicara atau pun bertemu dengan rafa karna ia ada kerjaan . Dia sibuk jadi tidak bisa berbicara walaupun lewat ponsel. jika bertemu pun tidak akan bisa, karna untuk sekedar bertanya kabar lewat ponsel aja gak bisa apa lagi bertemu kan.. " jawab delia tersenyum ke arah rafa


Dan rafa pun menganggukkan kepalanya


Delia melihat wajah rafa yang terlihat sendu matanya terlihat berembun


"Suutttt.. Tak perlu memikirkan itu sekarang rafa fokus dengan sekolah saja dan menjadi anak yang sukses seperti papi inginkan " ucap delia tersenyum ke arah rafa yang terlihat rapuh


Rafa tersenyum dan menganggukkan kepalanya


"Rafa sudah makan belum ? " tanya delia mengalihkan pembicaraan


"Lagi nungguin papi pulang dari restoran mi, tadi rafa ingin makanan di restoran di langganan dulu " ucap rafa


"Kalau gitu buruan makan dulu gih, itu papi udah ada di belakang kamu " ucap delia dengan mata memberi kode ke arah rafa


"Papi ? " tanya rafa dengan menoleh ke arah belakang menatap tatapan delia.


Albert tersenyum ke arah rafa, kakinya berjalan melangkah ke arah rafa yang saat ini terdiam


"Ada apa hem ? " tanya albert dengan tatapan seakan ia baru datang


"Papi sudah dari tadi berdiri di sana ? " tanya rafa menatap albert yang terlihat meletakkan makanannya di meja


"Belum, tadi papi pulang meletakkan semua makanan di piring setelah itu papi bawa ke sini, tapi pas papi mau masuk kamu sedang video call sama mommy delia. " ucap albert tersenyum menatap sang putra


"Papi mau langsung nimbrung, tapi terlihat wajah rafa yang merindukan mommy jadi papi diam saja" sambungnya dengan tangan yang mengusap puncak kepala rafa

__ADS_1


"Baiklah, karna sudah ada papi jadi mommy undur diri ya, mommy mau tidur udah mulai berat mata mommy " ucap delia dengan tangan kanan yang menutup mulutnya karna menguap


"Oke mom.. terimakasih banyak, rasa rindu rafa hilang setelah melihat mommy baik-baik saja" jawab rafa tersenyum melihat delia


"Oke sayang, kalau ada apa-apa kamu cerita aja ya tak perlu sungkan. jika ada waktu kamu ke toko mom aja " Ucap delia menatap wajah rafa dan juga albert


"Kalian bagaikan buah pinang yang di belah dua, sangat mirip " ucap delia menatap wajah keduanya di balik layar ponselnya


"Karna aku papinya " ucap albert tersenyum ke arah delia


Rafa pun menoleh ke arah albert yang sedang tersenyum


"Dan aku adalah anaknya mom " sambung rafa tersenyum


"Baik-baiklah.. kalian benar-benar sama " jawab delia tersenyum


"sudah lah mata ku mulai perih karna mengantuk, pamit ya assalammualaikum rafa albert " ucap delia


"waalaikumsalam warohmatullah wabarokatu" jawab mereka bersamaan


Setelah mematikan panggilan telpon dari rafa, delia berjalan ke arah kamar mandi mengusap wajahnya dengan air


setelah merasakan segar di wajahnya ia berjalan ke arah balkon. Hatinya merasakan tak seperti biasanya ia menatap jam di tangannya. Tak terasa menelpon waktunya sangat lama juga" Gumam delia


Kakinya melangkah ke arah kamarnya ia membaringkan tubuhnya ke ranjang mata tatapannya ke arah dinding di mana ada dirinya dan juga


Matanya seakan berat, ia memejamkan matanya tanpa terasa dengkuran halus dari bibirnya terdengar


Delia tertidur dengan nyenyak .


Sedangkan ponsel milik delia berbunyi terus terdapat panggilan-panggilan id nama yang berbeda . Delia terbangun saat panggilan telepon yang terakhir


"Hallo " ucap delia dengan nada khas bangun tidur


"*****"


"Apa !?" ucap delia dengan tubuh yang mulai sempoyan ingin jatuh dan untung ada rika yang bisa menahan tubuh delia


"Bu " panggil rika dengan tangan yang menahan delia


"Mass dika " ucap delia dengan air mata yang menet3s di pipinya


...Saat cinta itu ada, namun takdir berkata beda. Mencintai tak harus memiliki, mengharap tak harus tergapai. Namun salah jika ada keinginan untuk tetap meraih ?...


...Sny...


...Rate Like dan Favorit πŸ™πŸ»...


...Jangan lupa tinggalkan jejak komentar juga πŸ˜‰...


...Salam sayang 😘...


Ehhh otor mau tanya dong🀭 kan sebentar lagi delia akan tamat ni, otor ada niat mau bikin cerita perjalanan para Duren yang sama-sama di tinggal dan semuanya ada anak, atau mau tetap lanjut di cerita "Masa lalu yang kelam aja ? "

__ADS_1


Kasih pendapat dong lewat komenπŸ™πŸ»πŸ€­


Terimakasih sebelumnya.. 😘


__ADS_2