Salah

Salah
Bab. 104


__ADS_3

"Karna delia adalah perempuan yang sempurna yang pernah di jumpai ! " ucap seseorang yang kini telah di ruangan dengan menatap wika yang tangannya terikat serta terlihat noda-noda darah di pakaiannya wajah yang begitu terlihat sangat mengsedihkan


"Hay sayang, akhirnya kamu datang membantu ku dari laki-laki psikopat ini ! " ucap wika dengan tersenyum menatapnta dengan berharap


Seseorang itu tersenyum menatap wika kakinya terulur melangkah ke arah wika. ia menatap wajah wika dengan sangat dekat dan tanpa adanya jarak membuat wika tersenyum penuh kemenangan..


"Aku tahu sayang, jika kamu akan datang menemui ku !" ucap wika yang tersenyum menatap wajah Roky dengan sesekali matanya melirik ke arah dodi


Dodi hanya diam memperhatikan wika dan juga roky. Dengan hembusan asap dari mulutnya ia enggan berkata dan memilih melangkahkan kakinya keluar dari ruangan


Ceklek (Bunyi pintu tertutup)


Baik wika dan juga roky menoleh ke arah pintu, ada rasa rindu yang memenuhi perasaan roky terhadap wika sang ibu dari putrinya. Roky menatap iba terhadap wika tangannya terulur menyentuh pipi wika di usapnya pipi wika yang terdapat noda darah kering di sudut pipinya


"Apakah sakit ? " tanya roky dengan tangan yang masih membersihkan darah kering di pipi wika


Wika hanya menganggukkan kepalanya tanpa berbicara sedikit pun dengan tatapannya ke arah lain


roky menatap wajah wika memperhatikan wajah cantik wika yang masih enggan menatap dirinya


"Apa kamu tidak merindukan anak mu ? " tanya roky yang kini sedang membersihkan tangan wika dengan memberikan obat serta memperban luka yang terdapat di lengan wika


"Aku tidak mempunyai anak ! " Ucap wika dengan tegas dengan menatap roky dengan benci


"Ck.. akhiri semuanya dan berdamailah dengan takdir " ucap roky dengan tatapan yang masih fokus membersihkan darah yang keluar di tangan wika


"Awww pelan-pelan " ucap wika dengan teriak


Roky mun diam tanpa memperdulikan wika yang kini menatap wajahnya


"Aku tidak akan mengakhiri semuanya sebelum aku mendapatkan apa yang aku inginkan ! " ucap wika dengan menarik tangannya dari pegangan roky

__ADS_1


"Dan jangan pernah berkata jika aku mempunyai anak karna dia bukan lah putri yang ku harapkan ! dia adalah anak mu bukan anak ku " tegasnya yang kini melepaskan Blazer yang ada di tubuhnya


"aku tak menginginkan ini ! dan tolong pergi dari kehidupan ku jangan pernah membawa anak mu " sambungnya dengan memberikan blazer dari roky


Roky menatap blazer yang di berikan oleh wika ia terdiam.


"Aku seakan mengemis cintanya memohon dan meminta untuk di cintai semua demi anak ku tapi jika ia berfikir seperti itu untuk apa, aku fikir dia berubah dan akan menerima anak kami tapi nyatanya ia tak menginginkan.. Bodohnya aku selama ini mencintai wanita yang berwajah bidadari namun hati dan perasaanya telah tertutupi oleh obsesinya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan " batinnya dengan menatap wajah wika


Roky melangkahkan kakinya meninggalkan wika yang saat ini diam dengan memalingkan wajahnya enggan menatap wajah roky.


"Ini adalahlah keinginan mu, aku tak akan mengenalkan anak ku jika kamulah ibunya dan jangan pernah kamu datang padaku ataupun padanya dengan meminta hak mu ! mendapatkan pengakuan jika kamulah ibunya " ucap roky dengan memutar tubuhnya menatap wajah wika


"Dan ini adalah pertemuan terakhir kalinya ku harap kamu akan sadar dan mendapatkan kebahagiaan yang lain " sambungnya sebelum benar-benar meninggalkan wika di ruangan kecil dengan lampu yang redup dan juga meletakkan blazer di bahu wika


Brakk (Bunyi pintu yang tertutup dengan keras)


Wika menoleh menatap roky yang meninggalkan dirinya


Tangannya terulur menyentuh perban yang di berikan oleh roky air matanya menetes begitu saja.


wika mengambil sepatu beserta sepatunya tubuhnya seakan tak mempunyai tenaga karna dodi yang membuatnya merasakan sakit perih di sekujur tubuhnya sayatan pisau di setiap tangan dan juga pipinya terlihat jelas.


"Aku seakan seperti orang yang sangat menyedihkan" Batinnya saat melihat dirinya di balik kaca jendela tangannya terulur mengambil botol yang ada di sampingnya dengan lemparan sekali kaca jendela pun pecah berhamburan begitupun dengan botol yang ia lemparkan. Dengan langkah gontai ia melangkahkan kakinya ke arah pintu.


Saat tangannya terulur ingin membuka knop pintu, di saat itu juga pintu pun terbuka menampilkan dodi yang saat ini sedang tersenyum menatap wika


"Mau kemana hem ? " tanya dodi dengan tangan yang mendorong tubuh wika hingga wika pun terjatuh di lantai


"Awww.. " teriak wika saat merasakan tangannya terkena pecahan kaca yang ia lempar beberapa menit yang lalu


"Kauu ..!" Panggil wika menatap dodi saat merasakan sakit di bagian Bo**ngnya dan juga tangannya yang terasa perih karena terluka.

__ADS_1


"Bang**t .. Jangan hanya berani pada perempuan saja, kau kira aku wanita yang lemah seperti delia yang selalu membutuhkan kalian meminta untuk di lindungi hem .. Ckk.. sungguh hidupnya penuh dengan perasaan iba untuk dirinya tak pernah bisa mandiri tak pernah bisa tegas.. !" ucap wika tanpa takut dengan tatapan dodi


"Kenapa ? " tanya wika saat melihat dodi yang terlihat menggenggam tangannya sendiri


"Apa kau tahu, jika delia hanya lah seorang wanita yang selalu menyusahkan kalian saja " teriak wika


Dodi mendekat ke arah wika tangannya menyentuh dagu wika menatap dengan tatapan ji**k


"Dan kau adalah wanita jala*ng yang tak punya malu mengemis cintanya kak dika yang jelas-jelas bukan untuk mu.. ! Hahahahah terlalu dramatis sekali kehidupan mu wika ! Melakukan cara apapun demi mendapatkan sesuatu yang belum tentu kebahagiaan mu" ucap dodi dengan menatap wika


"Kau membuat diri mu hamil tanpa di sentuh oleh kak dika, sesedih itu kah dirimu hem ? dengan cara yang kotor menjebaknya hingga pernikahan mereka batal karna hamil yang kau anggap anak dari kak dika namun ternyata itu sper** milik sahabatmu sendiri" ucap dodi dengan tertawa mengejek wika yang saat ini terdiam


"Perempuan seperti mu tak pantas hidup ! " Teriak dodi dengan menekankan pisaunya di perut wika


"Kauu.. ! " ucap wika dengan mata yang berair menatap dodi yang saat ini tersenyum melihat wika yang sedang menekan perutnya yang masih tertancap pisau


Wika menarik pisau yang masih diperutnya dengan kasar, ia tumbang terjatuh ke lantai matanya tertutup dengan sempurna dan dodi yang melihat pun melangkahkan kakinya melihat keadaan wika saat ia menelentangkan tubuh wika di saat itu juga wika membuka matanya tangannya terulur ke depan membalas dengan menancapkan pisau di dada dodi dengan berkali-kali hingga terlihat dodi yang lemah tak berdaya dan begitu pun dengan dirinya yang terlihat pucat karna darah yang mengalir


"Setidaknya jika aku mati aku bisa membalas kebaikan kak dika selama ini, dan kamu pun biang dari semuanya mati bersama ku ! " ucap dodi yang masih tersenyum menatap wika yang saat ini di sebelahnya


Terlihat wika yang menekan perutnya tancapan pisau yang dodi lakukan membuatnya merasakan sakit yang sangat dalam. Tak lama kemudian tangan yang berada di tubuhnya tergeletak di lantai bersamaan dengan terpejamnya mata wika, sedangkan dodi ia tersenyum ia teringat saat-saat bersama dengan teman-temannya dan juga saat bersama dengan dika dan juga delia


Dodi meraih tangan wika merasakan denyut nadi


"Selamat jalan wika ! semoga dirimu tenang di alam sana " ucap dodi dengan lirih dengan mata yang mulai redup dan tertutup


" Sesungguhnya setiap manusia mempunyai kesalahan yang bisa untuk di perbaiki namun kesalahan yang ia lakukan terkadang menjadi candu untuknya hingga ia lupa untuk berada di jalan yang benar.. "


Sny


...Rate Like dan Favorit 🙏🏻...

__ADS_1


...jangan lupa jejak-jejak komentar tanda cinta buat otor biar semangat, bisa kan ya 🤭...


...Salam kenal, Salam sayang 😘💜...


__ADS_2