Salah

Salah
Bab.91


__ADS_3

"Papi... " panggil seorang anak remaja yang kini terlihat jelas di wajahnya debgan raut kesal menatap orang tuanya


Rafa.. ia terlihat kesal saat pulang dari sekolah, ia menatap sang ayah yang saat ini sedang memperhatikan layar laptopnya dengan wajahnya yang berubah-ubah dengan tatapan serius dan juga nampak berfikir


"Jika masuk rumah biasakan lah untuk mengucap salam ! " ucap albert dengan tatapan masih fokus di layar laptopnya


"Pii.. ayo lah sekarang aku sudah dewasa, aku bisa menjaga diri ku sendiri tak perlu ada yang mengantar serta menunggu ku seperti ini..Aku laki-laki pi bukan perempuan " ucap rafa dengan mengeluh bagaimana sang papi menjaganya dengan sangat overprotektif


Namun sang papi pun diam tanpa berbicara sedikit pun


"papi... " panggil rafa dengan mata yang masih memperhatikan sang ayah yang terlihat santai


"Kamu belum dewasa ! " ucap albert


"Pi.. umurku sudah di atas 10 tahun bahkan sebentar lagi akan menginjak angka 20 tahun !" ucap rafa dengan menatap sang papi yang saat ini sedang melihat ke arahnya


"Lalu.. ?" tanya sang papi memperhatikan rafa


"Ayo lah pi.. berikan aku kebebasan sedikit saja. aku ingin berkumpul dan bermain bersama dengan teman-teman ku.. " ucap rafa dengan wajah yang memelas


"Baiklah, papi akan melakukan seperti yang kamu inginkan .. " ucap albert santai


"Terimakasih pi.. " ucap rafa terlihat bahagia dengan wajahnya yang tersenyum gembira


"Tapi.. " ucap albert tersenyum menatap sang putra


Rafa yang terlihat bahagia seketika terdiam senyum yang terlihat jelas di wajahnya seketika hilang


"Pi.. " rengeknya menatap albert yang saat ini nampak mencurigakan dengan wajahnya


"Tapi.. kamu harus mengikuti arahan papi " ucap albert yang kini telah beranjak dari tempat duduknya


seketika raut wajah Rafa menciut, jika seperti ini ia tidak akan bisa untuk membantah sedikit pun. Rafa menatap punggung albert yang mulai menjauh darinya


****

__ADS_1


Albert terdiam menatap di luar jendela, wajahnya terlihat jelas jika ia memendam perasaan yang tak bisa di ungkapkan. tangannya terulur memijit pelipis matanya sedangkan rafa terdiam di kamarnya menatap langit-langit kamarnya ia teringat dengan sang wanita yang menghampirinya dua hari lalu yang mengaku jika ia adalah sang ibunya


Ia merindukannya namun hatinya memendam perasaan yang sangat kecewa. Di dalam hatinya ia selalu memendam perasaan dan tanda tanya mengapa ia di tinggalkan. Ia sering bertanya dengan albert sang papi namun yang di tanya justru malah bertanya tentang perasaan rafa, dan berkata jika sang mami saat ini sedang berkerja maka rafa harus bersabar, hingga suatu ketika ia melihat albert yang terlihat kesal saat menelpon seseorang dan saat itu juga rafa tahu jika itu adalah sang mami. wanita yang ia rindukan yang selalu ia tanyakan ternyata tak ingin menemui mereka karna sang mami yang tak menginginkan kehadiran dirinya. Dan seketika itu juga rafa tak menginginkan ataupun tak bertanya lagi tentang sang mami kepada albert karna pertanyaanya membuat sang papi seakan kecewa dengan pertanyaan yang ia lontarkan.


****


Flash back on


Rafa sedang menikmati beberapa camilan di meja dan juga laptop yang berada di depannya dengan mulut yang mengunyah dan tangan yang selalu terulur berpindah antara mengambil camilan serta ke arah keyboard dengan raut wajahnya yang selalu berubah-ubah belum menyadari jika ada wanita yang berada di depannya menatap rafa yang saat ini terlihat serius


"Rafa.." panggilnya dengan menatap rafa


Rafa pun menatap ke depan melihat ke arah sumber suara keningnya berkerut melihat siapa yang datang, wajahnya terlihat familiar namun ia belum menyadari siapa yang saat ini di depannya


"Siapa ? " tanya rafa menatap sang wanita yang ada di depannya saat ini


sang wanita terdiam memperhatikan rafa yang saat ini terlihat bingung menatap dirinya


"ini mami sayang .. " jawabnya dengan tangan yang mulai terulur menggenggam tangan rafa


"Aku tak punya mami.. ! " tegasnya dengan meninggalkan sang wanita yang terdiam menatap punggung rafa yang menjauh


****


Flash back off


"Jika ia mami yang baik seperti papi katakan dulu, ia takkan pernah meninggalkan kami ia akan memberikan kabar walaupun ia jauh dari pandangan mata " ucap rafa dengan menutup matanya


Tanpa di sadari matanya terpejam dengan sempurna, rafa tertidur dengan kaki yang menggantung menyentuh lantai, dan saat bersamaan albert melihat rafa di kamarnya


"Selamat tidur putra papi " ucap albert dengan mencium kening rafa yang saat ini telah tidur dengan posisi yang benar


Tak lama kemudian albert melangkahkan kakinya keluar dari kamar rafa tak sengaja albert menoleh figura dirinya rafa dan juga delia.


Albert berjalan ke arah gambar mereka yang terlihat bahagia seakan satu keluarga yang saling menyayangi namun impian itu musnah saat delia memilih kembali dengan Dika

__ADS_1


Albert mengusap wajahnya dengan kasar, ia terdiam menatap delia yang sedang mencium pipi rafa dengan penuh kasih sayang, bibirnya terangkat tersenyum namun di detik selanjutnya ia tersadar bahwa sang wanita yang saat ini ia pandang fotonya telah bersama dengan orang yang sangat ia inginkan.


"Semoga kamu bahagia del.. " batin albert dengan mengusap gambar delia yang saat ini ia pegang


Albert teringat saat ia ingin mengungkapkan perasaannya dan ingin berkata tentang niatnya namun di saat itu juga ia juga mendengar jika ada Dika yang sedang membicarakan niatnya untuk menikahi delia.


Dengan langkah gontai albert kembali ke dalam mobilnya meninggalkan rumah yang ingin ia persunting untuk menjadi istrinya .


Beberapa minggu kemudian ia menerima surat undangan pernikahan delia dan juga dika, hatinya seakan sakit, tak luka namun seakan ada sesuatu yang menancap di dadanya.


Dan hari itu pun datang, albert menghadiri dan memberikan do'a terbaik untuk delia dan juga dika. Ia tersenyum namun tidak dengan hatinya yang saat ini menjerit merasakan sakit yang sangat dalam


"Ah sudahlah, masa lalu tak perlu di ingat. Mungkin jodohku sedang berlabuh ke arah yang salah saat ini. " ucapnya dengan berfikir positif dengan meletakkan bingkai foto mereka di meja. albert melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan kamar rafa dan tak lupa ia mematikan lampu kamar rafa


Prov author


Berbicara tentang jodoh,?


Jodoh itu di tangan sang maha kuasa.. hanya saja waktu yang belum mempertemukan kita. Di masyarakat luas, pasti kita tidak asing lagi dengan istilah "perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki". Dari istilah tersebut kemudian muncul bahwa ketika seseorang telah menemukan jodohnya, berarti ia telah menemukan tulang rusuknya yang hilang.


pemaknaan perempuan yang diciptakan dari tulang rusuk laki-laki bisa pula dikuatkan dari ayat berikut ini:


Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa: 1).


Wallahu a'lam.. Otor mah berharap semoga jodoh kita adalah yang terbaik dan terakhir untuk kita semua Aamiin allahhuma'aamiin🀲🏻🀲🏻


...Rate Like dan Favorit πŸ™πŸ»...


...Jangan lupa tinggalkan jejak juga biar otor semangat 🀭...


...Salam Kenal,...


...Salam sayang,...


...Salam persaudaraan.. 😘...

__ADS_1


__ADS_2