Salah

Salah
Bab. 92


__ADS_3

Di rumah sakit nampak dika yang khawatir dengan keadaan delia, sang istri. Saat mereka telah sampai di rumah sekaligus toko kue milik delia, tiba-tiba wajah delia terlihat pucat dan kehilangan keseimbangan tubuhnya. Delia terjatuh tak sadarkan diri beruntung ada dika yang berada di belakang dan bisa menangkap tubuh delia.


"Bagaimana keadaan istri saya dok ?" ucap dika dengan wajah yang khawatir


Dokter tersenyum menatap dika


"Lebih baik silahkan istri anda di periksa kan di dokter obgyn pak.." ucap dokter dengan tersenyum melihat dika


"Maksud dokter istri saya hamil ?" tanya dika dengan raut wajah yang bahagia.


"Menurut saya seperti itu pak, tapi agar semuanya jelas bisa di periksakan " jawab dokter


"Kalau begitu saya permisi pak " sambung dokter tersenyum ramah dengan dika


"Terimakasih dok.. " jawab dika melangkahkan kakinya melihat ke arah ruangan delia


Dika menggenggam tangan delia lalu mengecupnya berkali-kali, terlihat wajahnya yang sangat sumringah tersenyum menatap wajah delia. Impian harapan dan keinginan sang istri kini menjadi nyata.


"Terimakasih sayang" ucap dika dengan mengenggam tangan delia dan berkali-kali menciumnya


Delia menatap dika yang sedang tersenyum serta tangan yang mengelus puncak kepala delia.


"Aku sakit tapi dika terlihat bahagia " Gumamnya dengan menatap dika bingung


"Sayang... " panggil dika dengan lembut


"Hem.. apa yang terjadi ?" tanya delia


"Kita akan menjadi orang tua, aku akan menjadi ayah dan kamu akan menjadi bunda " ucap dika tersenyum menatap delia


Delia menatap dika dengan tak percaya dengan kata-kata yang di ungkapkan.


"Maksudnya aku hamil ?" tanya delia menatap wajah dika


"Iya.. kamu hamil " jawab dika tersenyum menatap delia


"Di sini (Dengan tangan yang menyentuh perut delia) Disini ada anak kita " ucap dika dengan tangan yang mulai menggenggam tangan delia

__ADS_1


Delia terharu air matanya menetes. Ia bahagia dengan apa yang saat ini terjadi, penantian dan harapan kini telah terjadi dan menjadi nyata


"Apa kah aku bermimpi ? jika ia tolong aku tak ingin terbangun dari mimpi ini .. " batinnya dengan tangan yang terulur mencubit lengan dika


Awwww.. Teriak dika saat merasakan nyeri di bagian lengan


"Sayang kenapa malah aku yang di cubit ?" tanya dika dengan menatap delia


"Ternyata aku tidak bermimpi !"ucap delia dengan tersenyum menatap dika


"Hah.. " ucap dika dengan menatap delia bingung


"Kalau ingin memastikan bermimpi atau tidak sepertinya mencubit diri sendiri yank, bukan malah orang lain.. " ucap dika


Delia melihat ke arah dika dengan mengerutkan keningnya


"kalau aku mencubit diri sendiri sakit lah, gak mau aku " jawab delia dengan enteng


"Lagian cubitan aku gak sakit kalau pun sakit itu jadi nikmat kata orang.. " sambungnya dengan melihat ke arah jendela


"Sayang.. " panggil dika dengan melihat ke arah delia yang kini enggan menatap dirinya


"Diam.. !" ucap delia yang mulai memejamkan matanya


Dan dika pun terdiam menatap punggung delia yang kini membelakanginya


"Hah.. begini lah mood bumil. dulu aku selalu mempelajarinya dan kini waktunya untuk praktek melihat naik turunnya emosi sang istri " gumamnya dengan senyuman di bibirnya


Setelah itu dika keluar dari ruangan untuk membayar administrasi serta membuat janji untuk bertemu dengan dokter obgyn. Tak lama kemudian ia kembali ke ruangan di mana delia yang sedang tertidur


"sayang.. bangun " panggil dika dengan mengusap puncak kepala delia


"Hem.. " respon delia dengan membuka matanya lalu menutupnya kembali


Dika yang melihat delia pun tersenyum dengan mengusap kepala delia dengan penuh dengan kasih sayangnya.


Dika menunggu delia terbangun wajahnya selalu tersenyum menatap wajah sang istri. ia tak mengira di usia yang akan bertambah di berikan kejutan dan hadiah yang tak terduga. Ada kehidupan di rahim sang istri dan juga sebentar lagi akan ada panggilan ayah untuk dirinya

__ADS_1


Delia menggeliat menatap dika yang kini sedang tersenyum dengannya


"Sudah boleh pulang ? " tanya delia dengan menatap dika


Dika pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya


"Sudah sayang.. " jawab dika dengan tersenyum menatap delia


Delia menganggukkan kepalanya, kakinya terulur ke bawah dengan sigap dika membantu delia


"Mau di gendong aja ? " tanya dika dengan menawarkan diri


"Ga usah yank, biar jalan aja " ucap delia dengan tersenyum menatap dika


"Tapi kamu masih terlihat pucat sayang " ucap dika dengan menatap delia


" aku pucat mungkin kaget aja karna mendapat kabar yang sangat membuat ku bahagia " jawab delia dengan tangan menyentuh perutnya


Dika pun hanya mengikuti sang istri dengan tangan yang mengenggam tangan delia


Setelah beberapa menit dalam perjalanan mereka sampai juga, dengan tergesa-gesa dika membukakan pintu untuk delia dengan memapah tubuh delia sampai di dalam kamarnya.


"Istirahat aja dulu ya, aku buat teh anget dulu " ucap dika dengan tersenyum melihat sang istri


Delia pun menganggukkan kepalanya. Delia memejamkan matanya namun tak lama kemudian dika kembali ke kamar dengan membawa segelas air twh hangat lalu ia berikan kepada delia


"Minum lah.. setelah itu istirahat yang cukup agar tubuh kembali fit seperti kemarin " ucap dika dengan tersenyum menatap delia yang saat ini meminum teh buatan dirinya


"Terimakasih sayang " ucap delia dengan memberikan gelas yang isinya telah kandas tak tersisa


...Yakinkan dalam hati jika keajaiban itu pasti ada.. !...


...Berdo'a bersabar dan berusahalah.. ...


...sny...


...Rate Like dan favorit🙏🏻...

__ADS_1


...jangan lupa tinggalkan jejak komentar juga ...


__ADS_2