Salah

Salah
Bab. 105


__ADS_3

Terlihat wika yang menekan perutnya tancapan pisau yang dodi lakukan membuatnya merasakan sakit yang sangat dalam. Tak lama kemudian tangan yang berada di tubuhnya tergeletak di lantai bersamaan dengan terpejamnya mata wika, sedangkan dodi ia tersenyum ia teringat saat-saat bersama dengan teman-temannya dan juga saat bersama dengan dika dan juga delia


Dodi meraih tangan wika merasakan denyut nadi


"Selamat jalan wika ! semoga dirimu tenang di alam sana " ucap dodi dengan lirih dengan mata yang mulai redup dan tertutup


Tak lama kemudian pintu terbuka terlihat delia dan juga dika yang menatap ke arah dodi dan juga wika yang tergeletak di lantai


"Dodii...Wika !" Ucap delia dan juga dika saat melihat pemandangan yang terlihat jelas dimatanya


Dengan langkah yang cepat delia meraih tangan wika dan di rasakan tak ada denyut nadi yang ia rasakan, delia beralih menatap dodi tangannya terulur merasakan denyut nadi masih ada namun sangat lah lemah.


"Mass.. dodi masih hidup denyut nadi masih ada cepat kita bawa dia ke rumah sakit " Ucap delia dengan cemas menatap dodi


Dodi mengerjabkan matanya melihat ke arah dika dan juga delia, bibirnya terangkat ke atas tersenyum


"Kak " panggil dodi dengan menggenggam tangan dika


"Bertahanlah ! " ucap dika dengan membopong tubuh dodi yang terlihat lemah sedangkan delia tak bisa menahan air matanya menatap dodi di sampingnya saat ini


Setelah mobil dika, delia dan juga dodi pergi, Tak lama kemudian nampak para dokter dan juga beberapa polisi ke lokasi tempat kejadian bersamaan dengan teman-teman dodi


Polisi mengecek lokasi sedangkan para perawat dan dokter memeriksa wika dan di bawanya ke ambulance untuk di periksa di Rumah sakit


*****

__ADS_1


" Bagaimana keadaan dodi dok ?" tanya dika dan juga delia bersamaan


"Pasien kritis, banyak darah yang keluar sehingga kami membutuhkan darah untuk pasien " ucap dokter dengan menatap iba ke arah dika dan juga delia


"Ambil darah saya dok ! " ucap delia dengan tegas


"Gak bisa sayang.. Kamu hamil sedangkan tubuh mu saat ini sangat tidak memungkinkan " ucap dika dengan menahan lengan delia


"Biarkan saya saja dok, tolong periksa golongan darah saya, semoga cocok dengan pasien yang ada di dalam.." ucap dika dengan melangkahkan kakinya ke ruangan dodi


Delia duduk di kursi di samping ruangan, tak sengaja ia melihat bayangan riko yang sedang berjalan dengan tergesa-gesa


"Riko.. "Panggil delia


"Delia.. apa kabar ? " Tanya riko dengan tersenyum ramah ke arah delia


"Baik alhamdulillah.. " Jawab delia


"Riko.. itu anu " ucap delia terpatah-patah ragu untuk memberitahukan keadaan yang sebenarnya


Riko tersenyum tangannya terulur menyentuh pundak delia


"Maafkan kesalahan wika ya del.. " Ucap riko yang tahu apa yang ada di fikiran delia


"Semua adalah takdir .. Apa yang telah terjadi ku mohon lupakan dan tak perlu membawa semua ini terlalu jauh, mungkin ini sudah menjadi takdir wika dengan meninggalkan kita dengan cara seperti ini " Ucap riko dengan tersenyum menatap delia

__ADS_1


Riko menatap delia dan pandangannya tanpa sengaja melihat ke arah perutnya yang kini mulai terlihat jelas mulai membesar


"Apa kamu hamil ? " tanya riko


"Hah.. iya aku hamil " ucap delia tersenyum dengan tangan yang menyentuh perutnya


"Selamat del.. " ucap riko


"Terimakasih.. " ucapnya


"Bagaimana dengan keadaan Aurelia ? " sambung delia


"Alhamdulillah baik.. dia sekarang sudah sekolah jadi tak bisa untuk ikut seperti dulu yang ke mana-mana ayahnya ikut " ucap riko


"Ehem... " Ucap seseorang yang datang menghampiri delia dan juga riko


...Nyaman itu datang dengan sendirinya.. Namun tak pernah di sadari dan saat ia benar-benar pergi maka rasa penyesalan datang.. Dan itu semua sudah terlambat.....


...Sny.....


...Rate like dan favorit πŸ™πŸ»...


...Jangan lupa jejak-jejak dong πŸ™ˆ biar nanti malam update lagi😁🀭...


...Salam kenal salam sayang.. πŸ˜˜πŸ’œ...

__ADS_1


__ADS_2